Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 20 Mei 2026
Rupiah Tembus Rp 17.640 per Dolar AS, Komisi XI DPR Minta Pemerintah Kelola Ekspektasi Pasar

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Muhammad Kholid. (Foto: dok media PKS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Muhammad Kholid, menekankan pentingnya pengelolaan ekspektasi pasar secara strategis di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan dinamika ekonomi global.

Menurut Kholid, stabilitas ekonomi nasional tidak cukup dijaga hanya melalui kebijakan teknis moneter, tetapi juga lewat kemampuan otoritas dalam membangun kepercayaan publik dan pelaku pasar.

Dalam situasi saat ini, terutama dalam konteks nilai tukar rupiah, perlu ada strategic management of expectation. Jadi bagaimana mengelola ekspektasi itu strategis, bukan hanya kebijakan teknis moneter,

ujar Kholid dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (20/5).

Trauma Krisis 1998 Masih Membayangi Pasar

Kholid mengingatkan bahwa persepsi publik terhadap pelemahan rupiah masih dipengaruhi trauma krisis moneter 1998.

Karena itu, pemerintah bersama otoritas keuangan dinilai perlu aktif memitigasi persepsi tersebut melalui komunikasi yang konsisten, terukur, dan berbasis data.

Kita mengalami anchoring bias, ada trauma persepsi 1998. Padahal kondisi sekarang totally different dengan 1998,

ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Fundamental Ekonomi Lebih Kuat

Kholid menjelaskan, kondisi depresiasi rupiah saat ini berbeda jauh dibandingkan situasi ketika krisis 1998 terjadi, baik dari sisi fundamental ekonomi maupun struktur utang luar negeri sektor swasta.

Baca juga:

Rupiah Hancur Menyentuh Rp17.600 Per Dolar AS, Bank Indonesia Hadapi Pilihan Suku Bunga BI-Rate Hari Ini

Menurutnya, pada masa krisis 1998 sektor swasta memiliki ketergantungan utang luar negeri dalam denominasi dolar AS yang sangat besar.

Dulu private sector utang luar negerinya luar biasa besar dalam bentuk dolar. Sekarang kondisinya berbeda. Karena itu confidence level harus dinaikkan agar market percaya kepada otoritas,

lanjutnya.

Indonesia Berpengalaman Hadapi Krisis

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia telah berkali-kali menghadapi tekanan ekonomi global dan berhasil melewati berbagai fase krisis.

Mulai dari krisis moneter 1998, krisis finansial global 2008, taper tantrum 2013, hingga pandemi Covid-19 disebut menjadi bukti ketahanan ekonomi nasional.

Kita pernah mengalami fase-fase krisis sebelumnya dan bisa melewati itu. Maka optimisme dan confidence level itu harus dikelola dengan baik secara institusional,

katanya.

Selain membangun optimisme pasar, Kholid meminta pemerintah tetap transparan dalam menyampaikan tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.

Ia menilai pasar perlu melihat adanya reformasi dan soliditas antarlembaga ekonomi negara.

Market harus melihat ada reform, ada soliditas yang luar biasa antara sektor moneter, industri jasa keuangan, dan fiskal,

ujarnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin (18/5).

Baca juga:

Rupiah Tembus Rp 17.734 per Dolar AS, Pramono Beri Respons Santai

Berdasarkan data Refinitiv, rupiah ditutup melemah 1,03 persen ke level Rp 17.640 per dolar AS.

Posisi tersebut membuat rupiah kembali menembus area psikologis di atas Rp 17.000 per dolar AS dan menjadi level penutupan terlemah sepanjang sejarah. (Knu)

#Rupiah #Kurs Rupiah #Rupiah Anjlok #Komisi XI DPR #Krisis Moneter 1998 #Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Kelompok saham berkapitalisasi besar ikut mendorong laju indeks sektoral berada pada zona hijau
Angga Yudha Pratama - Kamis, 02 Juli 2026
Dolar Amerika Perkasa Tabrak Rupiah, Pergerakan IHSG Kamis Pagi Tawarkan Sedikit Harapan
Indonesia
Defisit Neraca Perdagangan Mei 2026 Bikin Jantungan, Purbaya Yudhi Sadewa Salahkan Harga Minyak Dunia
Purbaya mengimbau masyarakat menghindari kekhawatiran berlebih
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Defisit Neraca Perdagangan Mei 2026 Bikin Jantungan, Purbaya Yudhi Sadewa Salahkan Harga Minyak Dunia
Olahraga
Stadion Sepak Bola Bertaraf Internasional Direncanakan Hadir di Kalimantan Selatan
Satu lagi, stadion baru dengan taraf internasional direncanakan hadir di Kalimantan Selatan
Frengky Aruan - Rabu, 01 Juli 2026
Stadion Sepak Bola Bertaraf Internasional Direncanakan Hadir di Kalimantan Selatan
Indonesia
Dana Asing Makin Keluar dari Indonesia, Rupiah Makin Tertekan
Dari data juga menunjukan, sentimen global, ketidakpastian masih tinggi mengenai potensi kesepakatan damai di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 Juli 2026
Dana Asing Makin Keluar dari Indonesia, Rupiah Makin Tertekan
Indonesia
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS, Investor Asing Kuras Pasar Saham Domestik
Dari pasar internasional, pelaku ekonomi terus memantau dinamika politik Timur Tengah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS, Investor Asing Kuras Pasar Saham Domestik
Indonesia
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan pentingnya menjaga stabilitas makroekonomi dalam merespons dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Juni 2026
Rupiah dan IHSG Kompak Melemah, Stabilitas Makroekonomi Jangka Pendek Jadi Kunci
Indonesia
IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS
Tekanan eksternal membuat posisi mata uang Garuda sulit keluar dari zona merah pada perdagangan jangka pendek
Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026
IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS
Indonesia
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Pemerintah kembali menempatkan dana Rp 281 triliun di bank BUMN hingga Desember 2026 untuk menjaga likuiditas perbankan. Tambahan dana siaga Rp 100 triliun juga disiapkan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Pemerintah Kembali Tempatkan Dana Rp 281 Triliun di Bank BUMN, Likuiditas Dijaga hingga Akhir 2026
Indonesia
Wamenkeu Juda Agung: Fiskal Indonesia Tetap Sehat, Defisit APBN Masih di Bawah 3 Persen
Wamenkeu Juda Agung memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap sehat. Defisit APBN baru mencapai 0,7 persen, penerimaan pajak tumbuh 19,1 persen, dan pemerintah menjaga likuiditas perbankan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Wamenkeu Juda Agung: Fiskal Indonesia Tetap Sehat, Defisit APBN Masih di Bawah 3 Persen
Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp 17.978 per Dolar AS pada Perdagangan 26 Juni 2026
Rupiah kembali melemah pada Jumat (26/6). Kini, nilai tukar Rupiah menembus Rp 17.978 per dolar AS.
Soffi Amira - Jumat, 26 Juni 2026
Rupiah Melemah ke Rp 17.978 per Dolar AS pada Perdagangan 26 Juni 2026
Bagikan