Pengamat: Kalau Harga Premium Turun Negara Dirugikan

Luhung SaptoLuhung Sapto - Kamis, 08 Oktober 2015
Pengamat: Kalau Harga Premium Turun Negara Dirugikan

Antrean sepeda motor di SPBU Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (24/7). (Foto: MerahPutih/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Pemerintah memutuskan tidak menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium. Pengamat ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Dzulfian Syafrian menilai langkah pemerintah itu sudah tepat.  

Jika harga premium diturunkan dikhawatirkan dapat mendorong konsumsi masyarakat. Sehingga meningkatkan impor minyak yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero).

"Saya setuju pemerintah tidak menurunkan harga BBM jenis premium. Karena jika harga premium diturunkan, dikhawatirkan konsumsi masyarakat jadi meningkat dan impor BBM jenis Ron 88 jadi bertambah," ujar Dzulfian dalam acara diskusi publik di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Pusat, Kamis (8/10).

Menurutnya di tengah gejolak ekonomi global yang berdampak juga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, pemerintah harus bisa menjaga defisit neraca perdagangan.

"Kalau harga premium diturunkan konsumsi masyarakat akan meningkat, impor minyak jadi bertambah. Maka defisit neraca perdagangan semakin tinggi. Hal ini mempengaruhi nilai tukar rupiah," jelasnya.

Lagi pula, sambung Dzulfian, meskipun harga premium diturunkan tidak terlalu terasa pengaruhnya. Sebab, harga-harga bahan kebutuhan pokok dan tarif angkutan tidak otomatis ikut menurun. Berbeda jika pemerintah menaikan harga premium. Harga-harga bahan kebutuhan pokok ikut mengalami kenaikan.

"Kalau harga premium turun tidak mempengaruhi harga kebutuhan pokok. Sebaliknya, kalau nanti harga premium naik lagi, harga kebutuhan pokok pasti naiknya tinggi banget. Jadi masyarakat semakin keberatan," pungkasnya. (rfd)

Baca Juga: 

  1. Harga Premium Tetap, Harga Solar Turun Jadi Rp6.700 per Liter
  2. Harga BBM Premium Tidak Naik Sampai Akhir 2015
  3. Jokowi Minta Pertamina Turunkan Harga Premium
  4. Minyak Dunia Anjlok, Pemerintah Ogah Turunkan Harga Premium
  5. Premium Tidak Naik, Pertamina Merugi Rp14,7 Triliun
#Harga BBM
Bagikan
Ditulis Oleh

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak

Berita Terkait

Indonesia
Harga Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta ESDM Transparan soal Dasar Perhitungannya
Anggota Komisi XII DPR RI mendesak Kementerian ESDM dan Pertamina menjelaskan secara transparan dasar kenaikan harga Pertamax yang disebut mencapai 32 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Harga Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta ESDM Transparan soal Dasar Perhitungannya
Indonesia
Pertamax Naik, Pemerintah Didesak Kucurkan Program Bantuan Sosial Tunai
Pemerintah harus segera menyiapkan bantuan langsung tunai sebagai bantalan ekonomi bagi kelompok rentan, kelas menengah bawah, serta masyarakat yang paling terdampak
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 11 Juni 2026
Pertamax Naik, Pemerintah Didesak Kucurkan Program Bantuan Sosial Tunai
Indonesia
Harga Pertamax 92 Naik, Bisa Bikin Warga Beralih ke Pertalite
Selisih harga semakin lebar antara Pertamax dan Pertalite berpotensi mengubah perilaku konsumen
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 Juni 2026
Harga Pertamax 92 Naik, Bisa Bikin Warga Beralih ke Pertalite
Indonesia
YLKI Kritik Harga BBM Naik Mendadak, Tagih Transparansi Pemerintah dan Pertamina
YLKI menyoroti harga BBM naik mendadak. Pemerintah dan Pertamina pun diminta untuk mengungkap penyebabnya.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
YLKI Kritik Harga BBM Naik Mendadak, Tagih Transparansi Pemerintah dan Pertamina
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Kenaikan harga Pertamax membuat daya beli kelas menengah makin tertekan. PKS pun juga mengingatkan adanya risiko inflasi.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Picu Migrasi ke Pertalite, DPR Minta Antisipasi
Kenaikan harga Pertamax bisa memicu masyarakat pindah ke Pertalite. DPR pun meminta pemerintah menyiapkan skenario darurat.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Picu Migrasi ke Pertalite, DPR Minta Antisipasi
Indonesia
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, DPR Bakal Panggil Kementerian ESDM dan Pertamina
Komisi XII DPR segera memanggil Kementerian ESDM dan Pertamina, terkait kenaikan harga Pertamax. Sebab, BBM tersebut kini menembus Rp 16.250 per liter.
Soffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, DPR Bakal Panggil Kementerian ESDM dan Pertamina
Indonesia
DPR Tegur Pertamina karena Naikkan Harga Pertamax Diam-Diam
Meskipun Pertamax dan Pertamax Green merupakan BBM nonsubsidi, dampak kebijakan tersebut tetap akan dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
DPR Tegur Pertamina karena Naikkan Harga Pertamax Diam-Diam
Indonesia
Kenaikan Harga Pertamax Tak Diantisipasi, Migrasi Besar-besaran ke Pertalite Bisa Terjadi
Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani meminta pemerintah mengantisipasi dampak kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per liter.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
Kenaikan Harga Pertamax Tak Diantisipasi, Migrasi Besar-besaran ke Pertalite Bisa Terjadi
Indonesia
Harga Pertamax Naik Tajam, Anggaran Subsidi BBM Berpotensi Meningkat
DPR dan pemerintah masih melakukan simulasi untuk menghitung dampak perpindahan konsumsi BBM terhadap inflasi maupun kebijakan energi secara keseluruhan.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Juni 2026
Harga Pertamax Naik Tajam, Anggaran Subsidi BBM Berpotensi Meningkat
Bagikan