Ini Lapangan Usaha Paling Banyak di Jakarta di Tengah Ketidakpastian Global

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 08 Agustus 2026
Ini Lapangan Usaha Paling Banyak di Jakarta di Tengah Ketidakpastian Global

Pencari kerja melakukan pindai kode lamaran kerja pada kegiatan Job Fair Penyandang Disabilitas 2025

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian DKI Jakarta pada triwulan II 2026 tumbuh kuat sebesar 5,52 persen year-on-year (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional yang tercatat sebesar 5,29 persen (yoy).

Kinerja positif tersebut ditopang oleh permintaan domestik yang tetap solid, investasi yang terakselerasi, serta kinerja lapangan usaha utama.

Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,18 persen (yoy) yang didukung oleh maraknya penyelenggaraan event besar seperti Jakarta Fair Kemayoran dan periode libur sekolah.

Sementara itu, investasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,52 persen (yoy) dan konsumsi pemerintah tumbuh tinggi sebesar 14,70 persen (yoy) seiring penyaluran gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN).

Baca juga:

Potensi Sampah PRJ: Buka Lapangan Pekerjaan Hingga Pupuk Daur Ulang

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta memprediksi perekonomian di daerah khusus ibu kota tersebut tetap tumbuh kuat di tengah ketidakpastian global.

Perekonomian DKI Jakarta diprakirakan tetap tumbuh kuat didukung oleh terjaganya permintaan domestik dan keberlanjutan pengerjaan proyek strategis nasional maupun daerah,

kata Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Bambang Arianto di Jakarta, Jumat (7/8).

Maraknya agenda Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) dan event kebudayaan hingga akhir tahun ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah setempat. Dengan demikian, di tengah ketidakpastian kondisi global, stabilitas inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran.

Selain itu, akselerasi transformasi digital juga diharapkan menjadi tumpuan utama penopang daya beli masyarakat. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta secara keseluruhan pada tahun 2026 berada pada tren positif yang solid, selaras dengan penguatan posisi Jakarta sebagai pusat bisnis dan jasa berskala internasional.

Dari segi lapangan usaha dan sektor-sektor pendukung ekonomi, pertumbuhan ekonomi Jakarta didorong oleh kinerja positif lapangan usaha perdagangan besar dan eceran yang tumbuh 6,83 persen year-on-year (yoy) dan lapangan usaha konstruksi yang tumbuh 5,96 persen (yoy).

Lapangan usaha sektor penyediaan akomodasi dan makan minum atau kuliner serta pariwisata tumbuh kuat sebesar 9,52 persen (yoy). Kondisi ini sejalan dengan peningkatan kunjungan wisatawan dan akomodasi hotel.

Sementara itu, lapangan usaha sektor informasi dan komunikasi tumbuh sebesar 5,97 persen (yoy) yang mencerminkan pesatnya layanan dan transaksi berbasis aplikasi, konten, dan media digital di Jakarta.

Sektor kreatif lainnya, seperti fesyen dan kerajinan (kriya) turut mencatatkan perluasan pasar melalui dorongan digitalisasi sistem pembayaran dan perluasan ekosistem QRIS yang semakin inklusif,

tutur Bambang.
#Lapangan Pekerjaan #Bank Indonesia #Pengangguran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Ini Lapangan Usaha Paling Banyak di Jakarta di Tengah Ketidakpastian Global
Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jakarta secara keseluruhan pada tahun 2026 berada pada tren positif
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 08 Agustus 2026
Ini Lapangan Usaha Paling Banyak di Jakarta di Tengah Ketidakpastian Global
Indonesia
Cadangan Devisa Masih Dalam Tren Penurunan
BI juga terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Cadangan Devisa Masih Dalam Tren Penurunan
Indonesia
Masyarakat Makin Nyaman Tidak Bawa Uang Tunai, Transaksi QRIS Naik 100,12 Persen
Pertumbuhan itu menandakan masyarakat semakin nyaman meninggalkan uang tunai dan beralih ke transaksi berbasis pemindaian kode melalui telepon pintar.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Masyarakat Makin Nyaman Tidak Bawa Uang Tunai, Transaksi QRIS Naik 100,12 Persen
Indonesia
Pemerintah Belum Putuskan Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI
Mengenai kemungkinan nama Destry Damayanti yang akan diajukan menjadi Gubernur BI definitif, Prasetyo menegaskan keputusan itu hanya Presiden yang tahu.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Pemerintah Belum Putuskan Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI
Indonesia
BI Perkuat Likuiditas Perbankan, Terbitkan SBRI Buat Gaet Aliran Modal Asing
BI juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
BI Perkuat Likuiditas Perbankan, Terbitkan SBRI Buat Gaet Aliran Modal Asing
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp 5 Juta Bergambar Soekarno
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Bank Indonesia menerbitkan uang kertas pecahan Rp 5 Juta bergambar Soekarno. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Bank Indonesia Terbitkan Uang Kertas Rp 5 Juta Bergambar Soekarno
Indonesia
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Indonesia
Mongolia Buka Lowongan Kerja Bagi WNI, Gaji USD 900 Per Bulan
Peluang kerja di luar negeri saat ini cukup terbuka. Oleh karena itu, masyarakat Jakarta dapat melihat kesempatan tersebut sebagai salah satu alternatif dalam mencari pekerjaan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
Mongolia Buka Lowongan Kerja Bagi WNI, Gaji USD 900 Per Bulan
Indonesia
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.083 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa. Pelemahan dipengaruhi transisi kepemimpinan BI dan ekspektasi kebijakan The Fed.
Wisnu Cipto - Selasa, 28 Juli 2026
BI Ganti Bos, Rupiah Loyo Gagal Bangkit Sejak Pagi. Ditutup Tembus Rp18.083!
Indonesia
DPR Ingatkan Transisi Kepemimpinan di BI Tidak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan
Siapa pun yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia harus mampu menjaga independensi bank sentral sebagaimana diamanatkan undang-undang
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Ingatkan Transisi Kepemimpinan di BI Tidak Ganggu Stabilitas Sistem Keuangan
Bagikan