YLKI Kritik Harga BBM Naik Mendadak, Tagih Transparansi Pemerintah dan Pertamina

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 11 Juni 2026
YLKI Kritik Harga BBM Naik Mendadak, Tagih Transparansi Pemerintah dan Pertamina

Ilustrasi SPBU Pertamina. Foto: Dok. Pertamina

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyoroti kenaikan harga BBM non-subsidi yang dilakukan secara mendadak oleh sejumlah badan usaha, termasuk PT Pertamina (Persero).

YLKI meminta pemerintah dan perusahaan penyedia BBM lebih transparan dalam menjelaskan formula penetapan harga agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Ketua YLKI, Tulus Abadi menegaskan, bahwa setiap kebijakan kenaikan harga BBM harus mempertimbangkan aspek perlindungan konsumen, keterjangkauan harga, serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Baca juga:

Kenaikan Harga Pertamax Bikin Daya Beli Kelas Menengah Tertekan, PKS Ingatkan Risiko Inflasi

Masyarakat Harus Tahu Dasar Perhitungan Kenaikan Harga BBM

Menurutnya, konsumen berhak mengetahui dasar perhitungan yang menyebabkan harga BBM naik signifikan dalam waktu singkat.

Jangan sampai masyarakat hanya menerima kenaikan harga tanpa memahami faktor-faktor yang melatarbelakanginya.

ujar Tulus

YLKI juga menilai, lonjakan harga yang cukup tinggi berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga dan biaya operasional berbagai sektor usaha.

Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga bisa memicu kenaikan biaya distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok.

Baca juga:

Kenaikan Harga Pertamax Berpotensi Picu Migrasi ke Pertalite, DPR Minta Antisipasi

Jadi, YLKI meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka komponen pembentuk harga BBM, termasuk pengaruh harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, biaya distribusi, serta margin badan usaha.

Menurut Tulus, transparansi diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan mekanisme penyesuaian harga berjalan secara adil.

Ia juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan agar tidak terjadi praktik yang merugikan konsumen di tengah kenaikan harga energi.

SPBU Swasta Ikut Naikkan Harga BBM

Sorotan YLKI muncul setelah PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM non-subsidi mulai Rabu (10/6).

Pada penyesuaian tersebut, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter atau meningkat Rp 3.950.

Kenaikan juga terjadi pada Pertamax Green 95 yang sebelumnya dijual Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.

Sementara itu, produk BBM dengan oktan lebih tinggi seperti Pertamax Turbo dan sejumlah jenis diesel non-subsidi, ikut mengalami penyesuaian harga mengikuti perkembangan pasar energi global.

Baca juga:

Pertamax Tembus Rp 16.250 per Liter, DPR Bakal Panggil Kementerian ESDM dan Pertamina

Tidak hanya Pertamina, operator SPBU swasta juga melakukan penyesuaian serupa.

Melalui akun resmi media sosialnya, BP Indonesia mengumumkan harga BP 92 naik dari Rp 12.390 menjadi Rp 16.670 per liter. Sementara itu, BP Ultimate meningkat dari Rp 12.930 menjadi Rp 17.240 per liter. (knu)

#Pertamax #Harga BBM #Pertamina #Harga BBM Naik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Harga BBM Mahal, 50 Juta Warga Eropa Tidak Mampu Hangatkan Rumah
Negara-negara Uni Eropa memperkirakan akan menghadapi musim dingin yang sulit akibat tingginya harga gas dan produk minyak yang dipicu oleh situasi di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Harga BBM Mahal, 50 Juta Warga Eropa Tidak Mampu Hangatkan Rumah
Indonesia
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Perubahan pola konsumsi itu turut menjadi perhatian Pertamina dalam mengoptimalkan penyaluran BBM
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Antrean Pembelian BBM Subsidi Membludak di Gorontalo, Pertamina Percepat Distribusi
Indonesia
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
ASCOPE juga membahas bagaimana negara-negara ASEAN dapat memastikan trading atau jual beli minyak mentah di kawasan dapat berlangsung dengan lebih lancar.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Minyak Dari Timur Tengah Tersendat, Pertamina Minta ASEAN Tingkatkan Produksi
Indonesia
Warga Harus Antre Panjang Beli BBM, Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU
Langkah tersebut merupakan upaya Pertamina untuk terus memperkuat pasokan dan distribusi BBM, serta memastikan kebutuhan energi masyarakat di seluruh Indonesia terpenuhi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Warga Harus Antre Panjang Beli BBM, Pertamina Tambah Pasokan ke SPBU
Indonesia
Prabowo Terima Laporan Menteri Bahlil Soal Cadangan BBM Nasional Aman Terkendali,Keran Impor Solar Disetop
Khawatir krisis energi? Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan cadangan BBM nasional dan LPG dalam kondisi aman. Cek detail laporan ke Presiden Prabowo di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 23 Oktober 2026
Prabowo Terima Laporan Menteri Bahlil Soal Cadangan BBM Nasional Aman Terkendali,Keran Impor Solar Disetop
Indonesia
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Gangguan distribusi Biosolar dapat berdampak pada transportasi, logistik, kegiatan usaha, hingga aktivitas nelayan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
Warga Jatim Antre Beli BBM, ESDM Janji Dalam 2 Hari Terurai
Indonesia
Pasokan Pertalite Dikurangi, SPBU di Blitar Atur Jam Penjualan
Pengurangan pasokan itu berkaitan dengan keterbatasan pasokan di wilayah Malang dan sekitarnya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Pasokan Pertalite Dikurangi, SPBU di Blitar Atur Jam Penjualan
Indonesia
Pertamina Minta Warga Laporkan Temuan Pelanggaran Pasokan BBM
Masyarakat dapat menyampaikan laporan melalui Pertamina Contact Center 135
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Pertamina Minta Warga Laporkan Temuan Pelanggaran Pasokan BBM
Indonesia
Kebijakan Ganjil Genap Urai Antrean Pembelian BBM di SPBU Bali
Penambahan stok pertalite hingga total 48 juta liter telah dilakukan sejak pengiriman pada 7 Oktober hingga pada 17 Oktober 2026
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Kebijakan Ganjil Genap Urai Antrean Pembelian BBM di SPBU Bali
Indonesia
Pertamina Klaim Kondisi di Bali Bakal Normal, Targetkan Stok 48 Juta Liter
Dalam tiga hari terakhir, yakni 13-15 Oktober, penyaluran Pertalite ke SPBU mencapai rata-rata 3 juta liter per hari.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Pertamina Klaim Kondisi di Bali Bakal Normal, Targetkan Stok 48 Juta Liter
Bagikan