MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto ingin Indonesia memiliki bursa mineral dan komoditas strategis sendiri. Bursa tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.
Prabowo menyampaikan rencana itu dalam pidato RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Prabowo mengatakan pembentukan bursa mineral dan komoditas strategis telah dibahas pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sistem ekspor satu pintu.
Baca juga:
Mengenal Sistem Registri Unit Karbon yang Disinggung Presiden Prabowo dalam Pidato Kenegaraan
Harga Komoditas Indonesia Dinilai Terlalu Banyak Ditentukan dari Luar Negeri
Prabowo menyoroti posisi Indonesia sebagai produsen berbagai komoditas penting dunia.
Komoditas tersebut antara lain kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi hingga karet.
Namun, Prabowo mempertanyakan kondisi ketika harga komoditas Indonesia justru ditentukan di bursa negara lain.
Selama puluhan tahun Indonesia menjadi salah satu produsen terbesar untuk komoditas-komoditas penting dunia. Tetapi terlalu sering harga kekayaan kita yang keluar dari bumi dan keringat rakyat Indonesia justru harganya ditentukan di luar negeri,
Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dia juga mempertanyakan alasan negara lain yang tidak memiliki komoditas tersebut justru dapat menentukan harganya.
“Kitanya punya barang, orang lain menentukan harganya. Saya bertanya kepada wakil-wakil rakyat, mau kita teruskan situasi seperti ini?” katanya.
Baca juga:
Prabowo Minta DPR Dukung Bursa Komoditas Dalam Negeri
Prabowo meminta DPR mendukung perubahan sistem tersebut. Dia menegaskan Indonesia harus memiliki bursa komoditas di dalam negeri.
“Yang penting bursanya ada di bumi Republik Indonesia,” ucapnya.
Menurut Prabowo, keberadaan bursa domestik bukan berarti pemerintah akan mengabaikan mekanisme pasar.
Dia menyadari harga yang terlalu tinggi juga tidak sesuai dengan prinsip pasar.
Pemerintah menargetkan bursa mineral dan komoditas strategis berada di bawah pengawasan OJK.
Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Ditargetkan Mulai 1 Januari 2027
Prabowo mengatakan pemerintah menargetkan bursa komoditas tersebut mulai beroperasi pada awal 2027.
“Rencana kita dengan dukungan DPR, kita rencanakan 1 Januari 2027 kita akan memiliki bursa komoditas sendiri,” kata Prabowo.
Dia meminta DPR segera membahas ketentuan penyelenggaraan bursa tersebut dan menerbitkannya dalam waktu sesingkat-singkatnya.
Prabowo menilai kerja sama pemerintah dan DPR diperlukan agar kebijakan strategis dapat segera dijalankan.
Meski mendorong percepatan, dia menegaskan proses tersebut tetap harus disertai mekanisme demokrasi.
“Kita harus ada demokrasi. Kita harus diawasi, kita harus dikritik. Tapi kita harus kerja cepat untuk rakyat kita,” pungkasnya. (Pon)