MerahPutih.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan rencana pemindahaan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa. Keputusan ini hasil dari rapat terbatas (ratas) antara pemerintah dengan kepala daerah.
Urban Planner, Sibarani Sofyan mengatakan pemindahan ibu kota itu tidak mudah terealisasi dan harus direncanakan secara matang-matang.
Menurut dia ada beberapa langkah yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia agar pemindahan ibu kota dapat terealisasi.
Kata dia, pemindahan administrasi negara dan kementerian akan memberi banyak geliat ekonomi, tapi tanpa daya dukung infrastruktur airport atau bandar udara, jalan bebas hambatan (jalan tol) dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai, akan sangat sulit terlaksana.
Sofyan menuturkan, pemindahan ibu kota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa merupakan kesempatan super langka yang membuat perencanaan dan perancangan kota dari nol.
Maka, menurut dia, pengalihan ibu kita ini menjadi kesempatan untuk mengerahkan ide-ide terbaik anak bangsa dan kalau perlu kolaborasi dengan ahli-ahli dunia terbaik.
"Pertimbangkan semua aspek, hitung-hitung resiko dan cari solusi terhadap semua isu-isu yang akan timbul. Jangan lupa kota berkarakter Indonesia," kata Sofyan kepada MerahPutih.com, Senin (29/4).
Kemudiam, Sofyan mengunkapkan, rencana pemindahan ibu kota membutuhkan kemampuan dan kecerdikan dalam eksekusi. Namun, kata Sofyan, sebelum menyampaikan ke publik harusnya pemerintah memiliki lahan atau lokasi yang tepat untuk pengganti Jakarta.
"Yakinkan lahan sudah bisa dikuasai sebelum rencana dibeberkan, buatkan landasan peraturan yang mumpuni. Bentuk tim avenger yang bisa eksekusi dan bentuk kemitraan strategis dengan semi government, swasta dan daerah," tuturnya. (Asp)