Headline

Pengamat Intelijen dan Keamanan Beberkan Dua Tantangan Utama TNI di Masa Mendatang

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 08 Oktober 2019
 Pengamat Intelijen dan Keamanan Beberkan Dua Tantangan Utama TNI di Masa Mendatang

Pengamat intelijen dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro atau akrab disapa Simon dari CISS

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Dalam peringtan HUT ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara khusus menyinggung agar para prajurit TNI tidak gaptek. Pernyataan Presiden tersebut senada dengan prediksi pengamat intelijen dan keamanan Ngasiman Djoyonegoro dari CISS.

Menurut pria yang akrab disapa Simon ini, setidaknya ada dua tantangan yang akan dihadapi TNI di masa mendatang.

Baca Juga:

Pengamat Militer Nilai Keberadaan Korem, Kodim dan Koramil Tidak Relevan Lagi

"Pertama, tantangan menghadapi ancaman cyberwar. Bayangkan, saat ini melalui digital profiling di media sosial, maka berbagai koordinasi dan komunikasi termasuk membangun opini, sentimen serta propaganda dapat dilakukan dengan mudah," kata Ngasiman dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (7/10).

Dengan teknik digital profiling, kata dia, preferensi atau kecenderungan warganet pun dapat diketahui. Propaganda media sosial itulah yang menjadi cikal bakal kasus Arab Spring.

Pengamat intelijen dan keamanan sebut dua tantangan utama TNI di masa mendatang
Pengamat Intelijen dan Keamanan Ngasiman Djoyonegoro dalam sebuah diskusi publik di Jakarta (Foto: antaranews)

"Pengaruh teknologi yang awalnya untuk mencari sumber daya alam baru, berdiplomasi dan berdagang, sekarang bergeser ke penguasaan suatu bangsa terhadap bangsa lain. Tantangan TNI ke depan artinya makin berat," jelas Simon.

Menurut Simon, strategi perang pun sekarang ini berubah. Jika dulu dikenal dengan istilah "hard power"dan "soft power", namun di era revolusi industri 4.0 muncul istilah baru bernama "smart power"

"Ya, sekarang ada istilah 'smart power', trend strategi perang mutakhir yang sangat mematikan. Smart power itu strategi yang memadukan berbagai instrumen kekuasaan negara baik yang bersifat hard seperti diplomatik, ekonomi, militer, politik maupun yang berkarakteristik soft seperti legalitas, budaya, dan lainnya," kata Simon.

Tantangan kedua, lanjut dia, membantu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul sebagaimana menjadi prioritas pembangunan pemerintahan Jokowi periode kedua. Apalagi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto baru saja mendapat gelar doktor honoris causa (HC) Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Gelar kehormatan diberikan dalam bidang manajemen sumber daya manusia (SDM).

"Panglima TNI dinilai sebagai figur yang handal dalam bidang manajemen SDM. Ini tentu sejalan dengan prioritas pembangunan Presiden Jokowi periode kedua. Artinya Panglima TNI juga perlu menciptakan SDM unggul di lingkaran TNI," jelas Simon.

Oleh karena itu, Simon terus mendorong agar alutsista TNI terus dikembangkan menjadi berbasis teknologi digital. Pasalnya, saat ini setiap orang dan setiap pasukan TNI mutlak harus terhubung dengan internet satu sama yang lain.

Keniscayaan pembaruan alutsista perlu dilakukan mengingat jenis teknologi yang menjadi pilar Revolusi Industri 4.0 semakin bergerak cepat.

"SDM TNI harus unggul. Ini tantangan ke depan. SDM yang unggul punya kecepatan untuk mendeteksi lawan. Presiden Jokowi mengatakan tantangan sekarang bukan negara besar menguasai negara kecil, namun negara cepat menguasai negara lambat," paparnya.

