Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen

Ilustrasi ekspor produk. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - EKSPOR Indonesia pada Maret mencatatkan kinerja positif sebesar USD 22,53 miliar atau tumbuh 1,62 persen jika dibandingkan dengan Februari 2026 (MtM), meskipun secara tahunan masih terkontraksi 3,10 persen (YoY). Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) mengatakan peningkatan ekspor secara bulanan didorong lonjakan ekspor migas sebesar 18,60 persen, sedangkan ekspor nonmigas tumbuh terbatas sebesar 0,75 persen.

Kenaikan ekspor nonmigas ditopang peningkatan signifikan pada sejumlah komoditas utama, di antaranya bijih logam, perak, dan abu (HS 26) yang melonjak 8.055,36 persen, aluminium (HS 76) 112,99 persen, serta logam mulia dan perhiasan (HS 71) 98,89 persen.

"Pertumbuhan juga didukung peningkatan permintaan dari mitra dagang utama, khususnya Hong Kong yang tumbuh 78,20 persen, Thailand 67,08 persen, dan Taiwan 29,38 persen (MtM)," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso (Busan) kepada wartawan, Rabu (6/5).

Secara kumulatif, pada Januari–Maret 2026, total ekspor Indonesia mencapai USD 66,85 miliar atau tumbuh tipis 0,34 persen jika dibandingkan dengan Januari-Maret 2025 (CtC).

"Kinerja ini terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 0,98 persen yang menjadi USD 63,60 miliar di tengah kontraksi ekspor migas sebesar 10,58 persen yang menjadi USD 3,25 miliar," ucapnya.

Mendag Busan juga menjelaskan, pada periode Januari-Maret 2026, sektor industri pengolahan menjadi pendorong pertumbuhan ekspor. Industri pengolahan juga mendominasi struktur pangsa total ekspor di periode tersebut sebesar 82,25 persen. "Sepanjang tiga bulan pertama 2026, pertumbuhan ekspor didorong kinerja sektor industri pengolahan naik 3,96 persen (CtC) atau menjadi USD 54,98 miliar dibandingkan periode Januari—Maret 2025 yang sebesar USD 52,89 miliar," jelasnya.

Baca juga:

Catat Rekor Ekspor Baru, Korea Selatan Jual Album K-Pop Senilai Rp 1,6 Triliun dalam Kuartal I 2026



Ekspor dengan kenaikan tertinggi terjadi pada nikel dan barang daripadanya (HS 75) yang melonjak 60,60 persen, timah dan barang daripadanya (HS 80) 49,09 persen, aluminium dan barang daripadanya (HS 76) 40,97 persen, bahan kimia organik (HS 29) 21,44 persen, dan bahan kimia anorganik (HS 28) 14,46 persen (CtC).

Menurutnya, peningkatan itu dipengaruhi tren harga global dan permintaan dari mitra dagang. Namun demikian, kinerja ekspor sektor pertanian turun 32,18 persen dan sektor pertambangan dan lainnya turun 11,17 persen (CtC). Kopi, teh dan rempah-rempah (HS 09) menjadi komoditas sektor pertanian dengan penurunan ekspor terdalam sebesar 40,15 persen.

Dari sisi tujuan ekspornya, ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Maret 2026 menunjukkan pertumbuhan yang kuat di sejumlah pasar. Lonjakan ekspor tertinggi tercatat ke Spanyol sebesar 38,86 persen (CtC), diikuti Mesir 25,43 persen, Tiongkok 17,49 persen, Thailand 13,58 persen, serta Belanda 11,37 persen. Selain itu, ekspor ke kawasan nontradisional seperti Asia Tengah lainnya, Afrika Utara, Asia Timur, Amerika Selatan lainnya, dan Afrika Barat juga mencatatkan kinerja positif.



Impor Seluruh Golongan Barang Turun pada Maret 2026

Impor Indonesia tercatat sebesar USD 19,21 miliar, terkontraksi 8,08 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (MtM), tapi masih tumbuh 1,51 persen dibandingkan Maret 2025 (YoY). Penurunan impor bulanan ini dipengaruhi pelemahan impor nonmigas sebesar 15,14 persen (MtM) di tengah lonjakan impor migas yang meningkat signifikan sebesar 58,73 persen.

