IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.041, DPR Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Juni 2026
IHSG Anjlok dan Rupiah Tembus Rp18.041, DPR Desak Pemerintah Pulihkan Kepercayaan Investor

Ilustrasi (Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar, mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan investor global.

Desakan tersebut disampaikan menyusul kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 5.644,23 dan pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 18.041,00 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6).

Marwan juga menyoroti derasnya arus modal keluar (capital outflow) yang mencatatkan jual bersih (net sell) hingga Rp 66,20 triliun sepanjang tahun berjalan.

Menurutnya, kondisi tersebut patut menjadi perhatian serius karena terjadi secara spesifik di Indonesia, sementara sejumlah bursa saham negara berkembang lainnya seperti Taiwan dan Vietnam justru mencatatkan pertumbuhan positif.

Investor Mulai Mengurangi Eksposur di Indonesia

"Data menunjukkan bahwa sebenarnya investor global tidak sedang menjauhi pasar negara berkembang, melainkan secara spesifik mengurangi eksposur investasi mereka di Indonesia. Berdasarkan indikator Indonesia ETF (EIDO), kita mencatat return minus 28,6 persen sejak awal 2025. Masalah utama bukan soal kemampuan ekonomi kita untuk tumbuh, melainkan runtuhnya kredibilitas dan kepastian hukum Indonesia di mata pasar," tegasnya di Jakarta, Jumat (5/6).

Mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes & PDTT) itu menilai terdapat sejumlah faktor krusial yang membuat investor global mulai 'menghukum' pasar modal domestik.

Selain penyusutan daya beli kelas menengah, tekanan terhadap rupiah, serta outlook negatif dari lembaga pemeringkat internasional seperti Moody's dan Fitch, Marwan menyebut tingginya risiko komunikasi kebijakan (leadership and policy communication risk) dari pemerintah sebagai pemicu utama.

Baca juga:

Rupiah dan IHSG Terseok, Sentimen Dalam Negeri dan Duit Asing Rp 67 Triliun Keluar Jadi Pemicu

Kebijakan Mendadak Ganggu Kepercayaan Pasar

Menurut Marwan, pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir kerap dikejutkan oleh regulasi-regulasi penting yang muncul secara mendadak tanpa koordinasi dan komunikasi publik yang matang.

Ia mencontohkan, ketika pelaku pasar masih beradaptasi dengan implementasi kebijakan badan baru Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) serta regulasi baru Devisa Hasil Ekspor (DHE), pemerintah kembali meluncurkan aturan terkait pajak UMKM.

"Kebijakan yang suka muncul ujug-ujug misterius ini memberikan pukulan beruntun bagi kenyamanan berinvestasi. Pasar saat ini sebenarnya tidak lagi mencari alasan untuk menjual saham mereka, tetapi mereka sedang mencari alasan buat berhenti menjual. Tugas pemerintah adalah memberikan alasan tersebut melalui kepastian hukum," tegas legislator PKB dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah III itu.

Baca juga:

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tolak Intervensi Bursa Saham Saat IHSG Terjun Bebas Lebih dari 4 Persen

Desak Langkah Cepat Jelang Penilaian FTSE dan MSCI

Marwan meminta pemerintah dan otoritas moneter segera mengeksekusi sejumlah langkah taktis sebelum proses penilaian indeks oleh pelaku global penting seperti FTSE dan MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni.

Menurutnya, pemerintah perlu menghentikan pengumuman regulasi baru yang bersifat restriktif secara mendadak dan memastikan setiap kebijakan ekonomi dikomunikasikan secara terbuka.

"Setiap cetak biru kebijakan ekonomi makro harus dikomunikasikan secara transparan, terukur, dan memiliki lini masa yang jelas agar tidak menimbulkan spekulasi negatif,” tukasnya.

Baca juga:

IHSG Pagi Ini Bolak-Balik Bikin Jantungan dan Berpotensi Volatil, Analis Warning Risiko Longsor ke Level 5.500

BI Diminta Optimalkan Instrumen Moneter

Di sisi lain, Marwan menilai Bank Indonesia (BI) perlu mengoptimalkan seluruh instrumen moneter guna menahan laju pelemahan rupiah agar tidak menembus lebih jauh level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu kepanikan sistemik di sektor riil apabila tidak segera diantisipasi.

"Pemerintah pun wajib memberikan jaminan pengelolaan fiskal atau anggaran yang kredibel dan akuntabel buat mempertahankan peringkat investment grade dari S&P yang saat ini masih stabil, sekaligus memitigasi dampak dari outlook negatif Moody's dan Fitch,” pungkasnya. (Pon)

#Ekonomi #IHSG #Pelemahan Rupiah #Bank Indonesia #Komisi XI DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
IHSG hari ini melemah akibat sentimen pemberlakuan harga saham terendah Rp1 oleh BEI. Simak analisis pergerakan IHSG, nasib saham gocap, dan sentimen global di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 28 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Efek Aturan Baru Harga Saham Rp1, Saham-Saham 'Gocap' Berpotensi Runtuh
Indonesia
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Laju IHSG hari ini ditutup melemah mengekor bursa saham Asia. Ketahui penyebab utama IHSG turun, mulai dari tensi geopolitik hingga daftar saham top gainers & losers di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 25 September 2026
IHSG Hari Ini Merah Padam! Drama Trump-Xi Jinping Bikin Pasar Saham Asia Rontok
Indonesia
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta pada akhir tahun ini atau tumbuh sebesar 20,26 persen secara tahunan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
Indonesia
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Penasaran apa penyebab IHSG hari ini turun tajam? Cek rangkuman lengkap soal sentimen pasar modal, dari tekanan Wall Street, inflasi, hingga kondisi ekonomi dalam negeri yang lagi lesu
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
IHSG Hari Ini Anjlok Parah! Faktor Global dan Ekonomi Lesu Jadi Biang Keroknya
Indonesia
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Tugas penagihan kewajiban itu akan dialihkan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Indonesia
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Pemerintah resmi melunasi utang BLBI Rp218,3 T ke BI setelah 30 tahun. Hak tagih dan penyitaan aset obligor nakal diambil alih Kemenkeu!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (22/9).
Yusuf Abdillah - Selasa, 22 September 2026
Rupiah Melemah ke Rp17.879, IHSG Justru Dibuka Menguat
Indonesia
Kendalikan Rupiah, BI Beli Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder
BI menyatakan akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dan stabilitas nilai tukar rupiah terjaga sesuai fundamentalnya
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Kendalikan Rupiah, BI Beli Surat Berharga Negara di Pasar Sekunder
Indonesia
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Tensi Timur Tengah Mereda, Cek Prediksi Saham Paling Cuan
Pergerakan IHSG hari ini sukses dibuka menguat tajam berkat meredanya tensi di Timur Tengah dan respons pasar terhadap The Fed. Cek prediksi IHSG selengkapnya!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
IHSG Hari Ini Terbang Tinggi! Tensi Timur Tengah Mereda, Cek Prediksi Saham Paling Cuan
Indonesia
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Penasaran dengan pergerakan IHSG hari ini dan nilai tukar Rupiah? Kabar baik, bursa saham dan mata uang kita kompak menguat pada Jumat pagi! Cek rincian datanya di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Kabar Cuan Akhir Pekan: IHSG Hari Ini Meroket, Rupiah Ikut Libas Dolar AS
Bagikan