IHSG Berpotensi Volatil, Kebijakan Ekspor Satu Pintu Kaburkan Kepercayaan Investor Pasar Saham

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
IHSG Berpotensi Volatil, Kebijakan Ekspor Satu Pintu Kaburkan Kepercayaan Investor Pasar Saham

Ilustrasi (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (21/5) pagi mencatat pergerakan volatil akibat pengaruh sentimen domestik serta global.

Pembukaan perdagangan menunjukkan IHSG menguat 47,99 poin atau 0,76 persen menuju posisi 6.366,49, sementara kelompok 45 saham unggulan (Indeks LQ45) menanjak 4,28 poin atau 0,68 persen ke level 634,96.

IHSG diperkirakan masih bergerak volatil dalam jangka pendek,

sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas, Kamis (21/5).

Dampak Kebijakan Ekspor BUMN dan Suku Bunga BI

Baca juga:

Harga Emas Terbaru 21 Mei 2026: Mana yang Lebih Murah, Antam, UBS, atau Galeri24?

Perdagangan kemarin memperlihatkan IHSG sempat mengalami rebound menjelang pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR. Namun, sentimen berbalik negatif setelah pemerintah mengumumkan rencana tata kelola ekspor satu pintu komoditas strategis melalui BUMN ekspor.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran investor mengenai potensi intervensi pemerintah, perubahan mekanisme perdagangan, serta risiko penurunan fleksibilitas pelaku usaha sektor batu bara dan minyak kelapa sawit (CPO).

Dari sisi makroekonomi, Bank Indonesia (BI) melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) secara mengejutkan menaikkan BI-Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Langkah agresif ini bertujuan menstabilkan nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal serta peningkatan volatilitas global akibat tensi geopolitik Timur Tengah.

Kebijakan tersebut berhasil mendorong penguatan rupiah, tetapi kenaikan suku bunga ini meningkatkan kekhawatiran baru terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik serta pembengkakan biaya pendanaan (cost of funding) korporasi.

Pengaruh Sentimen Global dan Pergerakan Bursa Internasional

Sentimen mancanegara mencatat penurunan harga minyak dunia lebih dari 5 persen setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan pernyataan mengenai kemajuan negosiasi AS dengan Iran.

Pernyataan ini memicu harapan meredanya risiko geopolitik Timur Tengah sekaligus berpotensi menurunkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut mendorong imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10 tahun turun lebih dari 9 bps setelah sempat mencapai level tertinggi multi-tahun.

Meskipun bursa saham AS membaik, risalah rapat The Fed tetap menunjukkan nada ketat (hawkish). Mayoritas pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan jika inflasi tetap tinggi akibat konflik geopolitik dan kenaikan harga energi.

Penguatan bursa Wall Street memberi ruang positif bagi aset berisiko global, namun volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi akibat ketidakpastian suku bunga AS.

Baca juga:

IHSG Hari Ini Ambles ke 6.352, Saham Unggulan LQ45 Malah Meroket Tipis

Pada perdagangan Rabu (20/5), bursa saham Eropa mayoritas menguat: Euro Stoxx 50 naik 2,09 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,99 persen, DAX Jerman surplus 1,38 persen, sedangkan CAC 40 Prancis melemah 1,70 persen.

Bursa Wall Street AS juga kompak menghijau: Dow Jones Industrial Average melesat 1,31 persen, S&P 500 naik 1,08 persen, dan Nasdaq Composite terangkat 1,66 persen.

Pagi ini, bursa regional Asia bergerak menguat: indeks Nikkei Jepang meroket 2.158,59 poin (3,61 persen) ke 61.963,00, Shanghai menguat 31,79 poin (0,76 persen) ke 4.193,97, Hang Seng naik 29,88 poin (0,12 persen) ke 25.681,00, dan Strait Times Singapura naik 19,92 poin (0,39 persen) ke posisi 5.064,83.

