MerahPutih.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Ak, menyoroti pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Hal itu bersamaan dengan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius pemerintah karena berkaitan langsung dengan tingkat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi nasional.
IHSG yang terkoreksi tajam dalam beberapa hari terakhir dan pelemahan rupiah hingga menyentuh level Rp 18.000 per dolar AS merupakan sinyal yang perlu dicermati secara serius.
kata Amin
Ia mengatakan, pemerintah tidak boleh menganggap ini sebagai gejolak biasa. Namun, harus membaca secara utuh pesan yang sedang disampaikan pasar.
Politikus PKS itu menilai, tekanan dari faktor global seperti ketegangan geopolitik, penguatan dolar AS, serta volatilitas pasar internasional memang turut memengaruhi pasar keuangan Indonesia.
Meski demikian, pemerintah diminta tetap fokus memperkuat faktor domestik guna menjaga optimisme investor.
BI, OJK, dan BEI Bekerja Keras Jaga Stabilitas Pasar

BI, OJK, dan BEI jaga stabilitas pasar. Foto: MerahPutih/Didik Setiawan
Menurut Amin, pasar keuangan sangat dipengaruhi persepsi dan tingkat kepercayaan pelaku pasar. Karena itu, stabilitas ekonomi dan kepastian arah kebijakan harus terus dijaga.
"Kepercayaan investor adalah aset yang sangat berharga. Ketika pasar melihat adanya ketidakpastian, baik terkait arah kebijakan maupun kondisi ekonomi ke depan, maka respons yang muncul biasanya berupa aksi jual dan perpindahan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman," ujarnya.
Amin juga mengapresiasi langkah yang telah dilakukan pemerintah bersama Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam menjaga stabilitas pasar.
Namun, menurut dia, upaya tersebut perlu diperkuat melalui komunikasi kebijakan yang lebih konsisten dan respons yang cepat terhadap dinamika pasar.
"Fundamental ekonomi memang penting, tetapi fundamental yang baik harus mampu diterjemahkan menjadi keyakinan pasar. Pemerintah perlu memastikan bahwa pesan mengenai kondisi ekonomi nasional tersampaikan dengan baik dan didukung langkah nyata yang dapat meningkatkan keyakinan pelaku pasar," katanya.
Nilai Tukar Rupiah Harus Jadi Perhatian Khusus

Nilai rupiah terhadap dolar AS Melemah. Foto: MerahPutih/Didik Setiawan
Selain itu, Amin mengingatkan pelemahan rupiah yang telah menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS berpotensi menimbulkan dampak lanjutan terhadap sektor riil apabila berlangsung dalam jangka panjang.
"Nilai tukar rupiah harus menjadi perhatian khusus. Pemerintah bersama otoritas moneter perlu memastikan stabilitas nilai tukar tetap terjaga agar tidak menimbulkan efek lanjutan terhadap dunia usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat," tegasnya.
Ia berharap, pemerintah memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Amin juga mendorong peningkatan transparansi kebijakan serta penguatan iklim investasi agar arus modal kembali masuk ke pasar domestik.
"Dengan fondasi ekonomi yang kuat dan kebijakan yang tepat, saya yakin Indonesia mampu melewati fase tekanan ini dengan baik," pungkasnya. (Pon)