PDIP Sebut Data Penerima Sembako dari Pemprov DKI Bermasalah

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 21 April 2020
 PDIP Sebut Data Penerima Sembako dari Pemprov DKI Bermasalah

Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta Gembong Warsono (MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Gembong Warsono menyebut data pembagian bantuan sosial (bansos) sembako oleh Pemprov DKI bermasalah.

"Soal data penerima (bansos), memang Jakarta ini masalah. Jujur, sejak awal saya sampaikan data menjadi masalah," kata Gembong di Kantor DPD PDI Perjuangan DKI, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (20/4).

Baca Juga:

Bawaslu Ingatkan Warga Korban COVID-19 Waspadai Bantuan Politis dari Kepala Daerah Petahana

Sehingga, lanjut Gembong, pendistribusian sembako ke warga DKI selama status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak tepat sasaran.

Politisi PDIP Gembong Warsono kritik pembagian bansos sembako di DKI Jakarta tidak tepat sasar
Politisi PDIP Gembong Warsono kritik pembagian bansos sembako di DKI Jakarta tidak tepat sasar (Foto: antaranews)

"Artinya, orang yang seharusnya tidak dapat, akhirnya dapat," ungkap Gembong.

Dengan begitu, anggota Komisi A DPRD DKI ini meminta kepada Pemda DKI untuk mengevaluasi ihwal penyaluran sembako bagi warga miskin tersebut.

"Ini kan baru tahap pertama, tahap kedua nanti bisa direvisi, hal-hal yang kurang tepat bisa dievaluasi untuk berikutnya," tutupnya.

Hingga hari ini Pemprov DKI mengkonfirmasi telah mendistribusikan sebanyak 88.942 paket sembako kepada warga terdampak COVID-19.

Baca Juga:

Update COVID-19 DKI Senin (20/4): 3.112 Orang Positif dan 237 Pasien Sembuh

Bansos itu telah disalurkan di 26 Kelurahan di wilayah Jakarta yaitu Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.

Target penerima sembako sendiri sebanyak 1,2 juta keluarga yang bermukim di ibu kota. Program ini bersumber dari realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI.

Adapun bantuan yang diberikan berupa paket bahan pangan pokok seperti beras 5 kg 1 karung, sarden 2 kaleng kecil, minyak goreng 0,9 lt 1 pouch, biskuit 2 bungkus, masker kain 2 lembar, dan sabun mandi 2 batang.(Asp)

Baca Juga:

Menteri Tjahjo Perpanjang WFH Untuk ASN Hingga 13 Mei

#Virus Corona #Politisi PDIP #Gembong Warsono #Paket Sembako
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi dan Gibran Bagikan Ribuan Paket Sembako dan Uang Rp 100 Ribu ke Warga Solo
Pantauan kumparan di Pasar Gede Solo, Jokowi membagikan THR pada pedagang lewat jendela mobilnya
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 18 Maret 2026
Jokowi dan Gibran Bagikan Ribuan Paket Sembako dan Uang Rp 100 Ribu ke Warga Solo
Indonesia
Jokowi Bagikan Paket Sembako dan Uang Tunai kepada Ratusan Tukang Becak di Solo.
Jokowi membagikan paket sembako dan uang tunai kepada ratusan tukang becak di Galabo Solo, Sabtu (7/3).
Soffi Amira - Sabtu, 07 Maret 2026
Jokowi Bagikan Paket Sembako dan Uang Tunai kepada Ratusan Tukang Becak di Solo.
Indonesia
Beras dan Minyak Goreng Mulai Naik, Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Sembako
Hasil dari pemantauan lapangan dan koordinasi tersebut nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi kepada pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 20 Februari 2026
Beras dan Minyak Goreng Mulai Naik, Pemerintah Diminta Kendalikan Harga Sembako
Indonesia
Politisi Muda Sebut PDIP Bukan Oposisi Tapi Mitra Strategis
PDIP, kata Seno, sudah menyatakan tidak berada di dalam pemerintahan Prabowo. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu siap menjadi mitra kritis sekaligus strategis.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Januari 2026
 Politisi Muda Sebut PDIP Bukan Oposisi Tapi Mitra Strategis
Indonesia
Buka Bimtek di Bali, Puan: PDIP Harus Makin Dekat dengan Wong Cilik dan Anak Muda
Bimtek yang diinisiasi oleh DPP PDIP ini akan berlangsung hingga Jumat (1/8)
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 Juli 2025
Buka Bimtek di Bali, Puan: PDIP Harus Makin Dekat dengan Wong Cilik dan Anak Muda
Indonesia
Pemerintah Tulis Ulang Sejarah, PDIP Minta Uji Publik Naskah Akademik
Jadi, dalam konteks Kementerian Kebudayaan ingin menulis ulang sejarah Indonesia, perlu diuji publik dahulu
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Mei 2025
Pemerintah Tulis Ulang Sejarah, PDIP Minta Uji Publik Naskah Akademik
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Indonesia
Politikus Senior PDIP Minta Prabowo Perbaiki Lembaga Hukum, Singgung KPK Kriminalisasi Orang
Emir Moeis meminta agar di era Presiden ke-8 tidak lagi terjadi kriminalisasi dalam penetapan tersangka, termasuk pada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 11 Januari 2025
Politikus Senior PDIP Minta Prabowo Perbaiki Lembaga Hukum, Singgung KPK Kriminalisasi Orang
Indonesia
Emir Moeis Nilai Megawati Nakhoda NKRI, Hasto Adalah Jangkarnya
Emir sebut belum ada sosok yang mampu menggantikan Megawati sebagai Nakhoda kapal besar PDIP hingga saat ini.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 11 Januari 2025
Emir Moeis Nilai Megawati Nakhoda NKRI, Hasto Adalah Jangkarnya
Indonesia
PDIP Ogah Sahkan RUU Pilkada di Paripurna
Pembahasan RUU Pilkada dinilai sudah tidak sesuai dengan putusan Mk
Angga Yudha Pratama - Rabu, 21 Agustus 2024
PDIP Ogah Sahkan RUU Pilkada di Paripurna
Bagikan