Dokter Achmad Yurianto Promosi Jabatan 2 Kali dalam 7 Hari Gara-Gara Corona

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Selasa, 10 Maret 2020
Dokter Achmad Yurianto Promosi Jabatan 2 Kali dalam 7 Hari Gara-Gara Corona

Dirjen P2P Kemenkes sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dr Achmad Yurianto (tengah). Foto: ANTARA/ Muhammad Zulfikar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Nama dr Achmad Yurianto kerap meramaikan pemberitaan tentang penyebaran virus corona di Indonesia sejak awal Februari. Namun tak hanya itu, dokter berlatar belakang militer itu ternyata mendapatkan promosi jabatan sampai dua kali dalam waktu kurang dari setengah bulan.

Promosi pertama didapat dokter yang akrab disapa Yuri itu pada 3 Maret 2020 lalu. Saat itu, Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk dia sebagai Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan virus corona jenis baru COVID-19.

Baca Juga:

Karier Jubir Pemerintah Kasus Corona dr Yurianto, Dokter Militer yang Lupa Rumah

Berdasarkan catatan MerahPutih.com, nama Yuri mulai akrab berkomunikasi dengan para pewarta dari berbagai media nasional maupun internasional semenjak Pemerintah Indonesia memulangkan 238 WNI yang berada di Provinsi Hubei, Tiongkok pada Februari lalu. Yuri merupakan salah seorang yang mengkoordinasikan proses pemulangan dan observasi kesehatan selama 14 hari para WNI dari Tiongkok di Pulau Natuna, Minggu (2/2).

Sosialisasi kesiapsiagaan menghadapi infeksi penyakit virus corona (Covid-19) di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2020). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Sosialisasi kesiapsiagaan menghadapi infeksi penyakit virus corona (Covid-19) di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2020). (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Tak berselang lama setelah penunjukkan sebagai Jubir 3 Maret, dr Yuri kembali mendapat promosi kedua naik jabatan menjadi Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Dirjen P2P) Kementerian Kesehatan. Sosok kelahiranMalang Jawa Timur 11 Maret 1962 itu sebelumnya menjabat Sekretaris Ditjen P2P.

Dilansir dari laman resmi Kemenkes Selasa (10/3), Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memimpin langsung upacara pelantikan Yuri sebagai Dirjen P2P di kantor Kemenkes, Senin (9/2) kemarin, alias 7 hari setelah dokter militer itu ditunjuk sebagai Jubir Pemerintah dalam kasus virus corona. Kenaikan jabatan ini sekaligus menegaskan posisi Yuri sebagai pejabat golongan eselon 1 kelas A di Kemenkes.

Baca Juga:

Pemerintah Bakal Bangun Rumah Sakit Khusus Virus Corona

Yuri sempat menegaskan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) bakal menjadi program andalannya di jabatannya yang baru. Menurut dia, Germas bukan lagi soal sosialisasi tetapi harus jadi budaya sebagai 'kapal utama' untuk menjaga Indonesia dari ancaman penyakit menular. "Kalau kapal Germasnya tidak kuat yang akhirnya muncul itu penyakit," tegas dia.

Menurut Yuri, saat masih banyak masalah kesehatan yang harus diselesaikan seperti DBD,TBC Malari dan termasuk soal munculnya virus corona COVID-19 di Indonesia. Mau tak mau harus diakui moncernya karier Yuri memang tidak lepas dari kasus corona COVID-19 yang mulai merambah Indonesia.

jubir pemerintah corona
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (7/3/2020). (FOTO ANTARA/Indra Arief)

Apalagi, Presiden Jokowi telah memercayakan Yuri untuk menyampaikan berbagai informasi terkait wabah virus corona COVID-19 yang ada di Indonesia. Bahkan di hari pertama menjabat sebagai Dirjen P2P kemarin, dia masih sempat mengumumkan tambahan 13 kasus baru pasien virus corona, sehingga total kini ada 19 orang yang positif terjangkit COVID-19 di Indonesia.

Baca Juga:

Pasien Positif Virus Corona di Indonesia Bertambah Drastis Jadi 19

Karier Yuri sebagai dokter berawal ketika lulusan S1 Kedokteran Universitas Airlangga pada 1990. Dia memulai karier militernya sebagai Perwira Utama Kesehatan Daerah Militer V Brawijaya pada 1987, kemudian berpindah di Kesehatan Daerah Militer IX Udayana Bali pada 1991. Tahun yang sama, dia menjalani misi sebagai dokter Batalyon Infanteri 745/Sampada Yudha Bakti yang ditugaskan ke Dili Timor Timur.

