Dagang Dengan AS dan India Indonesia Masih Suprlus, Dengan China Defisit

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Dagang Dengan AS dan India Indonesia Masih Suprlus, Dengan China Defisit

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers berita resmi statistik di Jakarta, Senin (2/3/2026) (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia kembali mencetak surplus pada Januari 2026 sebesar USD 0,95 miliar, yang memperpanjang tren surplus 69 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, surplus tersebut terutama ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas yang masih kuat, meski impor mengalami peningkatan cukup tinggi secara tahunan.

“Pada Januari 2026 neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar USD 0,95 miliar AS. Dengan capaian ini maka neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus selama 69 bulan berturut-turut,” ujar Ateng.

Menurut BPS, surplus tersebut berasal dari neraca perdagangan nonmigas yang mencatat surplus USD 3,22 dolar AS, sementara neraca migas masih mengalami defisit sebesar USD 2,27 miliar.

Baca juga:

KPK Bongkar Modus Pejabat Bea dan Cukai Sewa Safe House dalam Kasus Suap Importasi

Komoditas utama penyumbang surplus nonmigas antara lain lemak dan minyak hewan nabati (HS15) dengan surplus USD 3,10 miliar, bahan bakar mineral (HS27) sebesar USD 2,16 miliar, serta besi dan baja (HS72) sebesar USD 1,51 miliar.

Dari sisi kinerja perdagangan, BPS mencatat nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 mencapai USD 22,16 miliar, meningkat 3,39 persen secara tahunan (year-on-year). Kenaikan tersebut terutama didorong oleh ekspor nonmigas yang tumbuh 4,38 persen menjadi USD 21,26 miliar.

Peningkatan ekspor nonmigas terutama berasal dari komoditas lemak dan minyak hewan nabati yang melonjak 46,05 persen, diikuti nikel dan barang daripadanya yang naik 42,04 persen, serta mesin dan perlengkapan elektronik yang meningkat 16,27 persen.

Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai USD 21,20 miliar, naik cukup tinggi yakni 18,21 persen dibandingkan Januari 2025. Kenaikan impor itu terutama didorong oleh impor nonmigas.

Nilai impor migas ini sebesar USD 3,17 miliar atau meningkat 27,52 persen secara tahunannya. Selain itu impor nonmigas senilai USD 18,04 miliar dolar mengalami peningkatan secara tahunannya sebesar 16,71 persen.

BPS mencatat peningkatan impor terjadi pada seluruh kelompok penggunaan, terutama bahan baku atau penolong yang naik 14,67 persen, serta barang modal yang meningkat 35,32 persen.

Secara negara mitra dagang, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia sebesar USD 1,55 miliar, diikuti India USD 1,07 miliar, dan Filipina USD 0,69 miliar.

Adapun defisit terdalam tercatat dengan China sebesar USD 2,47 miliar, kemudian Australia USD 0,96 miliar dan Prancis USD 0,47 miliar. (*)

#Impor #Badan Pusat Statistik (BPS) #Neraca Perdagangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
BPS dan Bank Dunia menggunakan sumber data yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Namun, cara pengukuran kemiskinan yang digunakan berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
Indonesia
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
DPR menyoroti ketidaksesuaian data desil yang berpotensi membuat warga miskin kehilangan bansos, subsidi energi, hingga bantuan pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
Indonesia
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi harga minyak untuk menjaga surplus perdagangan, tetapi juga akan terus mendorong peningkatan ekspor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Indonesia
BPS Sarankan Warga Ajukan Sanggahan ke Kelurahan bila Keberatan Status Desil
Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas cek bansos yang disediakan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mengajukan keberatan terhadap data yang diterima.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
BPS Sarankan Warga Ajukan  Sanggahan ke Kelurahan bila Keberatan Status Desil
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni tercatat sebesar USD 24,39 miliar, meningkat 8,68 persen jika dibandingkan dengan Mei 2026 yang sebesar USD 22,45 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Indonesia
Kepuasan Jemaah Haji 2026 Melonjak, Ini Layanan dengan Nilai Tertinggi Menurut BPS
Survei BPS mencatat Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia 2026 mencapai 83,28 dan masuk kategori sangat memuaskan. Layanan bandara tertinggi 84,76.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Kepuasan Jemaah Haji 2026 Melonjak, Ini Layanan dengan Nilai Tertinggi Menurut BPS
Indonesia
Masuk Agustus Daging Sapi Makin Mahal, Lampaui Harga Acuan Sekilo Rp140 Ribu
Memasuki minggu pertama Agustus 2026, harga daging sapi nasional kembali melonjak naik di sejumlah wilayah Indonesia
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Masuk Agustus Daging Sapi Makin Mahal, Lampaui Harga Acuan Sekilo Rp140 Ribu
Indonesia
Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Naik 0,005
Dibandingkan dengan September 2025, tingkat ketimpangan di wilayah perkotaan maupun perdesaan sama-sama mengalami peningkatan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Naik 0,005
Indonesia
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Implementasi mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026 terus diperkuat untuk mendukung swasembada energi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Bagikan