Simon pun menyambut positif atas perhatian Presiden kepada TNI yang meningkatkan anggaran pertahanan dari Rp 121 triliun di tahun 2019 menjadi Rp131 triliun di tahun 2020, pemerintah juga meningkatkan tunjangan kinerja tentara menjadi 80 persen pada tahun 2020, menambah 450 posisi baru untuk perwira berpangkat kolonel dan 300 posisi baru untuk perwira tinggi.

"Sebagai bentuk apresiasi, kami menyambut baik penambahan anggaran untuk TNI, peningkatan tunjangan ataupun penambahan posisi baru untuk untuk perwira berpangkat kolonel dan untuk perwira tinggi," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Simon menyebutkan bahwa pada tahun 2019 ini merupakan tahun penuh prestasi bagi TNI karena TNI dibawah kepemimpinan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mampu mengawal pesta demokrasi dengan lancar, aman dan damai.

"TNI di bawah kepemimpinan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto telah mampu melewati masa-masa sulit. TNI berhasil mengawal jalannya proses demokrasi bersejarah di Indonesia, dimana Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mampu berjalan damai, termasuk keberhasilannya mengatasi konflik-konflik horizontal yang kini sedang marak," katanya.

Para Prajurit TNI saat HUT ke-74 TNI
Peringatan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10). (Foto: MP/Kanugrahan)

Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS) itu menilai keberhasilan TNI dalam mengemban fungsi sebagai penjaga pertahanan negara dan merupakan manifestasi penegak keutuhan kedaulatan NKRI dan berhasil mendukung suksesnya pelaksanaan demokrasi, merupakan prestasi yang patut dibanggakan.

“Apresiasi patut kita berikan ke TNI. Di bawah kepemimpinan Pak Hadi, TNI makin solid dan mampu mengukir banyak prestasi," kata Simon.

Ia mengatakan bahwa prestasi yang ditorehkan TNI tersebut bahkan disampaikan oleh Presiden Jokowi saat memimpin upacara perayaan hari ulang tahun TNI ke-74.

Baca Juga:

Jokowi Minta Prajurit TNI Tak Gaptek

Misalnya, selain TNI berhasil menjaga kelancaran dan keamanan Pemilu serentak tahun 2019, juga selalu membanggakan dalam penugasan PBB di berbagai penjuru dunia. TNI selalu memastikan negara hadir di daerah terpencil, di daerah perbatasan dan di pulau-pulau terdepan Indonesia. TNI selalu manunggal dengan rakyat.

"Pak Presiden juga kasih apresiasi ke TNI. Tak hanya sukses mengawal pileg dan pilpres 2019, TNI dinilai Presiden mampu memastikan negara hadir di daerah-daerah terpencil, perbatasan, pulau-pulau terdepan, bahkan selalu membanggakan dalam penugasan PBB," ujar Simon seperti dilansir Antara.

Ngasiman Djoyonegoro mengungkapkan, meski demikian prestasi-prestasi yang ditorehkan TNI saat ini harus menjadi cambuk untuk terus maju dan berprestasi.

"Apalagi tantangan mendatang makin kompleks seiring dengan hadirnya teknologi Internet of Things (IoT) dan teknologi Big Data," pungkasnya.(*)

Baca Juga:

