MerahPutih.com - Kinerja DPRD DKI Jakarta yang berlarut-larut menyelesaikan proses pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta mendapatkan sorotan tajam publik. Pasalnya, saat ini proses pemilihan pendamping Anies masih mandek di Rapimgab penyesahan tata tertib (tatib).
Anggota Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta, Mujahid Samal secara terang-terangan mengatakan jika pimpinan DPRD lah yang bertanggungjawab atas berlarut-larutnya pemilihan pengganti Sandiaga Uno di kursi DKI 2.
Baca Juga: Anies Berharap Pemilihan Wagub DKI Tidak Ditunda Sampai Tahun Depan
Menurut Samal, bila pentolan Parlemen Kebon Sirih itu sungguh-sungguh berniat merampungkan pemilihan kursi DKI 2 dalam waktu seminggu juga bisa dituntaskan.
"Semua kembali kepada pimpinan dewan. Kalau punya niat baik seminggu bisa Selesai," kata Samal kepada MerahPutih.com, Jumat (9/8).
Samal pun menilai saat ini pemimpin DPRD DKI masih sibuk dengan kerjanya masing-masing. Hingga 3 kali Rapimgab batal digelar dengan segala alasan.
Baca Juga: Golkar Usulkan Pemilihan Wagub DKI Dilakukan Anggota DPRD Baru
Sedianya agenda awal pelaksanaan Rapimgab pada Rabu 10 Juli 2019, namun batal dilaksanakan karena banyak pimpinan fraksi DPRD yang tidak hadir. Diundur hingga Senin 15 Juli.
Di tanggal 15 Juli 2019, Rapimgab batal kembali digelar dengan alasan tidak kuorum. Aturan kuorum rapimgab itu yakni 50 persen plus 1 dari jumlah pimpinan DPRD, pimpinan fraksi, dan pimpinan komisi atau sebanyak 59 orang.
Rapat dianggap kuorum jika dihadiri minimal 31 orang. Sementara itu, rapimgab kedua hanya dihadiri 17 orang. Rapimgab tersebut akhirnya ditunda.
Baca Juga: Ketakutan Haji Lulung Ketika Jabatan Wagub DKI Terus Melompong
Kemudian, pada 16 Juli 2019 rapimgab tatib tersebut kembali batal digelar karena ada beberapa pihak yang tak bisa hadir
"Tapi Swmua masih masih pada punya kepentingan Makanya Rapimgab saja susaah krna tdk kouruj akibat ketidaak hadiran ketua Dan empat wakil Ketua. Punya niat baik atau tidak untuk Jakarta," tutup dia. (Asp)