#Bursa Efek Indonesia (BEI) #IHSG #Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
IHSG Hari Ini Anjlok Parah dan Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Kamis 8 Oktober 2026
Pergerakan IHSG anjlok parah ke level 6.031 dan nilai tukar Rupiah hari ini melemah hingga Rp17.915 per USD. Simak rincian pergerakan pasar selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah dan Rupiah Loyo pada Penutupan Perdagangan Kamis 8 Oktober 2026
Indonesia
IHSG Hari Ini Tancap Gas! Suku Bunga The Fed Batal Naik, Waktunya Borong Saham?
Laju IHSG hari ini sukses melesat berkat meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Cek update pergerakan bursa, proyeksi saham, dan strategi jitu Bank Indonesia di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Tancap Gas! Suku Bunga The Fed Batal Naik, Waktunya Borong Saham?
Indonesia
Awas Tergelincir! Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 6.000, Sentimen Inflasi Jadi Penentu
Prediksi IHSG hari ini bersiap menguji level psikologis 6.000 di tengah tekanan inflasi dan sentimen global. Cek analisis lengkap arah bursa saham di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Awas Tergelincir! Prediksi IHSG Hari Ini Uji Level Psikologis 6.000, Sentimen Inflasi Jadi Penentu
Indonesia
IHSG Hari Ini Dibuka Loyo, Tarik-Ulur Subsidi APBN 2027 dan Suku Bunga Global Bikin Market 'Wait and See'
Prediksi IHSG hari ini diperkirakan bergerak sideways di kisaran 6.000 akibat sentimen wait and see. Simak analisis data inflasi domestik dan efek ekonomi AS di sini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
IHSG Hari Ini Dibuka Loyo, Tarik-Ulur Subsidi APBN 2027 dan Suku Bunga Global Bikin Market 'Wait and See'
Indonesia
IHSG Hari Ini Merah Padam Meski Rupiah Menguat, Ada Apa Sebenarnya?
Cek pergerakan IHSG hari ini yang anjlok 0,83% ke level 6.071,14. Cari tahu juga prediksi IHSG besok, update rupiah, dan analisa tren harga minyak dunia!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
IHSG Hari Ini Merah Padam Meski Rupiah Menguat, Ada Apa Sebenarnya?
Indonesia
Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Wajib Hati-hati Ambil Posisi Jelang Penutupan Kuartal III 2026
Cari tahu prediksi IHSG hari ini yang berpotensi konsolidasi akibat efek penutupan kuartal III 2026. Cek juga analisis lengkap sentimen pengesahan APBN 2027 di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Prediksi IHSG Hari Ini: Investor Wajib Hati-hati Ambil Posisi Jelang Penutupan Kuartal III 2026
Indonesia
Resmi Berlaku, Aturan Harga Saham Terendah Rp1 Bikin IHSG Ambrol? Ini Fakta Sebenarnya
Penasaran kenapa IHSG turun belakangan ini? Temukan fakta dari BEI soal aturan saham Rp1 yang membantah anggapan bahwa saham 'gocap' jadi penyebab utama.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
Resmi Berlaku, Aturan Harga Saham Terendah Rp1 Bikin IHSG Ambrol? Ini Fakta Sebenarnya
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Mengekor Bursa Global, Benarkah Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok?
IHSG anjlok hari ini terseret tren negatif bursa saham Asia dan global. Cari tahu penyebab IHSG turun, mulai dari sentimen The Fed hingga efek harga minyak di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 29 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Mengekor Bursa Global, Benarkah Suku Bunga The Fed Jadi Biang Kerok?
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
IHSG hari ini melemah akibat sentimen pemberlakuan harga saham terendah Rp1 oleh BEI. Simak analisis pergerakan IHSG, nasib saham gocap, dan sentimen global di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
Indonesia
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Laju IHSG hari ini ditutup melemah mengekor bursa saham Asia. Ketahui penyebab utama IHSG turun, mulai dari tensi geopolitik hingga daftar saham top gainers & losers di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Bagikan