Jokowi Janji Utamakan TNI dan Tingkatkan Posisi Baru bagi Perwira

#TNI AD #TNI AL #TNI AU #Panglima TNI #Hadi Tjahjanto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
KRI Gajah Mada Bukan Sekadar Barang Bekas: Mengungkap Misi Rahasia Kapal Induk Giuseppe Garibaldi TNI AL
Kehadiran kapal induk Giuseppe Garibaldi mengubah wajah pertahanan maritim TNI AL. Bukan sekadar kapal bekas, ini adalah pusat komando bergerak untuk menjaga kedaulatan dan ujung tombak operasi kemanusiaan Indonesia
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 5 menit lalu
KRI Gajah Mada Bukan Sekadar Barang Bekas: Mengungkap Misi Rahasia Kapal Induk Giuseppe Garibaldi TNI AL
Indonesia
Spesifikasi Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi, Sejarah Namanya hingga jadi KRI Gajah Mada
Indonesia resmi memiliki kapal induk pertama, KRI Gajah Mada, hibah dari Italia. Kapal Giuseppe Garibaldi berusia 40 tahun ini memiliki spesifikasi canggih dan sejarah panjang sejak 1985.
Wisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2026
Spesifikasi Kapal Induk Italia Giuseppe Garibaldi, Sejarah Namanya hingga jadi KRI Gajah Mada
Indonesia
KKB Ndugama Sandera 9 Mama-Mama dan Anak Perempuan Jila, TNI Kerahkan Operasi Pencarian Besar-besaran di Mimika Papua
KKB Kodap III Ndugama culik 11 perempuan di Jila, Mimika. Dua orang jadi korban penembakan dan sembilan lainnya masih disandera
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
KKB Ndugama Sandera 9 Mama-Mama dan Anak Perempuan Jila, TNI Kerahkan Operasi Pencarian Besar-besaran di Mimika Papua
Indonesia
TNI AL Kerahkan KRI dr. Soeharso-990 ke NTT, Bawa Fasilitas Medis Lengkap
TNI AL mengerahkan KRI dr. Soeharso-990 ke NTT untuk mendukung layanan kesehatan pascagempa.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
TNI AL Kerahkan KRI dr. Soeharso-990 ke NTT, Bawa Fasilitas Medis Lengkap
Indonesia
BNPB Perkuat Satgas Udara Karhutla, Lima Pesawat TNI AU Bergerak ke Kalimantan
Lima pesawat TNI AU diberangkatkan dari Malang untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di Kalimantan. Total 52 pesawat dikerahkan di enam provinsi.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
BNPB Perkuat Satgas Udara Karhutla, Lima Pesawat TNI AU Bergerak ke Kalimantan
Indonesia
Pesawat Airbus dan Hercules TNI-AU Angkut Ribuan Kilogram Bantuan dan Dokter Militer ke Lokasi Bencana Flores, NTT
Operasi itu ditujukan agar kebutuhan pangan dan bantuan lainnya dapat segera diterima masyarakat terdampak bencana
Dwi Astarini - Rabu, 19 Agustus 2026
Pesawat Airbus dan Hercules TNI-AU Angkut Ribuan Kilogram Bantuan dan Dokter Militer ke Lokasi Bencana Flores, NTT
Indonesia
TNI AU Siagakan 6 Pesawat Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT
TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyiagakan enam pesawat angkut untuk mempercepat pengiriman bantuan logistik bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Yusuf Abdillah - Rabu, 19 Agustus 2026
TNI AU Siagakan 6 Pesawat Angkut Logistik untuk Korban Gempa NTT
Indonesia
DPR Terima Surat Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara, Ini Spesifikasi Kapal Perang Itu
Kapal dibuat oleh Galangan Kapal Uljanic Yugoslavia Tahun 1981 dengan bobot 1.850 ton.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
DPR Terima Surat Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara, Ini Spesifikasi Kapal Perang Itu
Indonesia
TNI Kaji Tol Probolinggo-Banyuwangi Buat Landasan Pesawat Tempur Saat Darurat
Kajian mencakup kesiapan teknis dan aspek keselamatan serta keamanan sebelum ruas jalan tertentu dapat ditetapkan untuk digunakan sebagai landasan alternatif.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 12 Agustus 2026
TNI Kaji Tol Probolinggo-Banyuwangi Buat Landasan Pesawat Tempur Saat Darurat
Indonesia
TNI-AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkoba, DPR Tuntut Perketat Pengawasan Jalur Laut
Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan patroli secara konsisten di wilayah perairan Indonesia.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
TNI-AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Narkoba, DPR Tuntut Perketat Pengawasan Jalur Laut
Bagikan