Pemilu 2019

PDI Perjuangan dan Partai Demokrat Terbelah Tanggapi Pernyataan Wiranto Soal Perusakan Atribut

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 18 Desember 2018
 PDI Perjuangan dan Partai Demokrat Terbelah Tanggapi Pernyataan Wiranto Soal Perusakan Atribut

Menko Polhukam Wiranto (Dok. Sekretariat Kabinet)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Perusakan baliho partai Demokrat di Pekanbaru, Riau mendapat perhatian khusus Menko Polhukam Wiranto. Dia bahkan langsung memerintahkan pihak kepolisian mengusut tuntas aksi premanisme tersebut.

Dalam beberapa hari, sejumlah pelaku perusakan pun diringkus dan diperiksa intensif Polda Riau.

Di Jakarta, Mantan Panglima ABRI mengeluarkan pernyataan kontroversial, dia menyebut pelaku perusakan adalah oknum kader PDIP dan Partai Demokrat.

1. Tanggapan dan Sikap Demokrat Atas Pernyataan Wiranto

Menyimak pernyataan Wiranto, Partai Demokrat tidak terima dan mengesankan bahwa pernyataan itu mengada-ngada dan asal jeplak.

SBY dan atribut Partai Demokrat yang dirusak
SBY tinjau lokasi pengerusakan bendera dan baliho Partai Demokrat di Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau. Foto: Twitter/@AndiArief_

Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri mengaku kecewa terkait pernyataan Wiranto. Hal itu disampikannya melalui akun Twitter pribadinya.

"Sore ini, Senin 17 Des 2018, saya baru tiba dari Pekanbaru, Riau. Saya baca pernyataan Menko Polhukam Wiranto dari media online. Maaf, saya punya pendapat yg berbeda dgn Pak Wiranto (pemerintah). Perbedaan pendapat ini bukan kejahatan. Ini hak warga negara," tulis @SBYudhoyono, Senin (17/12).

Bahkan, kabarnya hari ini, Selasa (18/12) SBY mengumpulkan jajaran guna menyikapi pernyataan Wiranto.

2. PDI Perjuangan Sebut Wiranto Belum Beri Jawaban

Berbeda dengan Demokrat, Sikap PDI Perjuangan cukup terbuka, PDIP meminta agar Wiranto menyebut nama pelaku dan tidak hanya oknum partainya.

"Nggak usah sebut oknum-oknum, sebutkan aja nama," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di DPP PDIP Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memberikan keterangan pers kepada awak media di Jakarta (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

Hasto mengakui, sudah meminta klarifikasi soal itu kepada Wiranto namun belum ada jawabannya. Dia pun belum mau bersikap jika betul pernyataan Wiranto adalah fakta.

"Ya kami masih minta klarifikasi dulu. Jadi sebelum kami menyampaikan pendapat ke publik, ya kami bertanya. Pak Wiranto kebetulan saya kontak, tapi oleh beliau belum dijawab," tutur Hasto.

Sebelumnya, Wiranto menyebut oknum perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau pada Sabtu (15/12), dilakukan kader PDIP dan Partai Demokrat.

"Nah, ternyata dari Pak Kapolri (Tito Karnavian) cepat sekali mengusut itu, ternyata memang perbuatan oleh oknum-oknum tertentu, dari partai tertentu, baik PDIP maupun Demokrat ada. Oknum itu sudah ditangkap," kata Wiranto di Kantornya, Jakarta Pusat, Senin (17/12) kemarin.

Wiranto menyebut motif pelaku hanya ingin mendapatkan pujian. Sehingga, dirinya tidak habis pikir dan menyesalkan terjadinya peristiwa itu, karena mencoreng semangat demokrasi Indonesia yang sudah berjalan aman dan damai.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Nikah Massal Tahun 2018, Pemprov DKI Sasar Pasangan Nikah Sirih

#PDI Perjuangan #Partai Demokrat #Wiranto #Susilo Bambang Yudhoyono #Pemilu 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Susilo Bambayng Yudhoyono (SBY) dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Partai Demokrat pun menegaskan, bahwa hal itu merupakan fitnah.
Soffi Amira - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah
Indonesia
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Negara dan demokrasi harus diatur oleh rule of law, bukan rule of noise atau kebisingan rumor
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Januari 2026
SBY Bakal Lawan Akun Anonim Usai Difitnah Jadi Dalang Dugaan Ijazah Palsu Jokowi
Indonesia
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Energi politik semestinya dicurahkan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan efektif.
Dwi Astarini - Rabu, 10 Desember 2025
Demokrat Respons Usulan Koalisi Permanen, Tegaskan Fokus ke Penanganan Bencana
Indonesia
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Partai Demokrat mendesak pemerintah untuk membuka akses bantuan asing. Hal itu dilakukan demi mempercepat penanganan darurat bencana Sumatra.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Percepat Penanganan Bencana Sumatra, Demokrat Desak Pemerintah Buka Akses Bantuan Asing
Indonesia
Pemakaman Istri di Karanganyar, Wiranto Turun Langsung ke Liang Lahat
Ratusan pelayat dari keluarga, kerabat, tokoh masyarakat, hingga pejabat negara hadir memberikan penghormatan terakhir.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 17 November 2025
Pemakaman Istri di Karanganyar, Wiranto Turun Langsung ke Liang Lahat
Indonesia
Jokowi Melayat Istri Wiranto di Lanud Adi Soemarmo tidak Ikut ke Lokasi Pemakaman
Wiranto mendapati Jokowi dan Iriana menunggu di landasan bandara untuk melayat, langsung menghampirinya dan mengajak bersalaman.
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Jokowi Melayat Istri Wiranto di Lanud Adi Soemarmo tidak Ikut ke Lokasi Pemakaman
Indonesia
Jenderal Wiranto Berduka, Istrinya Tutup Usia Dimakamkan di Solo Hari Ini
Kabar duka datang dari keluarga mantan Panglima TNI Jenderal Purnawirawan Wiranto. Istrinya, Rugaiya Usman Wiranto, meninggal dunia
Wisnu Cipto - Senin, 17 November 2025
Jenderal Wiranto Berduka, Istrinya Tutup Usia Dimakamkan di Solo Hari Ini
Indonesia
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Jokowi sebut Whoosh jadi investasi sosial. Demokrat mempertanyakan siapa yang akan menalangi kerugiannya.
Soffi Amira - Sabtu, 01 November 2025
Jokowi Sebut Whoosh Investasi Sosial, Demokrat: Siapa yang Talangi Kerugiannya?
Indonesia
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Fenomena APBD mengendap di perbankan bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan kas daerah, melainkan menggambarkan masalah struktural keuangan daerah.
Dwi Astarini - Jumat, 24 Oktober 2025
Partai Demokrat Dukung Menkeu soal Dana Pemda Mengendap, Tawarkan Solusi Efektif
Indonesia
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat menegaskan pentingnya pengawasan dan kolaborasi antara pemerintah dan DPR.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 08 Oktober 2025
Demokrat ‘Pelototi’ Paket Stimulus Kuartal IV 2025: Ingin Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
Bagikan