Pilgub Jabar

Pengamat Nilai Ridwan Kamil Berpeluang Besar Menangi Pilgub Jabar

Eddy FloEddy Flo - Senin, 30 Oktober 2017
Pengamat Nilai Ridwan Kamil Berpeluang Besar Menangi Pilgub Jabar

Ridwan Kamil. (FB/Ridwan Kamil)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Peluang Ridwan Kamil memenangi Pilgub Jabar lumayan besar dibandingkan kandidat lain. Menurut Pengamat politik Universitas Padjajaran, Asep Warlan Yusuf, modalnya Kang Emil bisa diterima semua kalangan.

"Potensi menang. Dia lebih masuk ke mana-mana, politik identitas agak tak menonjol dari Ridwan Kamil. Dia nasionalis, masih diterima dikalangan Islam. Di daerah lain juga harapannya meminta sosok begini yang bisa mengakomodir dua kepentingan, nasionalis dan keumatan," ujar Asep Warlan saat dihubungi Antara, Senin (30/10).

Asep Warlan Yusuf sebagaimana dilansir Antara mengatakan, indikator potensi memenangi Pilkada ini berkaca pada berbagai hasil survei. Wali Kota Bandung tersebut selalu masuk dalam tiga besar Cagub potensial.

Meski begitu, ada beberapa catatan yang harus dibenahi Ridwan Kamil. Pertama, Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, harus pintar menjaga komunikasi terutama dengan partai pengusung.

Hal ini terjadi, saat setelah terpilih sebagai Wali Kota Bandung, hubungannya dengan PKS dan Gerindra yang notabene partai pengusungnya tidak terjalin dengan lancar. Hingga pada Pilgub, kedua partai tersebut lebih memilih mendukung pasangan lain.

"Gerindra dan PKS pernah kecewa dengan dia, karena dia selalu punya prinsip yang penting kendaraannya dulu baru nanti urusan partai belakangan," kata Asep.

Kemudian, Asep yang juga dosen di Unpad itu menyoroti sikap Ridwan Kamil yang terkesan "One Man Show" atau lebih menonjol sendirian dibandingkan wakilnya.

"Ridwan dianggap agak one man show, dia agak nonjol sendiri. Agak berat bagi parpol karena parpol ingin ada wakilnya yang juga bisa kerja sama. Itu juga terjadi di Kota Bandung," katanya.

Meski begitu, Ridwan Kamil tetap menjadi daya tarik bagi Parpol karena memiliki berbagai prestasi saat memimpin Kota Bandung.

Menanggapi hal tersebut, Ridwan Kamil membantah dirinya bekerja "One Man Show" saat menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, untuk mencegah hal itu, ia membentuk delapan lembaga penasehat wali kota untuk mempreteli kebijakan-kebijakan yang dikeluarkannya.

"Di zaman saya 50 lebih kewenangan wali kota diserahkan ke camat, supaya tidak sentralistik ke wali kota. Jadi kalau ada 'One Man Show' itu hanya pembacaan media. Jadi karena yang sering dikutip oleh media, yah wali kota, padahal kerja kami kerja tim," kata dia.

Sementara terkait buruknya menjaga komunikasi dengan partai pengusung sebelumnya, Emil pun membantah hal tersebut. Ia mengaku rutin menjaga komunikasi saat resmi menjabat sebagai wali kota.

Namun adanya ketidaksepahaman komunikasi, membuat dua partai yang sebelumnya mengusung di Pilwalkot, menarik dukungan untuk Pilgub Jabar.

"Misalkan gini, menurut saya komunikasi lima kali cukup, menurut versi partai harusnya 10 kali. Jadi tidak betul tidak berkomunikasi. Jadi yang mewacana sekarang masalah kepuasan intensitasnya saja," kata Ridwan Kamil.(*)

#Ridwan Kamil #Pilgub Jabar #Pengamat Politik #Gubernur Jawa Barat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kini belum mereda. Direktur P3S, Jerry Massie, menilai setiap calon pejabat negara harus memenuhi persyaratan.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Masih Berlanjut, Pengamat Tekankan Pentingnya Kepastian Hukum
Indonesia
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Polemik ijazah Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, kemungkinan berlanjut ke DPR. Hal itu diungkapkan Direktur P3S, Jerry Massie.
Soffi Amira - Jumat, 09 Oktober 2026
Pengamat Sebut Polemik Ijazah Gibran Belum Tertutup, Ada Peluang Pembahasan di DPR
Indonesia
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka bisa memengaruhi elektabilitas di Pilpres 2029. Pengamat pun mengungkap dampaknya.
Soffi Amira - Rabu, 07 Oktober 2026
Polemik Ijazah Gibran Berpotensi Pengaruhi Elektabilitas di Pilpres 2029, ini Kata Pengamat
Indonesia
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia diperkirakan menuju kapitalisme negara atau welfare state. Ekonom mengungkapkan risikonya.
Soffi Amira - Jumat, 04 September 2026
Indonesia Menuju Kapitalisme Negara atau Welfare State? ini Pandangan Para Ekonom
Indonesia
Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Bank BJB, KPK Buka Peluang Kembali Periksa Ridwan Kamil
Taufik menjelaskan peluang tersebut terbuka, terutama untuk melengkapi berkas perkara para tersangka yang sudah ditahan KPK.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Bank BJB, KPK Buka Peluang Kembali Periksa Ridwan Kamil
Indonesia
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Pengamat Politik, Fernando Emas, mencurigai ada oknum lain di Kejagung dalam kasus korupsi eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.
Soffi Amira - Kamis, 16 Juli 2026
Pengamat Curiga Ada Oknum Lain di Kejagung, Minta Febrie Adriansyah Bongkar Pemilik Emas dan Uang Sitaan
Indonesia
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta semua nama yang terlibat dalam kasus Febrie Adriansyah dibongkar.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai tak Berdiri Sendiri, Pengamat: Bongkar Semua yang Terlibat
Indonesia
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Direktur Eksekutif Citra Institute Yusak Farchan menilai pola komunikasi pemerintahan Prabowo semakin terpusat pada figur-figur di lingkaran inti Presiden.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Pengamat: Pola Komunikasi Pemerintahan Prabowo Kini Makin Terpusat di Lingkaran Inti Presiden
Indonesia
KDM akan Serahkan Uang Rp 250 Juta untuk Korban Penganiayaan Taufik Hidayat saat Hari Bhayangkara
Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan memutuskan untuk menyerahkan uang sayembara Rp 250 juta kepada korban.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
KDM akan Serahkan Uang Rp 250 Juta untuk Korban Penganiayaan Taufik Hidayat saat Hari Bhayangkara
Indonesia
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
DPR menilai fenomena 'inflasi pengamat' relevan. Habiburokhman menyebut sebagian kritik bersifat provokatif hingga berpotensi jadi propaganda politik.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
DPR Soroti Fenomena 'Inflasi Pengamat', Kritik Dinilai Bisa Jadi Propaganda
Bagikan