Papua Barat Gelar Pertemuan Satuan Tugas Gubernur Untuk Iklim dan Hutan
Sekda Provinsi Papua Barat Dance Sangkek saat ditemui awak media di Manokwari. (ANTARA/Fransiskus Salu Weking)
MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi Papua Barat menjadi tuan rumah pertemuan regional Gugus Tugas Gubernur untuk Perubahan Iklim dan Hutan Tropis atau Governors Climate and Forest (GCF) Task Force.
Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat Dance Sangkek mengatakan, pertemuan regional gugus tugas para gubernur merupakan tindak lanjut dari pertemuan tahunan ke-13 anggota GCF pada Februari 2023 di Merida, Yucatan, Mexico.
Baca Juga:
'Invest in Our Planet', Atasi Perubahan Iklim
"Pertemuan regional ini berlangsung di Manokwari selaku ibu kota provinsi," kata Dance Sangkek.
Ia menjelaskan, pertemuan tersebut bermaksud merumuskan langkah mitigasi terhadap perubahan iklim (climate changes) yang menjadi perhatian secara nasional dan internasional.
Saat ini, kata dia, Papua Barat telah menerapkan kebijakan pembangunan berkelanjutan dalam proses pembangunan daerah. Hal itu tentunya selaras dengan kebijakan nasional dan global dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals).
"Setiap pertemuan tahunan, Papua Barat selalu hadir dan bersinergi dalam aksi-aksi mengatasi perubahan iklim dan perlindungan hutan tropis," jelas Dance Sangkek.
Papua Barat terdiri dari tujuh kabupaten dengan luas wilayah lebih kurang 60.338 Km2, dan merupakan salah satu daerah pemilik hutan tropis terluas di Indonesia (5.545.976 ha atau 91,91 persen).
Papua Barat telah berperan penting dalam kancah global melalui berbagai kegiatan pelestarian lingkungan, dan tahun 2012 tergabung menjadi anggota GCF Task Force.
"Papua Barat bergabung dalam kolaborasi global sebagai anggota GCF sejak tahun 2012," katanya.
Koordinator pelaksana pertemuan regional GCF Papua Barat Charlie Danny Heatubun, menjelaskan, pertemuan regional yang berlangsung di Manokwari dihadiri Koordinator GCF Global William Boyd, Koordinator GCF Mexico Silvia Liamas, delegasi gugus tugas GCF Indonesia, delegasi pemerintah bukan anggota GCF, pemerintah pusat, mitra pembangunan, dan sektor swasta.
Delegasi gugus tugas anggota GCF Indonesia meliputi Provinsi Aceh, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Papua, dan Papua Barat.
"GCF Task Force adalah satuan tugas gubernur untuk iklim dan hutan. Anggotanya terdiri dari provinsi atau negara bagian yang memiliki hutan, GCF ini dibentuk oleh Gubernur California waktu itu Arnold Schwarzenegger," jelas dia.
Selain diskusi panel merumuskan langkah mitigasi, kata Charlie, agenda pertemuan akan diisi dengan kunjungan wisata ke Kampung Kwau, Distrik Mokwam, Kabupaten Manokwari.
Kampung Kwau adalah salah satu contoh kampung yang mengimplementasikan konsep konservasi dalam pemanfaatan sumber daya alam yakni pemeliharaan burung pintar.
"Bagaimana masyarakat Kampung Kwau memanfaatkan hutan, dan ada wisata pengamatan burung pintar dan burung lainnya," katanya dikutip Antara. (*)
Baca Juga:
Perubahan Iklim Berdampak pada Seasonal Fashion
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
DPR Desak Pemerintah Peduli Terkait Isu Perubahan Iklim Buat Kurangi Bencana
Penertiban Kawasan Hutan Jadi Prioritas, Prabowo Gelar Ratas di Sela Lawatan ke London
100 Ribu Orang Terdampak Banjir Jawa, DPR Desak Pemerintah Serius Tangani Perubahan Iklim
Satgas PKH Kantongi Rp 5,27 Triliun Dari Denda 48 Perusahaan di Kawasan Hutan
Satgas PKH Tindak 23 Subjek Hukum Pemicu Bencana Sumatera
Melahirkan Sendiri dalam Hutan Maluku, Berahi Tega Habisi Nyawa Bayinya
Satgas PKH Identifikasi 12 Korporasi Penyebab Banjir Sumatera, Sanksi Berat Menanti
Kenaikan Temperatur Muka Bumi makin Cepat, Picu Kejadian Cuaca Ekstrem
Prabowo Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan: Kita Lawan Penyimpangan Puluhan Tahun!
Satgas PKH Rebut 4 Juta Hektare Hutan, 20 Perusahaan Sawit dan 1 Tambang Ditagih Denda Rp 2,3 Triliun