MerahPutih.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7) sore waktu setempat.
Guncangan kuat ini memicu peringatan tsunami di Laut Ariake dan Laut Yatsushiro. Menurut Badan Meteorologi Jepang (JMA) dilansir Antara, gempa terjadi pukul 16.27 dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.
Intensitas guncangan mencapai skala 7 – level maksimum pada skala seismik Jepang – di Kota Uki dan Kota Hikawa, serta skala upper 6 di wilayah sekitarnya.
Baca juga:
Gempa Jepang M 7,4 Guncang Timur Laut, Tsunami Diperkirakan Segera Tiba
Pemadaman Listrik 48 Ribu Rumah di Prefektur Kumamoto
Imbas dari gempa itu menyebabkan pemadaman listrik di sekitar 48 ribu rumah tangga Prefektur Kumamoto. Kantor pemadam kebakaran setempat melaporkan sejumlah orang mengalami luka-luka akibat guncangan.
Perusahaan listrik Kyushu Electric Power menyebut pemadaman listrik meluas di Prefektur Kumamoto, sementara getaran juga terasa di prefektur tetangga:
-
Kagoshima: upper 5
-
Fukuoka & Saga: lower 5
2 PLTN Aman
Pascagempa, Kyushu Electric Power memastikan tidak ada kejanggalan operasional maupun kerusakan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir PLTN Sendai (Kagoshima) dan PLTN Genkai (Saga).
Namun, Pemerintah Jepang tetap menekankan pemantauan ketat terhadap fasilitas vital untuk memastikan keselamatan publik.
Baca juga:
BMKG Ungkap Tsunami Akibat Gempa Jepang Tidak Berdampak ke Indonesia
Pulau Kyushu Masuk Wilayah Paling Rawan Gempa di Jepang
Pulau Kyushu dikenal sebagai salah satu wilayah rawan gempa di Jepang. Intensitas skala 7 yang tercatat kali ini termasuk kategori paling parah, dengan potensi kerusakan signifikan pada infrastruktur dan bangunan.

