Wamenkeu Juda Agung: Fiskal Indonesia Tetap Sehat, Defisit APBN Masih di Bawah 3 Persen

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
Wamenkeu Juda Agung: Fiskal Indonesia Tetap Sehat, Defisit APBN Masih di Bawah 3 Persen

Ilustrasi (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memastikan kondisi fiskal Indonesia tetap berada dalam kondisi sehat meski ketidakpastian ekonomi global masih meningkat.

Pernyataan tersebut disampaikan usai mengikuti rapat koordinasi bersama pimpinan DPR RI, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, serta Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).

Menurut Juda, sejumlah indikator menunjukkan kondisi fiskal nasional masih terjaga dengan baik. Hingga akhir Mei 2026, defisit anggaran tercatat sebesar 0,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan diproyeksikan tetap berada di bawah batas maksimal 3 persen hingga akhir tahun.

Kondisi fiskal itu masih sangat terjaga dengan baik. Defisit hingga bulan Mei kemarin 0,7 persen dan diperkirakan sampai dengan akhir tahun juga masih di bawah 3 persen,

Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung

Penerimaan Pajak Tumbuh 19,1 Persen

Selain defisit yang tetap terkendali, Juda menyebut penerimaan pajak juga menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, penerimaan pajak tumbuh 19,1 persen, sementara realisasi belanja negara telah melampaui 30 persen dari target yang ditetapkan dalam APBN.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kondisi fiskal nasional masih berada dalam jalur yang sehat.

Baca juga:

Pemerintah Kembali Gelontorkan Dana SAL Rp 281 Triliun ke Bank BUMN, Siapkan Dana Standby Rp 100 triliun

Pemerintah Perpanjang Penempatan Dana Rp 281 Triliun di Perbankan

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga membahas penguatan koordinasi antaranggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), khususnya antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan dalam menjaga stabilitas likuiditas sektor perbankan.

Salah satu keputusan yang diambil adalah memperpanjang penempatan dana pemerintah di perbankan senilai Rp281 triliun hingga Desember 2026. Kebijakan tersebut sebelumnya telah melalui evaluasi bersama seluruh anggota KSSK.

Selain itu, pemerintah menyiapkan tambahan dana siaga sebesar Rp100 triliun yang dapat digunakan apabila kondisi likuiditas perbankan memerlukannya.

Baca juga:

AIIB Kepincut Kredibilitas Fiskal Indonesia, Langsung Kucurkan Dana Segar Rp 278 Triliun Tanpa Ragu

Juda menjelaskan kebijakan tersebut diambil karena permintaan kredit dari dunia usaha masih cukup tinggi. Oleh karena itu, kecukupan likuiditas perbankan perlu terus dijaga agar penyaluran pembiayaan kepada dunia usaha tetap berjalan optimal.

Ia mengungkapkan pertumbuhan kredit hingga Mei 2026 mencapai 11,5 persen. Pemerintah pun berharap laju pertumbuhan kredit dapat terus bertahan pada level dua digit dalam beberapa bulan mendatang.

"Kami harapkan pertumbuhan kredit juga masih double digit. Oleh sebab itu likuiditas memang benar-benar harus tetap terjaga di perbankan," kata Juda. (Pon)

#Ekonomi #Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) #Juda Agung #APBN #Kebijakan Fiskal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Didampingi 3 Wamen, Menteri Keuanga Rumuskan Pembagian Tugas
Dengan masuknya Nurkholisoh Ibnu Aman dan Luky Alfirman pada 1 Oktober 2026, susunan Wakil Menteri Keuangan kini terdiri dari Juda Agung, Luky Alfirman, dan Nurkholisoh Ibnu Aman.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Didampingi 3 Wamen, Menteri Keuanga Rumuskan Pembagian Tugas
Indonesia
Profil Nurkholisoh Ibnu Aman, Wakil Menteri Keuangan Baru Lulusan S3 Edinburgh
Penasaran dengan profil Nurkholisoh Ibnu Aman? Simak rekam jejak, pendidikan, hingga sepak terjang Wakil Menteri Keuangan baru di Kabinet Merah Putih ini!
Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2026
Profil Nurkholisoh Ibnu Aman, Wakil Menteri Keuangan Baru Lulusan S3 Edinburgh
Indonesia
RI Pecah Rekor! APBN 2027 Tembus Rp 4.106 Triliun Disahkan, Alokasi K/L Terbesar BGN Disusul Kemenhan-Polri
DPR resmi mengesahkan APBN 2027 senilai Rp 4.106,3 triliun yang mencetak rekor terbesar sejarah RI dengan alokasi anggaran tertinggi untuk Badan Gizi Nasional.
Wisnu Cipto - Rabu, 30 September 2026
RI Pecah Rekor! APBN 2027 Tembus Rp 4.106 Triliun Disahkan, Alokasi K/L Terbesar BGN Disusul Kemenhan-Polri
Indonesia
Penempatan SAL Rp 200 Triliun di Himbara Tetap Dilanjutkan
Kementerian Keuangan akan terus melakukan komunikasi dengan perbankan, sehingga tidak terjadi gap atau lag antara dana yang tersedia di bank dengan yang ditarik oleh pemerintah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Penempatan SAL Rp 200 Triliun di Himbara Tetap Dilanjutkan
Indonesia
Menkeu Suahasil Janjikan Defisit Anggaran Tidak Melebihi Aturan
Komitmen itu terlihat pada target defisit dalam Rancangan APBN (RAPBN) 2027 yang ditetapkan sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Menkeu Suahasil Janjikan Defisit Anggaran Tidak Melebihi Aturan
Indonesia
Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp 1.791,5 Triliun hingga Agustus 2026, Tumbuh 29 Persen
Realisasi belanja pemerintah pusat hingga Agustus 2026 mencapai Rp1.791,5 triliun, tumbuh 29 persen. Belanja K/L tumbuh 33 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Belanja Pemerintah Pusat Tembus Rp 1.791,5 Triliun hingga Agustus 2026, Tumbuh 29 Persen
Indonesia
Sedot Rp 139 Triliun hingga September! Anggaran MBG di BGN Masih Sisa Rp 79 T
Badan Gizi Nasional (BGN) merealisasikan anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) Rp139,77 triliun per 16 September 2026, sambil mengeksekusi refocusing penerima manfaat
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Sedot Rp 139 Triliun hingga September! Anggaran MBG di BGN Masih Sisa Rp 79 T
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Berita Foto
Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Bahas RUU tentang APBN TA 2027
Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 16 September 2026
Sidang Paripurna Luar Biasa ke-2 DPD Bahas RUU tentang APBN TA 2027
Indonesia
Bukan Sekadar Rapi di Atas Kertas, Ini Tantangan Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan
Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas meminta Menkeu Suahasil Nazara mempercepat penyerapan anggaran dan mendorong sektor riil.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Bukan Sekadar Rapi di Atas Kertas, Ini Tantangan Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan
Bagikan