Pemerintah Jepang Keberatan Warganya Disebut Penyebar Virus Corona

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 10 Maret 2020
Pemerintah Jepang Keberatan Warganya Disebut Penyebar Virus Corona

Warga memeriksakan kesehatan di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa (3/3/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Jepang keberatan saat ada stigma bahwa salah satu warga negaranya disebut menyebarkan virus corona. Hal ini berkaca dari adanya penyebaran pertama yang bersumber dari warga mereka.

Dubes Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii menyatakan, warga negaranya yang tinggal di Indonesia bukan sumber penyebaran virus corona.

Baca Juga:

Status 2 Pasien di Indonesia Batal Positif Corona, Kok Bisa?

"Warga negara Jepang yang tinggal di Indonesia bukan merupakan sumber penyebaran virus corona, melainkan sahabat Indonesia," Masafumi Ishii, melalui akun IG-nya, Selasa (10/3).

Ishii menekankan bahwa Jepang mendukung kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia terkait pencegahan penyebaran virus corona.

Sejak kasus virus corona bertambah di dalam negeri, pemerintah memutuskan melarang pendatang dari kota-kota sumber penyebaran virus corona di Korea Selatan, Iran, dan Italia untuk masuk dan transit di Indonesia.

"Mari kita bersama-sama berupaya menanggulangi isu virus corona. Gotong Royong! Kerja Bersama! Maju Bersama!" tegasnya.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (FOTO ANTARA/Indra Arief)
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (FOTO ANTARA/Indra Arief)

Ishii sepakat dengan pernyataan Presiden Jokowi terkait yang dikhawatirkan perihal corona. Yakni bahaya hoaks.

"Seperti yang telah disampaikan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo, yang harus dikhawatirkan adalah berita-berita hoaks dan reaksi berlebihan," ucap Ishii.

Menurut juru bicara pemerintah Indonesia soal penanganan corona sekaligus Dirjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto, asal negara kedua WNA tersebut memang sengaja tidak disebutkan, sesuai dengan permintaan kedutaan yang bersangkutan.

"Permintaan kedutaan tidak diumumkan negaranya mana. Kami sempat dikomplain oleh salah satu kedutaan karena muncul diskriminasi masyarakat terhadap warga negara dari negara itu," kata Yuri kepada wartawan.

Baca Juga:

Sejumlah Wilayah di Italia 'Dikunci' Akibat Wabah Virus Corona

Menurutnya, akibat diskriminasi yang muncul tersebut, warga negara dari negara tersebut sempat diteriaki sebagai pembawa virus COVID-19. Hal inilah yang membuat pihak kedutaan merasa kurang nyaman.

"Ini yang membuat kedutaan negara sahabat ini protes ke saya dan meminta negara yang lain tidak diumumkan nasionalitasnya," tuturnya.

Yuri memastikan, pihaknya telah berkomunikasi dengan kedutaan dua WNA yang positif corona di Indonesia tersebut. Pihak kedutaan juga telah berkomunikasi dengan kedua pasien sesuai prosedur yang berlaku sambil menunggu hasil tes laboratorium.

"Kami masih menunggu cek lab lebih lanjut dari perkembangan hari per hari, termasuk dua WNA sudah kami sampaikan ke kedutaan. Kondisi stabil dan kedutaan sudah tahu," kata Yuri. (Knu)

Baca Juga:

Dokter Achmad Yurianto Promosi Jabatan 2 Kali dalam 7 Hari, Gara-Gara Corona?

#Virus Corona #Jepang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Dunia
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, melonjak menjadi 28 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah, 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Dunia
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, menewaskan 17 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah. 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terbatas.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Indonesia
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Memperluas akses pekerja Indonesia memperoleh kesempatan bekerja di Jepang melalui jalur yang legal, aman, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Indonesia
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Jumlah personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) yang dikerahkan untuk penanganan gempa di Prefektur Kumamoto ditingkatkan menjadi 4.600 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Dunia
Korban Tewas Sementara Gempa Jepang 13 Orang, Ratusan Terjebak Reruntuhan Mal Aeon
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, menewaskan 13 orang. Mall Aeon ambruk, puluhan terjebak, 200 orang selamat. Pemerintah bentuk satuan tugas darurat.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
Korban Tewas Sementara Gempa Jepang 13 Orang, Ratusan Terjebak Reruntuhan Mal Aeon
Dunia
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Mencapai Ratusan
Sejumlah penumpang kereta cepat juga dilaporkan mengalami luka-luka saat gempa terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Mencapai Ratusan
Dunia
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Diduga Tewas dalam Ledakan Mal
Gempa dahsyat itu menyebabkan sejumlah orang terjebak dan diduga tewas akibat ledakan di sebuah pusat perbelanjaan yang sebagian bangunannya runtuh.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Diduga Tewas dalam Ledakan Mal
Dunia
Gempa Bumi Magnitude 7,1 Guncang Wilayah Kyushu, Jepang, Peringatan Tsunami dengan Gelombang 1 Meter
Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga mengeluarkan peringatan tsunami dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 1 meter setelah gempa terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Bumi Magnitude 7,1 Guncang Wilayah Kyushu, Jepang, Peringatan Tsunami dengan Gelombang 1 Meter
Dunia
Gempa M 7,1 Kumamoto Jepang Picu Peringatan Tsunami, Listrik 48 Ribu Rumah Padam
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, memicu peringatan tsunami dan menyebabkan pemadaman listrik di 48 ribu rumah.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa M 7,1 Kumamoto Jepang Picu Peringatan Tsunami, Listrik 48 Ribu Rumah Padam
Bagikan