Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Headline

Neraca Perdagangan China dan Asia Untungkan Indonesia

Eddy FloEddy Flo - Minggu, 14 Januari 2018
Neraca Perdagangan China dan Asia Untungkan Indonesia

Changan Trust dari Everbright Bank cabang Shanghai, China (ANTARA FOTO/REUTERS/Engen Tham)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Indonesia mendapat keuntungan dari interaksi perdagangan China dengan sejumlah negara di Asia. Tercatat sejak Januari-November 2017, nilai perdagangan China mencapai 1, 17 triliun dolar AS. Jumlah ini turut mendongkrak nilai perdagangan Indonesia dengan negara dengan jumlah terbanyak di dunia tersebut.

Ekspor Indonesia ke China mencapai 19,13 miliar dolar AS atau naik 44,5 persen dan membentuk 13,7 persen dari total ekspor Indonesia.

Impor Indonesia dari China mencapai 31,78 miliar dolar AS atau naik 15,3 persen dan membentuk 25,5 persen dari total impor, demikian laman Mofcom dengan mengutip data Badan Pusat Statistik RI sebagaimana dipantau Antara di Beijing.

China telah menjadi mitra terpenting bagi 16 negara Asia. Oleh karena itu, China akan memperkuat integrasi ekonomi dan perdagangan dengan negara-negara tetangga, demikian media resmi setempat, Minggu (14/1).

Kementerian Perdagangan China (Mofcom) menyebut Jepang, Korea Selatan, Vietnam, dan Malaysia masuk dalam jajaran 10 besar partner perdagangan China selama periode 11 bulan tersebut.

Selama periode tersebut China menerima investasi dari 25 negara Asia lainnya senilai 10,77 miliar dolar AS, sedangkan investasi China di negara-negara Asia lain senilai 10,67 miliar dolar AS.

Singapura, Korsel, dan Jepang merupakan negara terbesar nilai investasinya di China dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya.

Sementara itu, Pakistan, Malaysia, Indonesia, Bangladesh, dan Laos menjadi pasar utama China dalam kontrak di bidang industri teknik, demikian laporan Chinanews.com.

Selama periode Januari-November 2017 nilai perdagangan luar negeri Indonesia mencapai 295,78 miliar dolar AS atau naik 16,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

Nilai ekspor Indonesia selama periode tersebut mencapai 153,9 miliar dolar AS atau naik 17,2 persen, sedangkan impornya senilai 141,88 miliar dolar AS atau naik 15,5 persen sehingga Indonesia mengalami surplus perdagangan senilai 12,02 miliar dolar AS.

Selama periode itu pula perdagangan nonmigas Indonesia-China tercatat 50,91 miliar dolar AS atau naik 24,8 persen.

"Negara-negara tetangga tetap menjadi rute langsung perdagangan China dengan dunia internasional. Penguatan integrasi ekonomi dan perdagangan dengan negara tetangga akan tetap kondusif untuk menjaga kelangsungan pembangunan China. Negara-negara tetangga juga mendapatkan keuntungan dari pembangunan di China," kata Chen Fengying, peneliti di China Institutes of Contemporary International Relations (CICIR), sebagaimana dikutip Global Times.(*)

#Neraca Perdagangan #Ekspor-Impor #Komoditi Ekspor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Indonesia
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Dolar AS kini kembali menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (25/6). Rupiah menembus Rp 17.936.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Indonesia
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia mempertahankan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Perhatian utama pasar saat ini bukan lagi sekadar besarnya ekspor Indonesia, melainkan kecepatan kenaikan impor migas yang mulai menggerus surplus perdagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Indonesia
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Kinerja ini terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 0,98 persen yang menjadi USD 63,60 miliar.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Indonesia
Dagang Dengan AS dan India Indonesia Masih Suprlus, Dengan China Defisit
Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia sebesar USD 1,55 miliar, diikuti India USD 1,07 miliar, dan Filipina USD 0,69 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Dagang Dengan AS dan India Indonesia Masih Suprlus, Dengan China Defisit
Indonesia
Prabowo dan Donald Trump Teken ART, Transfer Data Lintas Negara Disepakati
Indonesia dan AS telah menyepakati transfer data lintas negara. Lalu, kedua negara juga menghapus biaya masuk untuk transaksi elektronik.
Soffi Amira - Jumat, 20 Februari 2026
Prabowo dan Donald Trump Teken ART, Transfer Data Lintas Negara Disepakati
Indonesia
Perdagangan Luar Negeri Indonesia Masih Untung
Tercatat, ekspor Indonesia Januari–Oktober 2025 mencapai USD 234,04 miliar atau naik 6,96 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 01 Desember 2025
Perdagangan Luar Negeri Indonesia Masih Untung
Indonesia
Indonesia Masih Untung Dalam Perdagangan Internasional, Sudah 65 Bulan
Untuk nilai ekspor tersebut meningkat 8,14 persen secara tahunan, dengan penyumbang utama oleh nilai ekspor industri pengolahan sebanyak USD 167,85 miliar atau Rp 2,8 kuadriliun.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 November 2025
Indonesia Masih Untung Dalam Perdagangan Internasional, Sudah 65 Bulan
Indonesia
RUU Komoditas Strategis Dirancang dalam Bentuk Omnibus Law untuk Lindungi Sektor Pertanian Hingga Perkebunan
Sementara itu, pembentukan lembaga pengawas akan diserahkan kepada pemerintah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 September 2025
RUU Komoditas Strategis Dirancang dalam Bentuk Omnibus Law untuk Lindungi Sektor Pertanian Hingga Perkebunan
Bagikan