Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

NPI Triwulan IV 2015 Membaik

Luhung SaptoLuhung Sapto - Jumat, 19 Februari 2016
NPI Triwulan IV 2015 Membaik

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo (tengah) saat konferensi pers Pengumuman Penurunan BI Rate di Gedung Bank Indonesia, Kamis (18/2). (Foto: MP/John Abimanyu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih Bisnis - Kinerja neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV 2015 membaik, terutama didukung oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat. NPI pada triwulan IV 2015 mencatat surplus, ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial (TMF) yang lebih tinggi dari defisit transaksi berjalan.

"Peningkatan surplus TMF tersebut didukung oleh meningkatnya arus masuk modal asing, seiring dengan menurunnya ketidapastian di pasar keuangan global dan membaiknya keyakinan terhadap prospek perekonomian Indonesia," ungkap Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardoyo saat konferensi pers di Gedung Bank Indonesia, Kamis (18/2).

Menurut Agus, defisit transaksi berjalan meningkat menjadi sebesar 2,4 persen PDB di tengah proses perbaikan perekonomian Indonesia dan masih lemahnya permintaan global.

"Secara keseluruhan tahun 2015, defisit transaksi berjalan tercatat sebesar 2,06 persen PDB, jauh lebih rendah dari 3,09 persen PDB tahun 2014," tuturnya.

Agus menjelaskan neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2016 mencatat surplus. Hal itu didukung oleh turunnya defisit neraca perdagangan minyak dan gas (migas).

"Dengan perkembangan tersebut, cadangan devisa pada akhir tahun 2016 tercatat US$102,1 miliar atau setara 7,5 bulan impor atau 7,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," terangnya.

Angka tersebut, lanjutnya, berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. 

"Ke depan, Bank Indonesia meyakini kinerja NPI akan semakin baik dengan defisit transaksi berjalan yang terkendali di bawah 3 persen dari PDB," pungkasnya. (Abi)

BACA JUGA:

  1. BI: Pertumbuhan Ekonomi 2016 Diprediksi Meroket
  2. BI Turunkan BI Rate dan GMW Primer
  3. BI Rate Turun Jadi 7 Persen
  4. Kenaikan Suku Bunga Acuan AS Beri Dampak Positif
  5. Bisnis Online Indonesia Akan Tumbuh Pesat Tahun 2016
#Gubernur Bank Indonesia #Agus Martowardoyo #Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) #Neraca Perdagangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Luhung Sapto

Penggemar Jones, Penjelajah, suka makan dan antimasak
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Indonesia
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Dolar AS kini kembali menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (25/6). Rupiah menembus Rp 17.936.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Indonesia
BI Kembali Naikkan Suku Bunga
BI-Rate secara kumulatif telah naik sebesar 75 bps dalam bulan ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga
Indonesia
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Pemerintah bersama bank sentral mengantongi modal kuat guna merealisasikan target pertumbuhan tinggi dengan tiga faktor utama
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Bank Indonesia Ramal Ekonomi Domestik Tumbuh Menggila Hingga Tembus Batas Atas
Indonesia
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia mempertahankan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia
Rupiah Terus Melemah, Prabowo Belum Berencana Ganti Purbaya, Perry Warjiyo dari Pos Menkeu dan Gubernur BI
Hal ini seperti disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
Frengky Aruan - Sabtu, 06 Juni 2026
Rupiah Terus Melemah, Prabowo Belum Berencana Ganti Purbaya, Perry Warjiyo dari Pos Menkeu dan Gubernur BI
Indonesia
Bertemu Menkeu dan Wakil Ketua DPR, Gubernur BI Keluarkan ‘Jurus’ Perkuat Nilai Tukar Rupiah
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo bertemu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6).
Frengky Aruan - Sabtu, 06 Juni 2026
Bertemu Menkeu dan Wakil Ketua DPR, Gubernur BI Keluarkan ‘Jurus’ Perkuat Nilai Tukar Rupiah
Indonesia
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Perhatian utama pasar saat ini bukan lagi sekadar besarnya ekspor Indonesia, melainkan kecepatan kenaikan impor migas yang mulai menggerus surplus perdagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Indonesia
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Kinerja ini terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 0,98 persen yang menjadi USD 63,60 miliar.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Indonesia
Dagang Dengan AS dan India Indonesia Masih Suprlus, Dengan China Defisit
Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia sebesar USD 1,55 miliar, diikuti India USD 1,07 miliar, dan Filipina USD 0,69 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Dagang Dengan AS dan India Indonesia Masih Suprlus, Dengan China Defisit
Bagikan