Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pemerintah Diminta Ambil Saham Mayoritas BCA, Komisi XI DPR: Jangan Bikin Gaduh

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 20 Agustus 2025
Pemerintah Diminta Ambil Saham Mayoritas BCA, Komisi XI DPR: Jangan Bikin Gaduh

Pemerintah diminta ambil saham mayoritas BCA. Foto: Dok. BCA

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pernyataan ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Sasmito Hadinegoro, yang mendorong Presiden RI, Prabowo Subianto, mengambil alih 51 persen saham BCA untuk menyelamatkan uang negara terkait skandal BLBI, menuai sorotan dari publik.

Anggota Komisi IX DPR RI, Tommy Kurniawan, meminta semua pihak tidak melontarkan pernyataan yang hanya memicu kegaduhan dan memperburuk iklim investasi di tengah ketidakpastian global.

“Realisasi investasi mencapai Rp465,2 triliun, tumbuh 15,9% dibandingkan periode sebelumnya. Iklim investasi sedang bagus di tengah situasi global yang serba tidak pasti. Karena itu, kita wajib menjaganya dan jangan sampai ada pernyataan yang menimbulkan kegaduhan, terutama terkait sektor perbankan nasional,” kata Tommy dalam keterangannya, Rabu (20/8).

Baca juga:

BEI Belum Mau Hapus Saham Sritex, Meskipun Sudah Masuk Kriteria Delisting

Ia menilai, pengamat seharusnya tidak asal melempar isu lama seperti kasus BLBI dan mengaitkannya dengan bank swasta, dalam hal ini BCA.

"Pernyataan agar pemerintah mengambil alih saham mayoritas BCA perlu dipertanyakan maksud dan tujuannya. Itu justru bisa mengganggu stabilitas keuangan dan iklim investasi kita,” ujarnya.

Tommy menambahkan, persoalan BLBI adalah masalah lama yang sudah ditangani pemerintah bersama pihak terkait, termasuk para pemegang saham. Karena itu, menurutnya, tidak perlu lagi diangkat dengan cara yang justru meresahkan publik.

“Pemerintah pasti sudah memahami duduk persoalan ini. Yang kita butuhkan sekarang adalah menjaga stabilitas ekonomi yang sedang tumbuh baik, bukan membuat gaduh dengan isu-isu yang mengkhawatirkan masyarakat, nasabah, maupun investor,” tandasnya. (Pon)

Baca juga:

Modus Transaksi Judol Penerima Bansos Terbanyak Pakai Aplikasi Dana, Sisanya BCA dan 3 Bank BUMN

#Komisi XI DPR #Harga Saham #Pemerintah RI #Bank BCA
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Longsor Tertekan Konflik AS-Iran, Intip Sektor Saham Paling Merana dan Penguasa Top Gainers
Aktivitas perdagangan hari ini membukukan 1.955.000 kali transaksi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 Juli 2026
IHSG Longsor Tertekan Konflik AS-Iran, Intip Sektor Saham Paling Merana dan Penguasa Top Gainers
Indonesia
IHSG Anjlok Tertekan Rupiah! Pelaku Pasar Modal Kompak Wait and See Arah Suku Bunga The Fed
Total frekuensi perdagangan mencapai 1,65 juta kali transaksi dengan volume 24,09 miliar lembar saham
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
IHSG Anjlok Tertekan Rupiah! Pelaku Pasar Modal Kompak Wait and See Arah Suku Bunga The Fed
Indonesia
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Tercatat Indeks Nikkei menguat 0,66 persen menuju 65.038,00, sementara Indeks Shanghai melesat 1,15 persen ke level 3.858,25
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Indonesia
Gubernur BI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Tertekan Pertemuan The Fed dan Isu Suku Bunga Global
Fokus perhatian pasar juga tertuju pada pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Gubernur BI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Tertekan Pertemuan The Fed dan Isu Suku Bunga Global
Indonesia
IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket
Serangan kelompok Houthi sokongan Iran terhadap dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah memperburuk distribusi minyak global
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket
Indonesia
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Perbandingan menunjukkan posisi sebelumnya berada di level Rp17.936 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Indonesia
IHSG Mengamuk di Sesi I, Sektor Energi dan Emas Terbang Bebas Disulut Konflik Panas Timur Tengah
Kenaikan harga minyak mentah dan aset emas di pasar internasional menjadi pemicu utama gairah transaksi para pemodal
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
IHSG Mengamuk di Sesi I, Sektor Energi dan Emas Terbang Bebas Disulut Konflik Panas Timur Tengah
Olahraga
Konsorsium Investor Ajak Jeff Bezos Akuisisi Saham Liverpool, FSG Buka Peluang?
Bos Amazon, Jeff Bezos, ditawari untuk membeli saham Liverpool. Namun, hal ini masih dalam kajian.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
Konsorsium Investor Ajak Jeff Bezos Akuisisi Saham Liverpool, FSG Buka Peluang?
Indonesia
IHSG Bergerak Galau Menanti Keputusan Suku Bunga BI Saat Pemerintah dan DPR Matangkan Regulasi Pusat Finansial Internasional
Pada saat bersamaan, DPR RI bersama pemerintah mematangkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) guna menarik dana family office global
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Juli 2026
IHSG Bergerak Galau Menanti Keputusan Suku Bunga BI Saat Pemerintah dan DPR Matangkan Regulasi Pusat Finansial Internasional
Indonesia
IHSG Mengamuk Kejar Level 6.300, Penguatan Saham LQ45 Jadi Penyelamat Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian
Ancaman eskalasi konflik Amerika Serikat kontra Iran memperkeruh stabilitas harga minyak mentah dunia
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
IHSG Mengamuk Kejar Level 6.300, Penguatan Saham LQ45 Jadi Penyelamat Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian
Bagikan