Keponakan Prabowo Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 19 Januari 2026
Keponakan Prabowo Masuk Bursa Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia. (Foto: MerahPutih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto mengirimkan tiga nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) ke DPR RI untuk menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari jabatannya.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi atau Pras mengatakan, Presiden telah mengajukan nama-nama tersebut kepada DPR untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Namun, Pras tidak merinci alasan pengunduran diri Juda Agung.

“Sudah dikirimkan ke DPR untuk dilakukan fit and proper test,” kata Prasetyo kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Senin (19/1).

Salah satu nama yang diusulkan adalah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, sebagaimana informasi yang sebelumnya telah beredar di publik. Thomas diketahui merupakan keponakan Presiden Prabowo.

“Ada beberapa nama dan yang salah satu nama yang diusulkan memang Pak Wamenkeu Tommy,” ujar Prasetyo.

Baca juga:

Bank Indonesia Ungkap Fakta Mengejutkan di Balik Utang Luar Negeri yang Tumbuh Melambat

Menurut Pras, pengajuan calon deputi gubernur BI ini dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, menyusul adanya surat pengunduran diri dari salah satu anggota Dewan Gubernur BI.

“Itu bermula dari adanya surat pengunduran diri dari salah satu Deputi Gubernur Bank Indonesia. Kemudian sesuai dengan ketentuan peraturan harus dilakukan proses mengisi jabatan yang ditinggalkan,” jelasnya.

Selain Thomas Djiwandono, dua kandidat lainnya merupakan pejabat karier di Bank Indonesia. Mereka adalah Dicky Kartikoyono, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, serta Solikin M. Juhro, Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.

Setelah menerima nama-nama calon tersebut, Komisi XI DPR RI akan segera menyusun jadwal pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan. Ketua Komisi XI DPR Misbakhun menyebutkan proses tersebut akan digelar dalam waktu dekat.

Baca juga:

Suku Bunga Bank Indonesia Sudah Diturunkan Berkali-kali, Bunga Kredit Perbankan Masih Tinggi

Menurut Misbakhun, percepatan fit and proper test diperlukan agar kekosongan jabatan Deputi Gubernur BI tidak berlangsung terlalu lama.

“Karena kan kekosongannya nggak boleh terlalu lama,” ujarnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara detail alasan pengunduran diri Juda Agung, namun menegaskan bahwa pengajuan surat presiden didasarkan pada pengunduran diri tersebut.

“Pokoknya, alasan surat presiden itu karena adanya pengunduran diri,” kata Misbakhun. (Knu)

#Bank Indonesia #Thomas Djiwandono #Gubernur Bank Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
MSCI mengumumkan untuk membuka konsultasi dengan pelaku pasar mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari Emerging Market (pasar berkembang) ke Standalone Market (pasar mandiri).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Rupiah Melemah ke Rp 18.000, Arus Keluar Dana Masih Akan Berlanjut
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Tekanan nilai tukar juga didorong oleh kebutuhan valas importir menjelang akhir triwulan III, serta arus keluar dana dari portofolio aset negara emerging markets di tengah kenaikan imbal hasil (yield) obligasi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Inflasi Global dan Risiko Fiska
Indonesia
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
BI menargetkan jumlah pengguna QRIS mencapai 69,32 juta pada akhir tahun ini atau tumbuh sebesar 20,26 persen secara tahunan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
67 Juta Orang Indonesia Sudah Pakai QRIS Buat Transaksi
Indonesia
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Tugas penagihan kewajiban itu akan dialihkan kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, melalui Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN).
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI Lunas, para Obligor Tetap Dikejar
Indonesia
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Pemerintah resmi melunasi utang BLBI Rp218,3 T ke BI setelah 30 tahun. Hak tagih dan penyitaan aset obligor nakal diambil alih Kemenkeu!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Utang BLBI 30 Dekade ke BI Lunas, Kemenkeu Ambil Alih Tugas Satgas Tagih Aset Obligor
Indonesia
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Utang Luar Negeri Kembali Naik, Per Juli 2026 Capai USD 454,8 Miliar
Indonesia
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Dengan rekam jejak internasional di IMF dan pengalaman panjang di BI, Aida S Budiman diharapkan mampu menjaga stabilitas moneter Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Profil Deputi Gubernur Senior BI Aida S Budiman, Eks Wadir Eksekutif IMF Jadi Orang Nomor Dua Bank Sentral
Indonesia
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Perempuan Pertama Pimpin Bank Indonesia
Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2031. Ia menjadi perempuan pertama yang memimpin BI sejak 1953.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, Perempuan Pertama Pimpin Bank Indonesia
Indonesia
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, DPR RI Tetapkan 2 Deputi untuk Periode Baru
DPR RI menetapkan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2026-2030. Aida S. Budiman dan Solikin M. Juhro juga ditetapkan sebagai Deputi BI.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur BI, DPR RI Tetapkan 2 Deputi untuk Periode Baru
Indonesia
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Komisi XI DPR RI telah menggelar uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) selama dua hari berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Destry Damayanti Telah Disetujui DPR Jadi Gubernur BI, Ini Tim Anyar Pimpinan BI
Bagikan