KPK Didesak Usut Dugaan Kejanggalan Saham Jiwasraya, Nilai Kerugian Capai Rp 600 Miliar

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 05 November 2025
KPK Didesak Usut Dugaan Kejanggalan Saham Jiwasraya, Nilai Kerugian Capai Rp 600 Miliar

Masyarakat Kawal Uang Rakyat (MAKAR) laporkan dugaan kejanggalan besar dalam penanganan aset sitaan kasus korupsi Jiwasraya ke KPK. (Foto: Dok. MAKAR)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Koordinator Masyarakat Kawal Uang Rakyat (MAKAR), Wonder Infantry, melaporkan dugaan kejanggalan besar dalam penanganan aset sitaan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan tersebut berkaitan dengan pembukaan blokir saham milik Jiwasraya di Bank BJB (BJBR) yang diduga dilakukan secara melanggar hukum, bahkan sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap (inkracht).

Menurut Wonder Infantry, pada tahun 2020, saham Jiwasraya di Bank BJB senilai Rp 1,5 triliun berdasarkan nilai pembelian awal, dibuka blokirnya atas permintaan Kejaksaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Padahal, kata Wonder, saat itu perkara Jiwasraya masih dalam proses hukum dan belum diputus secara inkracht oleh pengadilan.

“Tindakan tersebut diduga merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang dan melanggar KUHAP, karena barang sitaan negara seharusnya tidak dapat dikembalikan atau dicairkan selama proses hukum masih berjalan,” ujar Wonder di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (5/1).

Baca juga:

Aset Jiwasraya Dilelang Buat Jamin Kewajiban ke Pemegang Polis

MAKAR menilai keputusan membuka blokir saham itu berpotensi menimbulkan kerugian negara yang signifikan. Berdasarkan taksiran organisasi tersebut, nilai saham BJBR milik Jiwasraya yang dibuka blokirnya kini hanya sekitar Rp 370 miliar.

“Dengan demikian, potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 600 miliar,” tambah Wonder.

Selain itu, ia juga menyoroti ketidakjelasan aliran dana dividen dari saham tersebut sejak tahun 2019.

“Potensi dividen dari saham BJBR yang tidak jelas alirannya sejak 2019 diperkirakan mencapai Rp 270 miliar, dengan asumsi sekitar Rp 40 miliar per tahun,” jelasnya.

MAKAR mengaku telah menyerahkan sejumlah bukti pendukung kepada KPK, termasuk salinan putusan pengadilan dan surat permintaan pembukaan blokir saham oleh pihak terkait.

“Kami sudah menyerahkan dokumen-dokumen yang menunjukkan adanya dugaan pelanggaran prosedur dan potensi kerugian negara,” kata Wonder.

Baca juga:

Izin Usaha Jiwasraya Telah Ditutup, Aset Buat Bayar Nasabah Menolak Restrukturisasi

Menurutnya, KPK telah menerima laporan tersebut dan akan mempelajarinya lebih lanjut. MAKAR berharap lembaga antikorupsi itu segera menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut dengan memanggil pihak-pihak yang terlibat.

“Kami mendesak KPK untuk mengusut tuntas kasus ini, mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas pembukaan blokir aset sitaan itu, dan menelusuri aliran dana dividen yang seharusnya menjadi hak negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, MAKAR berencana melaporkan dugaan kejanggalan ini ke sejumlah lembaga lain, termasuk Kantor Staf Presiden (KSP), agar pemerintah turut mengawasi penanganan kasus Jiwasraya secara menyeluruh.

“Ini bukan sekadar soal angka, tapi soal integritas penegakan hukum dan pengelolaan aset negara hasil sitaan. Jangan sampai aset yang seharusnya menyelamatkan kerugian negara justru menjadi sumber kerugian baru,” pungkas Wonder. (Pon)

#KPK #Jiwasraya #OJK
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kembangkan Kasus OTT di Bogor, KPK Sita Duit Ratusan Juta di Kantor ART/BPN Jatim
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah seusai menggeledah Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Jawa Timur pada 24 September 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Kembangkan Kasus OTT di Bogor, KPK Sita Duit Ratusan Juta di Kantor ART/BPN Jatim
Indonesia
5 Unit Apartemen di Jakarta Selatan Sitaan Kasus Jiwasraya Tejual Rp 10 Miliar
Penawaran lelang dilaksanakan secara elektronik tanpa kehadiran peserta melalui portal resmi lelang.go.id dengan batas akhir penawaran pada Selasa (22/9).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
5 Unit Apartemen di Jakarta Selatan Sitaan Kasus Jiwasraya Tejual Rp 10 Miliar
Indonesia
KPK Bantah Arif Sugiyanton Orang Kepercayaan Nusron Wahid Eks Pegawainya, Tapi Bekas Polisi
KPK tegaskan mantan Bupati Kebumen Arif Sugiyanto bukan pegawai lembaganya usai terciduk OTT suap HGB Summarecon, bongkar status aslinya sekarang!
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
 KPK Bantah Arif Sugiyanton Orang Kepercayaan Nusron Wahid Eks Pegawainya, Tapi Bekas Polisi
Indonesia
Hukum Tidak Pandang Bulu, Menko Yusril Persilakan KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Menko Yusril Ihza Mahendra persilakan KPK periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Hukum Tidak Pandang Bulu, Menko Yusril Persilakan KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Indonesia
Pengusutan Kasus Suap HGB Berlanjut, KPK Geledah BPN Kota Mojokerto
KPK kembali menggeledah Kantor BPN Kota Mojokerto terkait penyidikan dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Pengusutan Kasus Suap HGB Berlanjut, KPK Geledah BPN Kota Mojokerto
Indonesia
KPK Dalami Aliran Rp 106,3 Miliar dalam Kasus Suap HGB Summarecon, Nama Nusron Wahid Disebut
KPK mendalami aliran uang Rp 106,3 miliar dalam kasus suap HGB Summarecon. Kini, nama Nusron Wahid ikut disebut.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
KPK Dalami Aliran Rp 106,3 Miliar dalam Kasus Suap HGB Summarecon, Nama Nusron Wahid Disebut
Indonesia
Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Diduga Terima Gratifikasi Rp 11,14 Miliar
KPK menduga Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sirajudin Lasena menerima gratifikasi dengan total Rp 11,14 miliar sepanjang 2023 hingga 2026.
Frengky Aruan - Selasa, 22 September 2026
Bupati Bolmut Sirajudin Lasena Diduga Terima Gratifikasi Rp 11,14 Miliar
Indonesia
KPK Tetapkan Bupati Bolmut Tersangka Kasus Pemerasan
Sirajudin Lasena ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bolmut.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
KPK Tetapkan Bupati Bolmut Tersangka Kasus Pemerasan
Berita Foto
KPK Pamerkan Barang Bukti OTT Bupati Bolmut Senilai Rp200 Juta
Petugas KPK menunjukkan barang bukti uang tunai OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 22 September 2026
KPK Pamerkan Barang Bukti OTT Bupati Bolmut Senilai Rp200 Juta
Indonesia
RUU Perampasan Aset masih Dibahas, DPR Serap Masukan Eks Pemimpin KPK
Parlemen masih membuka ruang bagi berbagai pihak untuk memberikan masukan terhadap substansi regulasi tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
RUU Perampasan Aset masih Dibahas, DPR Serap Masukan Eks Pemimpin KPK
Bagikan