Objek Wisata Balaikambang Solo Buka, Pengunjung Belum Divaksin Ditolak Masuk

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 September 2021
Objek Wisata Balaikambang Solo Buka, Pengunjung Belum Divaksin Ditolak Masuk

Objek wisata alam Taman Balaikambang, Solo, Jawa Tengah masih tampak sepi pada hari pertama dibuka, Rabu (1/9). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Objek wisata alam Taman Balaikambang, Solo, Jawa Tengah, kembali buka seperti biasanya, Rabu (1/9). Pada awal pembukaan sebanyak delapan wisata terpaksa dilarang masuk karena belum divaksin COVID-19.

Seorang petugas keamanan Taman Balekambang, Ahmad mengatakan adanya pelonggaran aturan PPKM level 3 disambut baik pengelola objek wisata. Hal ini setidaknya membuat ekonomi sektor wisata bisa hidup lagi.

Baca Juga:

Puan Ingin Masyarakat Pulang Berwisata Jadi Bahagia, Bukan Menderita karena Corona

"Sudah hampir tiga bulan lebih Taman Balekambang tutup, kita punya harapan untuk bangkit," kata Ahmad.

Dikatakannya, untuk awalan ini belum banyak pengunjung yang datang ke Taman Balekambang. Total ada sebanyak 22 orang pengunjung datang. Pengunjung yang datang harus menerapkan protokol kesehatan 5M dan memakai double masker.

"Dari jumlah tersebut sebanyak delapan orang wisatawan terpaksa ditolak masuk karena belum vaksin," katanya.

Ia mengatakan, pada awal-awal dibukannya Taman Balaikambang sebenarnya pengunjung bisa menunjukkan kartu vaksin yang dicetak, tidak harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Namun, dari delapan pengunjung yang ditolak tersebut ternyata tidak ada bukti vaksin sama sekali.

Objek wisata alam Taman Balaikambang, Solo, Jawa Tengah masih tampak sepi pada hari pertama dibuka, Rabu (1/9). (MP/Ismail)
Caption

"Karena bukti vaksin sudah menjadi syarat masuk di tempat wisata kita harus mematuhinya," kata dia.

Seorang pengunjung Abel Ismail (22) mengaku kecewa dengan adanya kebijakan syarat vaksin untuk masuk Taman Balaikambang. Sebagai perantauan di Solo, mengaku sulit untuk bisa dapat vaksin.

"Harusnya cukup menerapkan aturan prokes dan pembatasan jumlah pengunjung saja. Karena vaksin belum merata," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Gibran Terbitkan Aturan Bolehkan PTM hingga Pembukaan Tempat Wisata

#PPKM Level 1-4 #PPKM #Solo #Wisata #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Dinas Perhubungan (Dishub) Solo berencana mensterilkan aktivitas parkir di timur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo dalam waktu dekat.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Terancam Kehilangan Pekerjaan, 56 Jukir Masjid Zayed Demo
Indonesia
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Populasi rusa di Sriwedari dianggap melonjak dan kandang terbuka membuat hewan mudah keluar sampai ke jalan raya.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Populasi Rusa di Sriwedari Melonjak, Rawan Lepas ke Jalan karena Kandang Terbuka
Indonesia
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Kemendagri saat ini terus mendampingi seluruh kepala daerah agar pelaksanaan enam bidang SPM dapat berjalan optimal.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Wamendagri Bima Arya Dorong Pelaksanaan 6 SPM Posyandu Plus di Solo Jadi Percontohan
Indonesia
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sudah direncanakan sebagai bagian dari upaya untuk merevitalisasi aset-aset budaya.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Revitalisasi Keraton Solo Senilai Rp 150 Miliar Dimulai dengan Peletakan Batu Pertama, Menbud Fadli Zon Sebut sebagai Perintah Presiden Prabowo
Indonesia
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Hasil tes DNA akan dikirim ke Pusdokkes untuk dilakukan pemeriksaan dan pencocokan dengan sampel jenazah yang telah ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Dokkes Polda Jateng Tes DNA Keluarga 3 Korban KM Virgo di Polresta Solo
Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Warga terancam kena gusur akibat perluasan Stasiun Solo Jebres.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Terancam Kena Gusur, Warga Solo Gugat KAI Daop 6 ke PN Solo
Indonesia
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Tahir Solo Museum diketahui memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar Rp600 juta.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Tahir Solo Museum Tunggak PBB-P2 Rp600 Juta, Wali Kota Solo Minta Segera Dilunasi
Indonesia
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Menjadi wadah bersatunya para insan pers dan masyarakat Solo guna mendoakan keselamatan seluruh korban yang hingga saat ini belum ditemukan.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
5 Jurnalis Hilang saat Meliput Gunung Anak Krakatau, PFI, AJI, dan PWI Solo Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doa Bersama
Indonesia
Waketum PSI Ogah Komentari Penyitaan Uang Rp3,5 M dari Ahmad Ali oleh KPK, tak Mau Urusi Elite
Menegaskan kasus tersebut berjalan sebelum Ahmad Ali masuk PSI.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Waketum PSI Ogah Komentari Penyitaan Uang Rp3,5 M dari Ahmad Ali oleh KPK, tak Mau Urusi Elite
Bagikan