Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat (5/6) pagi langsung bergerak volatil, mencoba bertahan di zona hijau saat gempuran sentimen domestik serta global.
Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG Jumat pagi menguat tipis 6,71 poin atau 0,11 persen ke posisi 5.846,49. Sebaliknya, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 tergelincir turun 1,38 poin atau 0,24 persen ke posisi 579,54.
Selama IHSG mampu bertahan di atas area 5.644-5.600, peluang penguatan menuju 6.000-6.050 hingga 6.181-6.230 masih terbuka. Sebaliknya, jika area 5.644 kembali ditembus, risiko pelemahan lanjutan menuju 5.500 perlu diwaspadai,
Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata
Minyak Dunia Ambles Tengah Ancaman Tarif Trump
Sentimen luar negeri menunjukkan perbaikan selera risiko investor setelah koreksi tajam harga minyak mentah meredakan kekhawatiran inflasi jangka pendek.
Penurunan biaya energi ini memicu rotasi dana global menuju sektor defensif dan finansial. Di sisi lain, pemerintahan Amerika Serikat pimpinan Donald Trump membawa ketidakpastian baru lewat rencana investigasi dagang tambahan.
Rincian indikator pasar global dan regional:
-
Harga Minyak Mentah: Brent bertengger di level 95,62 dolar AS per barel, sedangkan WTI berada pada posisi 93,30 dolar AS per barel.
-
Kebijakan Dagang AS: Donald Trump menghormati batas tarif Uni Eropa dan Jepang, namun membuka investigasi Section 301 terkait dugaan praktik kerja paksa mitra dagang.
-
Bursa Saham Eropa (Kamis): Euro Stoxx 50 melesat 0,81 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,50 persen, DAX Jerman tumbuh 0,60 persen, CAC 40 Prancis meroket 1,15 persen.
-
Bursa Saham AS Wall Street (Kamis): Dow Jones naik tajam 1,73 persen, S&P 500 menguat 0,41 persen, namun Nasdaq Composite memerah 0,53 persen.
-
Bursa Saham Regional Asia (Jumat Pagi): Nikkei Tokyo anjlok 1,23 persen, Hang Seng Hong Kong turun 0,62 persen, Strait Times Singapura turun tipis 0,02 persen, sementara Shanghai Composite naik 0,18 persen.
Proyek Pusat Keuangan Internasional dan Pemangkasan Dana MBG
Dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada langkah pemerintah dan DPR merancang Indonesia International Financial Center (IIFC) melalui revisi UU P2SK. Kawasan keuangan khusus ini menjanjikan insentif perpajakan, pengawasan khusus, serta kepastian hukum kilat demi menarik modal asing.
"Namun, efektivitas implementasinya akan sangat bergantung pada desain regulasi, lokasi kawasan, dan kemampuan Indonesia bersaing dengan pusat keuangan regional," kata Liza menjelaskan tantangan IIFC.
Selain proyek IIFC, dinamika domestik datang dari pergeseran strategi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat efisiensi fiskal. Berikut restrukturisasi program menyusul pemotongan anggaran:
-
Pagu Anggaran 2026: Turun menjadi Rp268 triliun dari rencana awal sebesar Rp335 triliun.
-
Fokus Operasional: Memprioritaskan kualitas dan keamanan pangan 27.000 dapur aktif serta memperluas jangkauan wilayah terpencil.
-
Pendanaan Alternatif: Membuka peluang masuknya dana hibah dan Corporate Social Responsibility (CSR) swasta.
Liza menegaskan, perubahan kebijakan tersebut terjadi akibat evaluasi tata kelola pascakasus hukum mantan Kepala Badan Gizi Nasional serta insiden keracunan makanan. Langkah perbaikan ini diperkirakan membuat target perluasan penerima manfaat menjadi lebih moderat.