Muliaman Enggan Tanggapi Isu Efisiensi Wimboh

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Selasa, 13 Juni 2017
Muliaman Enggan Tanggapi Isu Efisiensi Wimboh

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpilih Wimboh Santoso memberikan keterangan dalam acara bincang bersama media di Plaza Mandiri, Jakarta, Jumat (9/6). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho G

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad enggan menanggapi isu efisiensi di internal OJK yang disebutkan oleh Ketua DK OJK periode 2017-2022 yang baru saja terpilih Wimboh Santoso.

"Ya silakan saja, itu nanti hak prerogatif ketua OJK yang baru," ujar Muliaman di Kantor Pusat OJK, Jakarta, Senin (12/6).

Sebelumnya, Wimboh Santoso menegaskan akan melakukan efisiensi di tubuh OJK untuk meningkatkan kinerja otoritas tersebut.

Komissaris Utama Bank Mandiri tersebut mengatakan, akan mewujudkan efisiensi di segala bidang. Operasionalisasi OJK akan difokuskan pada prioritas tugas utamanya, yakni mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan.

Sementara itu, terkait dengan rencana pengurangan jumlah iuran yang disetor industri keuangan ke OJK, Wimboh juga menilai hal tersebut perlu dikaji ulang dalam kaitannya untuk pencapaian visi dan misi OJK itu sendiri.

Ia mengatakan tidak menutup kemungkinan pengurangan jumlah iuran tersebut bisa dilakukan oleh regulator.

Muliaman hanya menekankan, ada dua isu besar yang perlu diselesaikan oleh pimpinan OJK ke depan. Yang pertama adalah konsolidasi organisasi yang diharapkan dapat terus berlanjut.

"Ini sudah kami lakukan lima tahun awal. Kami tumbuhkan kultur baru yang melayani, kami tingkatkan governance, fraud dikurangi atau dihilangkan. Itu terus saja berlanjut," katanya.

Sementara itu, isu besar lainnya yakni upaya peningkatan pengawasan. Muliaman berharap, di luar dari tanggung jawab dalam mengawasi, OJK juga dapat berkontribusi optimal dalam mengembangkan industri keuangan.

"Pasar semakin dalam, produk makin bervariasi, akses ke pasar modal semakin mudah. Ini merupakan bagian dari pengembangan yang harus dijalankan," ujar Muliaman.

Selain itu, ia juga mengharapkan fokus OJK, khususnya dalam soal pembiayaan, juga merambah sektor lain setelah sebelumnya fokus di sektor kemaritiman dan pertanian.

Sumber: ANTARA

#Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman Hadad #OJK
Bagikan
Ditulis Oleh

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu

Berita Terkait

Indonesia
Karbon RI Punya Potensi Raksasa, DPR Sayangkan Mandek karena Biaya Hitung Selangit
Proses verifikasi emisi yang ada saat ini terlampau rumit dan memakan biaya tinggi. 

Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
Karbon RI Punya Potensi Raksasa, DPR Sayangkan Mandek karena Biaya Hitung Selangit
Indonesia
Bank Sangat Pilih Pilih Salurkan Kredit Rumah
Penyaluran KPR oleh perbankan pada Maret 2026 masih mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 4,79 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 18 Mei 2026
Bank Sangat Pilih Pilih Salurkan Kredit Rumah
Indonesia
OJK Tegaskan Indonesia Tetap Kokoh di Kelas Emerging Market, Status Frontier Market Meluncur Jauh
Tak hanya MSCI, lembaga indeks bergengsi lainnya, FTSE Russell, juga tetap menempatkan Indonesia dalam kategori secondary emerging market
Angga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
OJK Tegaskan Indonesia Tetap Kokoh di Kelas Emerging Market, Status Frontier Market Meluncur Jauh
Indonesia
Saham Sultan AMMN hingga BREN Keluar dari MSCI, OJK Janjikan Cuan Jangka Panjang
Meskipun belasan saham terdepak dari indeks Global Standard dan Small Cap, posisi Indonesia di mata dunia diklaim masih sangat kuat
Angga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
Saham Sultan AMMN hingga BREN Keluar dari MSCI, OJK Janjikan Cuan Jangka Panjang
Indonesia
Taktik OJK Jemput Momentum MSCI, Saham Indonesia Siap Comeback Lebih Kuat
Meskipun keluar dari kategori Global Standard, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) justru resmi turun kelas dan masuk ke dalam MSCI Global Small Cap Index
Angga Yudha Pratama - Rabu, 13 Mei 2026
Taktik OJK Jemput Momentum MSCI, Saham Indonesia Siap Comeback Lebih Kuat
Indonesia
Debt Collector Tipu Layanan Darurat Buat Tagih Utang, Pelaku Wajib Dipidanakan
OJK seakan belum mampu menghentikan praktik-praktik yang melanggar hukum ini. Pengawasan harus diperketat agar masyarakat tidak terus dirugikan
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Debt Collector Tipu Layanan Darurat Buat Tagih Utang, Pelaku Wajib Dipidanakan
Indonesia
Waspada Tren Modus Penipuan Paket Hilang, OJK Ungkap Rp 9,1 T Duit Korban Raib
Modus penipuan berkedok paket hilang semakin marak di tengah meningkatnya aktivitas transaksi digital.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Waspada Tren Modus Penipuan Paket Hilang, OJK Ungkap Rp 9,1 T Duit Korban Raib
Indonesia
5 Hal Yang Bikin Pasar Saham Indonesia Diklaim Lebih Transparan Setelah Petinggi OJK dan BEI Mundur
Dengan berbagai langkah tersebut, OJK optimistis pasar modal Indonesia tidak hanya semakin transparan, tetapi juga lebih kredibel dan kompetitif di tingkat global.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 April 2026
5 Hal Yang Bikin Pasar Saham Indonesia Diklaim Lebih Transparan Setelah Petinggi OJK dan BEI Mundur
Indonesia
Siap-Siap! Influencer Keuangan Bakal Kena Sanksi Pidana
UU Pasar Modal telah mengatur sanksi pidana bagi pihak yang menyampaikan informasi tidak benar sehingga menimbulkan kerugian bagi pihak lain.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Siap-Siap! Influencer Keuangan Bakal Kena Sanksi Pidana
Indonesia
Kasus Dana Syariah Indonesia Rp 2,47 Triliun, DPR Desak OJK Usut Tuntas dan Kembalikan Dana Korban
Komisi XI DPR mendesak OJK untuk mengusut tuntas kasus Dana Syariah Indonesia, yang kerugiannya mencapai Rp 2,47 triliun.
Soffi Amira - Minggu, 29 Maret 2026
Kasus Dana Syariah Indonesia Rp 2,47 Triliun, DPR Desak OJK Usut Tuntas dan Kembalikan Dana Korban
Bagikan