Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Pemda DIY Siapkan TPU dan Petugas Khusus Pemakaman Pasien Corona

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 05 April 2020
Pemda DIY Siapkan TPU dan Petugas Khusus Pemakaman Pasien Corona

TPU Madurejo Prambanan khusus untuk korban Corona. (Foto: MP/Pemkab Sleman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta telah menyiapkan tempat pemakaman umum dan petugas khusus pasien corona. TPU disiapkan menyusul adanya serangkaian aksi penolakan masyarakat pemakaman pasien COVID-19 di beberapa daerah.

"Kita menyiapkan dan menyediakan sendiri untuk pemakaman. Ini untuk antisipasi kalau masyarakat tidak menerima jenazah," ujar Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Administrasi Umum Sigit Sapto Rahardjo melalui keterangan pers di Yogyakarta, Sabtu (4/4).

Baca Juga:

DPR Sesalkan Pemerintah Terkesan Tutupi Data Pergerakan Pasien Corona

TPU khusus ini akan tersebar di kabupaten dan kota dalam wilayah DIY.

Terpisah, Pemerintah Kabupaten Sleman sudah menetapkan TPU Madurejo di Kecamatan Prambanan sebagai TPU khusus pasien corona.

Sekda Pemkab Sleman Harda Kiswaya menjelaskan, TPU seluas 7 hektare ini cukup jauh dari permukiman penduduk.

"TPU ini diutamakan untuk warga ber-KTP Sleman baik yg sudah positif maupun masih terduga COVID-19," jelas Harda di Yogyakarta.

TPU Madurejo Prambanan khusus untuk korban Corona. (Foto: MP/Pemkab Sleman)
TPU Madurejo Prambanan khusus untuk korban Corona. (Foto: MP/Pemkab Sleman)

Pemkab sudah menggali 27 lubang calon lahan jenazah corona. Selain itu, Pemkab sudah memberi bimbingan teknis pada 27 petugas pemakaman untuk menangani penguburan jenazah.

"Prosedur pemakaman pasien COVID-19 sangat berbeda dengan pasien lainnya. Tapi kita pastikan petugas sudah siap untuk memakamkan sesuai prosedur. Kami sudah beri alat pelindung diri (APD) juga untuk petugas pemakaman," tutur dia.

Baca Juga:

Jika Pemerintah Tak Tegas, Indonesia Bisa Masuk Lima Besar Penderita Corona di Dunia

Prosedur pemakaman pasien corona yakni jenazah harus dibungkus dengan plastik yang tidak tembus air dan tidak boleh dibalsem. Kemudian dimasukkan ke dalam kantong mayat sebelum masuk ke dalam peti kayu. Terakhir jenazah harus segera dikubur maksimal 4 jam setelah dinyatakan meninggal dunia.

Dengan adanya prosedur pemakaman ini, ia berharap agar warga menerima dan tidak mempermasalahkan penguburan jenazah. (Teresa Ika)

Baca Juga:

Belasan Orang Ditangkap di Jakarta Pusat karena Tak Hiraukan Larangan Berkerumun di Tengah Pandemi COVID-19

#Virus Corona #Yogyakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Stasiun Yogyakarta kini memiliki Lelana Gallery yang menampilkan produk UMKM berbasis budaya dan keberlanjutan. Inisiatif KAI Wisata ini mendukung ekonomi kreatif lokal.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 Juli 2026
Stasiun Yogyakarta Kini Punya Lelana Gallery, Ruang Kreatif untuk UMKM Berbasis Budaya
Berita Foto
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Presiden Prabowo Subianto mendampingi Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi saat mengunjungi Candi Prambanan di DI Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 08 Juli 2026
Momen Hangat Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi saat Berkunjung ke Candi Prambanan
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Indonesia
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Selain ancaman laut, para ahli mengidentifikasi kompleksitas Sesar Opak yang memicu gempa darat 2006
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 April 2026
Wilayah Yogyakarta Masuki Fase Krusial Potensi Gempa Megathrust, IABI: Ini Bukan untuk Menakut-nakuti
Bagikan