Mendag Busan menegaskan penurunan impor pada Maret 2026 terjadi pada seluruh golongan penggunaan barang, dengan kontraksi terdalam pada impor barang modal yang turun 15,75 persen, diikuti barang konsumsi sebesar 11,64 persen serta bahan baku dan penolong sebesar 5,21 persen (MtM). "Penurunan ini dipengaruhi faktor musiman libur panjang Idul Fitri, tekanan geopolitik di kawasan Timur Tengah, serta pelemahan permintaan domestik," imbuhnya.

Secara kumulatif, impor Indonesia Januari–Maret 2026 mencapai USD 61,30 miliar, naik 10,05 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (CtC). Pertumbuhan ini terutama ditopang impor nonmigas yang naik 12,16 persen, sedangkan impor migas terkontraksi sebesar 1,72 persen.

Sementara itu, berdasarkan golongan penggunaan barang (BEC), seluruh komponen impor mencatatkan pertumbuhan. Kenaikan tertinggi dicatatkan barang modal sebesar 24,02 persen, diikuti bahan baku dan penolong 6,89 persen serta barang konsumsi 6,12 persen (CtC). Peningkatan impor barang modal ini didorong, antara lain, oleh permintaan terhadap komoditas strategis seperti telepon pintar, komputer, serta pesawat terbang.

Dari sisi komoditas, lonjakan impor nonmigas tertinggi terjadi pada kendaraan udara dan bagiannya (HS 88) sebesar 546,55 persen (CtC). Selain itu, impor garam, belerang, batu, dan semen (HS 25) tumbuh 71,95 persen; diikuti bijih logam, terak dan abu (HS 26) sebesar 60,64 persen; serta logam mulia, perhiasan, dan permata (HS 71) naik 44,71 persen.

Kenaikan juga terjadi pada berbagai produk kimia (HS 38) yang tumbuh 36,31 persen. Berdasarkan negara asal, impor nonmigas Indonesia masih didominasi dari Tiongkok, Australia, dan Jepang dengan kontribusi gabungan mencapai 52,97 persen. Namun demikian, pertumbuhan impor tertinggi tercatat dari beberapa negara nontradisional, antara lain, Meksiko yang meningkat 383,37 persen, Spanyol 177,70 persen, serta Oman 138,90 persen (CtC) yang menunjukkan semakin beragamnya sumber pasokan impor Indonesia.(asp)


Baca juga:

Ekspor CPO Indonesia Terus Menguat, Kukuhkan Sebagai Raja Sawit

#Ekspor #Neraca Perdagangan #Menteri Perdagangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Berita Foto
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Didik Setiawan - Senin, 21 September 2026
Perkuat Ekspor, Pemindai Peti Kemas ke-10 Beroperasi di Tanjung Priok
Indonesia
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
“Kami hadir dengan komitmen untuk menyejahterakan para petani kelapa dan putra-putri daerah. Selain itu, cita-cita kami adalah 'Mengembalikan Kejayaan Kelapa Nusantara di Mata Dunia',” kata Jerry.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Beli Alat Produksi Canggih dari Tiongkok, PT RAI Mampu Mengolah 2 Juta Butir Kelapa Per Hari
Indonesia
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi harga minyak untuk menjaga surplus perdagangan, tetapi juga akan terus mendorong peningkatan ekspor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Indonesia
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Dua UMKM Indonesia mendapat pesanan produk olahan buah, sayur, dan keripik tempe dari buyer Cili senilai USD 29 ribu atau sekitar Rp 510 juta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Produk Camilan UMKM Indonesia Tembus Pasar Cili, Nilai Pesanan Capai Rp 510 Juta
Indonesia
Prabowo Soroti Harga Komoditas Indonesia Ditentukan Negara Lain, Bursa Sendiri Ditargetkan Hadir 2027
Prabowo menargetkan Indonesia memiliki bursa mineral dan komoditas strategis sendiri mulai 1 Januari 2027 di bawah pengawasan OJK.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Soroti Harga Komoditas Indonesia Ditentukan Negara Lain, Bursa Sendiri Ditargetkan Hadir 2027
Indonesia
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni tercatat sebesar USD 24,39 miliar, meningkat 8,68 persen jika dibandingkan dengan Mei 2026 yang sebesar USD 22,45 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Indonesia
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand
Berbagai produk industri hilir pertambangan juga bisa menjadi andalan Indonesia untuk diekspor ke Negeri Gajah Putih.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand
Indonesia
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Ekspor tersebut merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai USD 2 juta selama setahun yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Indonesia
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Implementasi mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026 terus diperkuat untuk mendukung swasembada energi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Bagikan