Karier militer Yurianto terus menanjak hingga diangkat menjadi Wakil Kepala Rumah Sakit tingkat II Dustira Bandung Jawa Barat pada 2006, kemudian sebagai Wakil Kepala Kesehatan Daerah Militer IV Diponegoro Semarang pada 2008, sebagai Kepala Kesehatan Daerah Militer XI Pattimura Ambon Maluku pada 2009, dan Kepala Dinas Dukungan Kesehatan Operasi Pusat Kesehatan TNI pada 2011.

Pada 2015, Yurianto diminta Menteri Kesehatan Nila Moeloek untuk menempati posisi Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan hingga tengah tahun 2019. Sejak saat itu karienya terus naik hingga kemarin resmi menduduki jajaran eselon 1 Kementerian untuk jabatan Dirjen P2P. (*)

Baca Juga:

Beda ODP, Pasien dalam Pengawasan, dan Suspect Virus Corona

#Virus Corona #Kemenkes
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Program Sejuta Vaksin merupakan kerja sama KORPRI seluruh Indonesia dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pihak dalam upaya mencegah kanker serviks.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 18 Agustus 2026
Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks Bakal Diperluas ke Seluruh Indonesia
Indonesia
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah meminta Kemenkes membenahi sistem komunikasi pelayanan pasien menyusul kasus Yurizal Tri Chaerawan yang viral.
Wisnu Cipto - Minggu, 09 Agustus 2026
Kasus Pasien BPJS Yurizal Viral, DPR Tegur Kemenkes Benahi Pola Gaya Komunikasi Nakes
Indonesia
Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Menkes: Nakes Tidak Boleh Nirempati
"Saya rasa semua profesi yang melayani masyarakat, terutama nakes, enggak boleh ada yang nirempati seperti itu," ujar Budi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Viral Komentar Nakes ke Pasien BPJS, Menkes: Nakes Tidak Boleh Nirempati
Indonesia
60 Persen Penduduk Indonesia Rentan Terkena Hepatitis B, Terinfeksi Pada Masa Remaja
Selama penularan horizontal masih berlangsung, mereka tetap berisiko terinfeksi pada masa remaja maupun dewasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 Juli 2026
60 Persen Penduduk Indonesia Rentan Terkena Hepatitis B, Terinfeksi Pada Masa Remaja
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Kemenkes ungkap hasil investigasi kematian dr. Zulfikar peserta internsip di Lampung Timur. Disebut akibat penyakit sensitif, bukan beban kerja atau perundungan.
Wisnu Cipto - Jumat, 24 Juli 2026
Kemenkes Tepis Isu dr Zulfikar Magang IDI Meninggal Akibat Bully, Tapi Penyakit Sensitif
Indonesia
Gigi Berlubang, Anemia, Darah Tinggi, Impaksi dan Obesitas Dialami Siswa Indonesia
Beberapa jenis pemeriksaan yang dilakukan pada anak yaitu tingkat aktivitas fisik, anemia pada remaja putri, pemeriksaan mata, telinga, gigi, hingga kejiwaan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 23 Juli 2026
Gigi Berlubang, Anemia, Darah Tinggi, Impaksi dan Obesitas Dialami Siswa Indonesia
Indonesia
Menkes Kritik Mekanisme Blokir Anggaran Kemenkeu: jangan Dibilang Dikasi kalau tak Bisa Dipakai
Penyerapan anggaran Kemenkes rendah karena dipengaruhi pemblokiran anggaran senilai Rp 12,3 triliun.
Dwi Astarini - Selasa, 21 Juli 2026
Menkes Kritik Mekanisme Blokir Anggaran Kemenkeu: jangan Dibilang Dikasi kalau tak Bisa Dipakai
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Indonesia
Menkes Buka-Bukaan Penghasilan Dokter Ada yang Setara Tukang Parkir, Cuma Ratusan Ribu
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap fakta mengejutkan soal ketimpangan penghasilan dokter di Indonesia yang bagaikan bumi dengan langit.
Wisnu Cipto - Kamis, 25 Juni 2026
Menkes Buka-Bukaan Penghasilan Dokter Ada yang Setara Tukang Parkir, Cuma Ratusan Ribu
Bagikan