Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kenaikan Temperatur Muka Bumi makin Cepat, Picu Kejadian Cuaca Ekstrem

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 31 Desember 2025
Kenaikan Temperatur Muka Bumi makin Cepat, Picu Kejadian Cuaca Ekstrem

Ilustrasi petir. (ANTARA FOTO)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KENAIKAN temperatur muka bumi, yang merupakan bagian dari krisis iklim, berkorelasi dengan cuaca ekstrem penyebab bencana hidrometeorologi di Sumatra. Demikian diungkap pakar klimatologi dan perubahan iklim Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof Dr Erma Yulihastin.

Erma menjelaskan temperatur permukaan bumi saat ini mengalami kenaikan hampir mendekati 1,5 derajat celsius. Kenaikan cuaca itu dapat terjadi pada 2029, lebih cepat beberapa tahun ketimbang perkiraan sebelumnya.

"Konsekuensi langsung dari kondisi yang 1,5 (derajat celsius) memang yang pertama kali, yang sangat langsung yakni extreme weather event, kejadian cuaca ekstrem yang salah satu indikasinya ialah storm atau badai," kata peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN itu.

Dia mengatakan tim peneliti di BRIN sudah mendalami terkait dnegan perilaku atau sifat kejadian badai di Indonesia, dengan salah satu dampak luar biasa dari krisis iklim yang terjadi saat ini yakni perubahan pola badai.

Baca juga:

BMKG Prakirakan Cuaca Ekstrem Melanda Banten dalam Sepekan Mendatang, Warga Diminta Waspada



Kondisi yang terjadi di Sumatra, menurutnya, merupakan cuaca ekstrem dalam skala sinoptik lewat badai tropis yang berarti secara ruang dapat mencapai ratusan atau sampai ribuan kilometer. Tidak hanya itu, skala waktunya juga lebih panjang, mulai dari berhari-hari sampai berpekan-pekan.


Sebelumnya, curah hujan ekstrem yang dipengaruhi siklon Tropis Senyar di wilayah di dekat Sumatra berkontribusi terhadap kejadian banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November 2025.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (30/12), bencana hidrometeorologi tersebut menyebabkan 1.141 orang meninggal dunia dan 163 orang masih berstatus hilang.(*)

Baca juga:

Cuaca Ekstrem masih akan Melanda Indonesia, Komisi VIII DPR Minta Pemda Perkuat Kewaspadaan Bencana

#Cuaca Ekstrem #Perubahan Iklim #Bencana Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Cuaca Ekstrem Ganggu Persiapan Timnas Spanyol dan Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Pengaruhi Performa?
Hujan lebat disertai badai petir yang melanda kawasan New York dan New Jersey, Amerika Serikat, membuat kedua tim harus menyesuaikan agenda latihan terakhir mereka sebelum final Piala Dunia 2026.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
Cuaca Ekstrem Ganggu Persiapan Timnas Spanyol dan Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Pengaruhi Performa?
Indonesia
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Fenomena bediding kembali melanda sejumlah wilayah Jawa saat puncak musim kemarau. BMKG mengungkap musim Australia menjadi penyebab suhu malam turun drastis.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Juli 2026
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Indonesia
Gunung Semeru Kembali Erupsi, PVMBG Tetapkan Status Siaga dan Keluarkan Peringatan
Gunung Semeru mengalami erupsi tiga kali pada Sabtu (18/7). Kini, gunung tersebut berada pada status Level III atau Siaga.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
Gunung Semeru Kembali Erupsi, PVMBG Tetapkan Status Siaga dan Keluarkan Peringatan
Indonesia
BMKG Sebut Angin Kencang Berpotensi Terjadi hingga 23 Juli 2026, Warga Diminta Waspada
BMKG memperingatkan angin kencang hingga 23 Juli 2026. Warga pun diminta untuk waspada.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
BMKG Sebut Angin Kencang Berpotensi Terjadi hingga 23 Juli 2026, Warga Diminta Waspada
Dunia
Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Meksiko Selatan, Picu Peringatan Tsunami
Warga di Negara Bagian Chiapas dan Oaxaca, Meksiko, serta di Guatemala dan El Salvador merasakan guncangan yang cukup kuat.
Dwi Astarini - Sabtu, 18 Juli 2026
Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Meksiko Selatan, Picu Peringatan Tsunami
Dunia
Italia Tetapkan Status Bahaya Tertinggi Gelombang Panas
Status peringatan merah (tingkat tiga) itu menandakan darurat gelombang panas dengan panas berkepanjangan dan risiko tinggi terhadap kesehatan, bahkan bagi warga berusia muda yang sehat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Italia Tetapkan Status Bahaya Tertinggi Gelombang Panas
Indonesia
DPR Dorong Penguatan Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino
Sistem peringatan dini pertanian (SIPERDITAN) harus diperkuat agar tidak mengganggu target produksi pangan nasional. 

Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
DPR Dorong Penguatan Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino
Indonesia
Gempa Erupsi Dominasi Aktivitas Gunung Semeru
Gunung Semeru mengalami 11 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2-8 mm, delapan kali harmonik dengan amplitudo 1-15 mm
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Gempa Erupsi Dominasi Aktivitas Gunung Semeru
Dunia
Kematian Warga di Eropa Akibat Gelombang Panas Kian Mengganas
Data kematian awal dan estimasi peneliti menunjukkan sedikitnya 14.000 orang meninggal di enam negara Eropa
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Kematian Warga di Eropa Akibat Gelombang Panas Kian Mengganas
Dunia
Gelombang Panas di Jerman Bikin Kematian karena Tenggelam Meningkat Tajam Sejak 2003
Sebanyak 99 orang dilaporkan tenggelam di Jerman sepanjang bulan lalu.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Gelombang Panas di Jerman Bikin Kematian karena Tenggelam Meningkat Tajam Sejak 2003
Bagikan