Pemkot Yogyakarta Gelar Rapid Test Acak ke Siswa dan Guru

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 10 November 2021
Pemkot Yogyakarta Gelar Rapid Test Acak ke Siswa dan Guru

Para santri dan siswa Kota Yogyakarta divaksinasi COVID-19. (Humas Pemkot Yogyakarta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kota Yogyakarta akan menggelar rapid test antigen kepada siswa dan guru yang sudah melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka. Pemeriksaan dilakukan secara acak ke sekolah untuk mencegah timbulnya klaster COVID-19.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menjelaskan, tes antigen di sekolah dilakukan sebagai upaya memperkuat testing kasus COVID-19 di kota tersebut.

“Karena pembelajaran tatap muka sudah diperbolehkan, maka dibutuhkan penguatan testing untuk memastikan tidak ada penularan kasus di sekolah. Caranya dengan melakukan sampling antigen ke siswa dan guru,” kata Haryadi di Yogyakarta, Selasa (9/11)

Baca Juga:

BPBD Kota Yogyakarta Imbau Warga Waspadai Longsor Talud Usai Hujan Deras

Menurut dia, sampling antigen tersebut dilakukan karena pembelajaran tatap muka sudah dilakukan cukup lama dan siswa serta guru berasal dari lingkungan yang berbeda-beda, kemudian berkumpul di sekolah untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.

“Tentunya, ada risiko penularan walaupun seluruh kegiatan di sekolah sudah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Dengan memperbanyak testing, Haryadi berharap, seluruh warga di sekolah baik siswa dan guru serta karyawan lain menjadi semakin yakin bahwa lingkungan belajar dalam kondisi aman atau tidak terjadi penularan.

Seluruh kegiatan sampling kepada guru dan siswa akan diampu oleh puskesmas terdekat dari sekolah.

“Kami memiliki persediaan antigen yang cukup. Namun, kami juga sedang berupaya untuk menggunakan metode tes lain. Tidak dengan mengambil sampel di saluran pernafasan, tetapi dari air liur agar lebih nyaman dan tidak menimbulkan rasa trauma atau ketakutan,” katanya.

Baca Juga:

Komnas HAM Selidiki Dugaan Penyiksaan Napi di Lapas Narkotika Yogyakarta

Jika dari tes antigen diperoleh hasil reaktif, maka akan dilanjutkan dengan swab PCR untuk penegakan diagnosis.

“Tentunya, kami juga akan meminta izin orang tua,” katanya.

Sementara itu, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Kota Yogyakarta Sisruwadi mengatakan, rencana sampling antigen ke siswa dan guru akan dilakukan pekan ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Emma Rahmi Aryani mengatakan, sampling antigen akan dilakukan kepada 30 siswa dan tiga guru dari setiap sekolah.

“Metodenya sampling. Nanti akan ada petugas dari puskesmas yang datang ke sekolah,” katanya.

Ia pun memastikan memiliki persediaan rapid test antigen yang cukup, sekitar 40.000 buah.

“Tentunya, akan ada evaluasi dari pelaksanaan sampling ini. Misalnya ditemukan hasil reaktif, maka akan ditindaklanjuti dengan testing dan tracing yang lebih banyak,” katanya. (Patricia Vicka/Yogyakarta)

Baca Juga:

Vaksinasi COVID-19 Anak di bawah 12 Tahun, Pemkot Yogya Tunggu Arahan Teknis Pusat

#Vaksinasi #COVID-19 #Yogyakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Pengunjung melihat berbagai koleksi alat musik Gamelan milik Mbah Maridjan yang terdampak erupsi di Museum Mbah Maridjan Desa Kinarejo, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Berita Foto
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Wisatawan menyusuri bagian dalam Bunker Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, Kinarejo, Desa Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/26).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Berita Foto
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Pengunjung berbincang dengan petugas saat kunjungan ke Griya Batik Jogja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Setelah hasil pemeriksaan oleh tim lapangan menyatakan semua lintas dan jalur KA aman, seluruh kereta api telah melanjutkan perjalanannya kembali.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Bantul Gempa Magnitudo 3,6, 20 KA Daops 6 Yogyakarta Berhenti Luar Biasa
Lifestyle
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
Indonesia
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
QS Best Student Cities 2027 menempatkan Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya dalam 10 kota dengan biaya studi termurah dunia. Jakarta juga masuk daftar kota pelajar terbaik global.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Yogyakarta, Bandung, Surabaya Masuk 10 Kota Pelajar Biaya Hidup Termurah Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Bagikan