PDIP: Meminta Restu Harusnya ke Ulama dan Guru, Bukan Restu untuk Mengerahkan Aparat di Pilkada

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 05 November 2024
PDIP: Meminta Restu Harusnya ke Ulama dan Guru, Bukan Restu untuk Mengerahkan Aparat di Pilkada

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. (Foto: Dok. PDIP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan calon kepala daerah yang meminta restu kepada pihak tertentu untuk mengerahkan aparat adalah tindakan yang mengkhianati komitmen netralitas Presiden Prabowo Subianto di pilkada.

Ia meminta kader dan simpatisan PDIP untuk secara aktif melawan dan mendesak agar aparat patuh pada perintah Presiden Prabowo.

Hal itu disampaikan Hasto saat memberikan arahan dalam safari politik dan konsolidasi pemenangan Pilkada 2024 di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (4/11) malam.

Baca juga:

Cagub Jateng Ahmad Luthfi Temui Jokowi, PDIP: Mental Tak Layak Jadi Pemimpin

Hasto mengatakan, calon kepala daerah yang memperoleh restu itu memang penting. Tapi restu yang sebenarnya semestinya dari rakyat, bukan restu dari tokoh tertentu untuk mengerahkan aparat.

“Restu itu penting. Tapi bukan restu mengerahkan aparat dari Mulyono. Restu yang benar itu harusnya kita harapkan dari para ulama, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat, dari guru-guru. Bukan restu dari pihak yang hendak mengarahkan aparat,” kata Hasto.

Baca juga:

RK Bertemu Jokowi, Sekjen PDIP: Tunjukkan Mentalitas Kalah

Padahal, lanjut Hasto, Presiden Prabowo sudah menyatakan bahwa dirinya tak akan melakukan intervensi dalam pilkada. Hasto lalu mengulangi pernyataan Prabowo, yang intinya agar semua aparat membiarkan rakyat memilih pemimpinnya melakui pilkada.

“Kalau ada intimidasi, tegurlah dia dan katakan anda tak patuh pada perintah Prabowo Subianto. Aparatur negara tak boleh berpihak dan harus netral,” ujar Hasto.

“Gunakan HP anda untuk merekam. Mereka akan takut. Rekam, simpan, dan laporkan,” tegasnya.

Baca juga:

Pesan Megawati ke Kader PDIP: Jangan Terlena di Zona Nyaman

Hasto melanjutkan bila berkaca pada kisah pewayangan, PDIP bergerak dengan cara Pandawa. Dan menghindari karakter Sengkuni yang caranya hanya membelah dan merusak konstitusi.

“Bentuklah tim buru sergap untuk mendapatkan bukti lalu melaporkan aparat yang tak mematuhi perintah Presiden Prabowo,” tandas Hasto. (Pon)

#Pilkada 2024 #PDIP #Hasto Kristiyanto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Demokrasi menghadapi tantangan serius ketika kekuasaan politik dan ekonomi semakin terkonsentrasi, kepercayaan publik terhadap institusi melemah, ketimpangan membesar, serta populisme mendapatkan ruang untuk berkembang.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Dari AS hingga Asia, Forum CALD Soroti Gelombang Populisme dan Kemunduran Demokrasi
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Bagikan