Pejabat Palestina Sebut Amerika Serikat Halangi DK PBB

Zulfikar SyZulfikar Sy - Minggu, 01 April 2018
Pejabat Palestina Sebut Amerika Serikat Halangi DK PBB

Aksi protes menentang keputusan Trump atas Yerusalem, di Ramallah, wilayah pendudukan Tepi Barat, Jumat (16/3). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pejabat Palestina pada Sabtu (31/3) menuduh Amerika Serikat menghalangi Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan mengenai situasi di Jalur Gaza dan mengatakan keberatan AS mendorong Israel melanjutkan agresinya terhadap rakyat Palestina.

Menteri Urusan Luar Negeri di Pemerintah Otonomi Nasional Palestina Riyad Al-Malki mengatakan di dalam satu pernyataan resmi bahwa "Washington akan menghalangi setiap upaya di Dewan Keamanan yang berkaitan dengan pembantaian yang dilakukan dan akan dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza".

Sebagaimana dilaporkan Xinhua dari Antara di Jakarta, Ahad (1/4), ia mengatakan bahwa tanpa perlindungan nyata AS di Dewan Keamanan, Israel takkan berani melakukan kejahatan mengerikan terhadap rakyat Palestina.

Dalam satu sidang tertutup yang diselenggarakan atas permintaan Kuwait guna membahas peristiwa berdarah di Jalur Gaza pada Jumat malam, Dewan Keamanan PBB gagal menyepakati pernyataan yang mengutuk penindasan Israel atas protes rakyat Palestina saat peringatan Hari Tanah.

Warga Palestina menghadiri unjuk rasa kota tenda di sepanjang perbatasan dengan Gaza, menuntut hak mereka untuk kembali ke tanah air mereka, timur Kota Gaza, Jumat (30/3). ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Salem/cfo/18
Warga Palestina menghadiri unjuk rasa kota tenda di sepanjang perbatasan dengan Gaza, menuntut hak mereka untuk kembali ke tanah air mereka, timur Kota Gaza, Jumat (30/3). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Salem)

"Keputusan tersebut akan dibahas dalam sidang resmi terbuka, tapi pihak AS menentang gagasan bahwa Dewan Keamanan mengeluarkan pernyataan yang mengutuk penindasan Israel terhadap demonstran," kata Mahmoud Al-Aloul, Wakil Ketua Partai Fatah, pimpinan Presiden Mahmoud Abbas. Ia menganggap posisi AS sebagai perkembangan baru dalam sikap bias AS terhadap Israel.

Presiden Abbas menganggap Israel sepenuhnya bertanggung-jawab atas peristiwa pada Jumat dan mengumumkan Sabtu sebagai hari berkabung nasional.

Satu komite koordinasi yang terdiri atas faksi politik Palestina, organisasi masyarakat sipil dan kelompok pemuda beberapa pekan lalu menyerukan pawai akbar rakyat di tempat yang berjarak hampir 700 meter dari pagar perbatasan Israel dengan tema "Pawai Akbar Kepulangan", yang dimulai pada Jumat.

Pawai pada Jumat adalah awal dari protes selama enam pekan, yang direncanakan mencapai puncaknya pada 15 Mei, hari Israel merayakan berdirinya negara Yahudi dan Paletina memperingati pengalihan paksa dua-pertiga rakyat Palestina dan pembersihan etnik atas 418 desa Palestina.

Pengunjuk-rasa menuntut bahwa pengungsi Palestina mesti diberi hak untuk pulang ke kota kecil dan desa tersebut, asal keluarga mereka menyelamatkan diri atau dipaksa pergi ketika negara Israel berdiri pada 1948. (*)

#Palestina #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Bagikan