PDIP Peringati 71 Tahun KAA, Warisan Paling Gemilang Presiden Soekarno

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Sabtu, 18 April 2026
PDIP Peringati 71 Tahun KAA, Warisan Paling Gemilang Presiden Soekarno

Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - DPP PDI Perjuangan (PDIP) memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan menggelar seminar nasional di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

Acara yang menghadirkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai keynote speech ini mengangkat tema Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini.

Konferensi Asia Afrika yang digelar 18-24 April 1955 di Bandung, bagi PDIP, merupakan warisan paling gemilang dari Presiden Soekarno.

"Bung Karno sebagai pendiri bangsa, proklamator, penggali Pancasila, dan Bapak Bangsa Indonesia," kata Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah

Baca juga:

Buka Sekolah Partai, Megawati Minta Kader PDIP Turun ke Rakyat dan Jaga Integritas

Melalui KAA, Bung Karno membuktikan bahwa bangsa Asia dan Afrika memiliki hak menentukan masa depannya sendiri tanpa intervensi kolonial dan imperialis. Basarah mengutip langsung pidato Bung Karno yang menggugah: "Lahirkanlah Asia Baru dan Afrika Baru."

Basarah juga menegaskan bahwa Bung Karno menyatakan kemerdekaan dan perdamaian adalah dua hal tak terpisahkan.

"Perdamaian adalah prasyarat bagi kemerdekaan, sebab tanpa perdamaian, kemerdekaan akan kehilangan makna dan nilainya," ujarnya.

Ia mengingatkan, kolonialisme belum sepenuhnya berakhir, melainkan bertransformasi menjadi neo-kolonialisme dalam bentuk dominasi ekonomi, ketergantungan teknologi, dan tekanan geopolitik.

Basarah menyoroti krisis global seperti konflik bersenjata, rivalitas AS-Tiongkok, perang Rusia-Ukraina, agresi militer AS-Israel terhadap Iran, penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, hingga blokade AS terhadap Kuba.

Ia mengungkapkan, Bung Karno telah meramalkan ketidakstabilan akibat kapitalisme dan imperialisme sejak dekade 1920-an.

Dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi (1964), Bung Karno menyebut imperialisme sebagai wujud paling agresif dari kapitalisme.

"Runtuhnya kolonialisme lama tidak berarti berakhirnya imperialisme. Imperialisme akan terus berganti wajah, berganti strategi, dan berganti instrumen," tuturnya.

Hadir dalam acara tersebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Kepala Badan Sejarah Indonesia PDIP Bonnie Triyana, serta para narasumber seperti Prof Hikmahanto (Pakar Hubungan Internasional), Dr. Dina Sulaeman (Pakar Timur Tengah), Andi Widjayanto (Eks Gubernur Lemhanas), dan Heri Akhmadi (mantan Dubes Jepang). Acara ini juga dihadiri anggota DPR Fraksi PDIP dan sejumlah aktivis, antara lain Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid. (*)

#Konfrensi Asia Afrika #PDIP #Megawati Soekarnoputri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Megawati menegaskan kekayaan mineral dan hutan di darat maupun laut semestinya dikelola untuk kemakmuran rakyat banyak
Angga Yudha Pratama - Senin, 17 Agustus 2026
Soroti Pengerukan Tambang, Megawati Tekankan Pentingnya Pola Pembangunan Semesta Berencana
Indonesia
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Absennya Megawati itu diumumkan Ketua MPR Ahmad Muzani saat menyapa para tamu undangan Sidang Tahunan MPR, DPR, DPD 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati Absen, Puan Hadir Mewakili di Sidang Tahunan DPR 2026 di Senayan
Indonesia
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Megawati dan SBY absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026. Namun, Jokowi dipastikan hadir dalam sidang tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 14 Agustus 2026
Megawati dan SBY Absen di Sidang Tahunan MPR/DPR 2026, Jokowi Dipastikan Hadir
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Bagikan