Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 2 jam, 29 menit lalu
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed

Bursa Efek Indonesia (BEI). (MP/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakhiri perdagangan Senin (27/7) sore pada zona merah. Sikap wait and see para pelaku pasar terhadap arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat, The Fed diduga menjadi pemicu utama penekanan IHSG.

Baca juga:

Gubernur BI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Tertekan Pertemuan The Fed dan Isu Suku Bunga Global

Langkah koreksi IHSG terjadi meskipun tensi ketegangan geopolitik di Timur Tengah memperlihatkan sinyal penurunan. Penurunan harga minyak mentah dunia akibat peredaan konflik Amerika Serikat dan Iran belum cukup kuat memberikan dorongan positif bagi pasar domestik.

Sentimen terangkat oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat menghentikan serangan terhadap Iran pada akhir pekan, dan Iran mengatakan bahwa mereka telah menghentikan serangan balasan terhadap sekutu Amerika Serikat di kawasan itu,

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.

Faktor Moneter Global dan Domestik

Fokus perhatian pasar kini tertuju pada agenda rapat Federal Open Market Committee (FOMC) guna menentukan arah suku bunga acuan.

Selain sentimen global seperti data ekonomi China dan Bank of Japan, kondisi internal Indonesia turut memengaruhi psikologis investor.

Ilustrasi

Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia serta penetapan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI memicu kehati-hatian.

Pelaku pasar menaruh perhatian khusus terhadap transisi kepemimpinan di Bank Indonesia. Langkah penunjukan pejabat sementara bertujuan menjaga stabilitas, namun pasar tetap mengantisipasi potensi ketidakpastian arah kebijakan moneter serta stabilitas nilai tukar Rupiah.

Rincian data transaksi dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG):

  • Penutupan Indeks IHSG: Turun 10,65 poin (0,17 persen) ke level 6.185,78.

  • Penutupan Indeks LQ45: Turun 2,23 poin (0,36 persen) ke posisi 612,56.

  • Nilai Transaksi Pasar: Mencapai Rp12,12 triliun dengan frekuensi 1,79 juta kali transaksi.

  • Volume Perdagangan: Melibatkan 26,00 miliar lembar saham.

  • Statistik Pergerakan Saham: Sebanyak 318 saham menguat, 360 saham melemah, serta 287 saham stagnan.

  • Sektor Penguat Tertinggi: Sektor industri memimpin penguatan 0,72 persen, disusul sektor teknologi 0,33 persen.

  • Sektor Pelemahan Terbesar: Sektor infrastruktur terkoreksi paling dalam sebesar 1,29 persen.

  • Top Gainers (Penguat Terbesar): DMMX, BAJA, ZONE, TAMA, dan MCAS.

  • Top Losers (Pelemahan Terbesar): KDTN, ARKO, MLPT, OMRE, dan OILS.

Perbandingan Bursa Saham Regional Asia

Kondisi berlawanan justru terjadi pada mayoritas bursa saham kawasan Asia yang bergerak menguat secara kompak. Sentimen positif pertumbuhan laba industri China sebesar 18,7 persen memberi angin segar bagi bursa regional.

Tercatat Indeks Nikkei menguat 0,66 persen menuju 65.038,00, sementara Indeks Shanghai melesat 1,15 persen ke level 3.858,25.

Baca juga:

IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket

Indeks Hang Seng turut naik 0,98 persen ke posisi 25.207,18, diikuti Indeks Kospi naik 0,97 persen ke 6.755,75, serta Indeks Straits Times menguat 0,55 persen menuju 5.619,20.

Perbedaan pergerakan ini menegaskan kehati-hatian investor domestik dalam mencermati arah dinamika moneter nasional maupun global.

#IHSG #Harga Saham #Pasar Saham #Indeks Saham #Pergerakan Saham
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Tercatat Indeks Nikkei menguat 0,66 persen menuju 65.038,00, sementara Indeks Shanghai melesat 1,15 persen ke level 3.858,25
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 29 menit lalu
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Pilih Wait and See Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
Indonesia
Gubernur BI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Tertekan Pertemuan The Fed dan Isu Suku Bunga Global
Fokus perhatian pasar juga tertuju pada pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Juli 2026
Gubernur BI Mundur di Tengah Gejolak Pasar, IHSG Tertekan Pertemuan The Fed dan Isu Suku Bunga Global
Indonesia
IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket
Serangan kelompok Houthi sokongan Iran terhadap dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah memperburuk distribusi minyak global
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG Tercebur ke Zona Merah Bersama Wall Street Akibat Harga Minyak Meroket
Indonesia
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Perbandingan menunjukkan posisi sebelumnya berada di level Rp17.936 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
IHSG dan Rupiah Kompak Anjlok Berjamaah Akibat Sentimen Ekonomi pada Pembukaan Perdagangan Hari Ini
Indonesia
IHSG Mengamuk di Sesi I, Sektor Energi dan Emas Terbang Bebas Disulut Konflik Panas Timur Tengah
Kenaikan harga minyak mentah dan aset emas di pasar internasional menjadi pemicu utama gairah transaksi para pemodal
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
IHSG Mengamuk di Sesi I, Sektor Energi dan Emas Terbang Bebas Disulut Konflik Panas Timur Tengah
Indonesia
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Penguatan IHSG berjalan selaras dengan pergerakan kelompok saham unggulan pada papan utama perdagangan
Angga Yudha Pratama - Kamis, 23 Juli 2026
Sinyal Hijau Sektor Keuangan, IHSG Melesat Bersama Penguatan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Olahraga
Konsorsium Investor Ajak Jeff Bezos Akuisisi Saham Liverpool, FSG Buka Peluang?
Bos Amazon, Jeff Bezos, ditawari untuk membeli saham Liverpool. Namun, hal ini masih dalam kajian.
Soffi Amira - Rabu, 22 Juli 2026
Konsorsium Investor Ajak Jeff Bezos Akuisisi Saham Liverpool, FSG Buka Peluang?
Indonesia
IHSG Bergerak Galau Menanti Keputusan Suku Bunga BI Saat Pemerintah dan DPR Matangkan Regulasi Pusat Finansial Internasional
Pada saat bersamaan, DPR RI bersama pemerintah mematangkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) guna menarik dana family office global
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Juli 2026
IHSG Bergerak Galau Menanti Keputusan Suku Bunga BI Saat Pemerintah dan DPR Matangkan Regulasi Pusat Finansial Internasional
Indonesia
IHSG Mengamuk Kejar Level 6.300, Penguatan Saham LQ45 Jadi Penyelamat Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian
Ancaman eskalasi konflik Amerika Serikat kontra Iran memperkeruh stabilitas harga minyak mentah dunia
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
IHSG Mengamuk Kejar Level 6.300, Penguatan Saham LQ45 Jadi Penyelamat Pasar Modal di Tengah Ketidakpastian
Indonesia
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Penguatan tajam pergerakan indeks melengkapi gairah pasar uang setelah mata uang Garuda turut bergerak menguat
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
IHSG Hari Ini Menguat 41 Poin, Rupiah Naik Ke Rp17.937 Per Dolar
Bagikan