Obyek Wisata Dengan Jarak 5 Kilometer dari Lereng Merapi Ditutup

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 Maret 2022
Obyek Wisata Dengan Jarak 5 Kilometer dari Lereng Merapi Ditutup

Puncak gunung Merapi mengeluarkan asap putih terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (10/3/2022). ((ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Geologi mencatat ada 16 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal lima kilometer ke arah tenggara di alur Kali Gendol pada Kamis (10/3). Sejak 5 November 2020 hingga hari ini, Gunung Merapi kini memiliki dua kubah lava, yaitu kubah lava barat daya dan kubah lava tengah kawah.

Dengan kondisi tersebut, sejumlah lokasi wisata di lereng Gunung Merapi di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ditutup sementara mulai, Kamis (10/03).

Baca Juga:

Aktivitas Merapi Meningkat, BPPTKG Nilai Warga Belum Perlu Mengungsi

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Suparmono menjelaskan, objek wisata yang ditutup berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi atau berjarak kurang lebih 5 kilometer dari puncak Gunung.

"Kami mengeluarkan surat edaran untuk menutup beberapa destinasi wisata yang berjarak kurang lebih 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi dan juga pertimbangan lain terkait mitigasi bencana awan panas Merapi," kata Suparmono melalui keterangan pers di Yogyakarta, Kamis (10/03).

Obyek Wisata tersebut diantaranya Bukit Klangon, Petilasan mbah Maridjan Kinahrejo, Bunker Kaliadem, wisata religi Turgo. Sementara untuk kawasan wisata dengan radius aman yakni yang berada di wilayah Kapanewon (Kecamatan) Cangkringan maupun Pakem masih beroperasi normal.

Misalnya Kawasan wisata Kaliurang yang berjarak 6,8 kilometer dari puncak Merapi. Juga destinasi wisata yang berada di seputaran Kopi Merapi, Museum Omahku, wisata Golf Merapi 9 kilometer.

Suparmono mengatakan, untuk jip wisata Lava Tour Merapi ada sebagian yang masih diperbolehkan beroperasi. Yakni yang memiliki rute lokasi wisata di luar radius 5 kilometer dari puncak Merapi. Namun Jeep Wisata yang memiliki rute menuju destiansi wisata yang ditutup turut dihentikan.

"Kami juga melarang jip wisata, melakukan pembatasan kegiatan di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi karena rawan terjadi banjir lahar hujan," katanya."

Kepala Pelasana BPBD Sleman Makwan menjelaskan, jalur wisata yang ditutup sementara yakni rute jip wisata 'Volcano Tour' di Kelurahan Kepuharjo dan Umbulharjo, Cangkringan yang menuju ke arah Bunker Kaliadem.

Wisatawan menikmati wahana jip wisata "Volcano Tour Merapi" di objek wisata Kaliurang, Sleman. Foto ANTARA/HO-Dinas Pariwisata Sleman
Wisatawan menikmati wahana jip wisata "Volcano Tour Merapi" di objek wisata Kaliurang, Sleman. Foto ANTARA/HO-Dinas Pariwisata Sleman

"Jalur wisata arah Bunker Kaliadem juga sudah dikosongkan dari armada jip wisata," katanya.

Menurut Makwan, usai mengeluarkan APG sebanyak lima kali pada Rabu (09/03) puluhan warga sempat mengungsi ke barak pengungsian. Namun kini kondisi aktivitas Gunung Merapi sudah melandai dan warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Tapi tetap menyiagakan relawan untuk berjaga di barak pengungsian yang berada di sejumlah titik.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat waktu terjadinya APG masing-masing adalah pukul 23.18, 23.29, 23.38, 23.44 dan 23.53 WIB, dengan amplitudo maksimal 75 milimeter dan durasi maksimal 570 detik.

Kemudian APG kembali terjadi dengan jarak luncur maksimal 2.000 meter pada Kamis (10/3) dini hari pukul 00.22, 01.00, 01.22, 01.35, 02.07 WIB, dengan amplitudo maksimal 75 milimeter dan durasi 191 detik. (Patricia Vicka/ Yogyakarta)

Baca Juga:

Erupsi Gunung Merapi, Desa Tlogolele Terkena Hujan Abu Vulkanik

#Wisata #Yogyakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Travel
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Kapal ini berangkat dari Belfast pada Oktober 2024 untuk melakukan pelayaran berkelanjutan keliling dunia.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Infografis
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
MPpeeps jiwa petualang pasti merasa puas jika mengunjungi destinasi wisata unik yang ada di seluruh dunia!
Rezita Kesuma - Senin, 26 Oktober 2026
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Berita Foto
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Pengunjung melihat berbagai koleksi alat musik Gamelan milik Mbah Maridjan yang terdampak erupsi di Museum Mbah Maridjan Desa Kinarejo, Rabu (14/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Menyusuri Petilasan Mbah Maridjan, Mengenang Sosok Juru Kunci Merapi
Berita Foto
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Wisatawan menyusuri bagian dalam Bunker Kaliadem di Lereng Gunung Merapi, Kinarejo, Desa Hargobinangun, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (14/10/26).
Didik Setiawan - Rabu, 14 Oktober 2026
Daya Tarik Bunker Kaliadem, Wisata Sejarah dan Alam di Lereng Gunung Merapi
Berita Foto
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Pengunjung berbincang dengan petugas saat kunjungan ke Griya Batik Jogja di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 13 Oktober 2026
Griya Batik Jogja: Transformasi Rumah Rampasan KPK Menjadi Ruang Pelestarian Budaya
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Bagikan