Pabrik Baru BUMD DKI Direncanakan Ambil Suplai Minyak Goreng dari PTPN Holding
Seorang calon pembeli minyak goreng sedang melihat-lihat minyak goreng ukuran dua liter di rak pajangan Toko Modern Jogya Junction Jalan Sudirman, Kota Bogor, Senin (28/3). (ANTARA/Linna Susanti)
MerahPutih.com - Kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng disikapi serius Pemerintah DKI, dengan rencana pembuatan pabrik di Jakarta.
Hal tersebut dilakukan jajaran Anies Baswedan demi memastikan ketahanan pangan warga Jakarta.
Baca Juga:
Stabilkan Harga dan Stok, Pemprov DKI Dukung BUMD Bangun Pabrik Minyak Goreng
Dirut BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengatakan, sejauh ini pembangunan pabrik tersebut masih dalam tahap diskusi awal dengan Direksi Agro Jawa Barat (Jabar), Direksi BUMD Jawa Tengah (Jateng) dan Direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Holding.
Pamrihadi melanjutkan, PTPN Holding akan menjadi penyuplai bahan baku Olein pembuat minyak goreng. Di mana Olein di produksi oleh pabrik dari PTPN VIII yang ada di Semangkei Sumatera Utara.
Untuk ide pembuatan minyak goreng, akan dilakukan pembuatan pabrik pengemasan minyak goreng di daerah Kendal, Jawa Tengah atau Purwakarta dengan skema KSO (kerja sama operasi).
Baca Juga:
KPPU Ungkap Dugaan Permainan Kartel Minyak Goreng ke DPR
Selain ini ada 3 BUMD yaitu Food Station, Agri Jabar dan BUMD Jateng bakal melakukan investasi sekaligus menjadi distributor di regional nya masing-masing.
Tahap berikutnya adalah akan dilakukan pengkajian terkait kelayakan investasi nya. Sumber pendanaannya dari masing-masing BUMD.
Dasar pembuatan pabrik ini, kata dia, karena potensi pasar minyak goreng di masing-masing daerah dan memungkinkan para BUMD berperan dalam ke stabilan harga dan ketersediaan.
"Terkait keuntungan, tentu saja BUMD hanya akan mengambil sedikit keuntungan karena tujuan utama nya adalah kestabilan harga dan ketersediaan pasokan," pungkasnya. (Asp)
Baca Juga:
Pemprov DKI Berencana Buat Pabrik Minyak Goreng, Di Sini Lokasinya
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
Kemendag Klaim Harga MinyaKita Berangsur Turun, Tapi Masih di Atas HET
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi
Bukan Sekadar Bongkar Tiang, Pemprov DKI Jakarta Bakal Melakukan Penataan Drainase di Jalan Rasuna Said