Mulai Jenuh Terapkan Prokes, Masyarakat Diminta Hilangkan Ego Pribadi

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 17 Maret 2022
Mulai Jenuh Terapkan Prokes, Masyarakat Diminta Hilangkan Ego Pribadi

RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pandemi COVID-19 telah berlangsung dari dua tahun, sejak pertama kali diumumkan masuk Indonesia Maret 2020 lalu.

Masyarakat seperti sudah jenuh menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan COVID-19 di tengah wabah yang berlarut-larut.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito merespons hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dilakukan pada bulan Februari 2022.

Baca Juga:

Angka Testing COVID-19 Nasional Alami Penurunan

Survei itu menunjukkan, banyak masyarakat yang tidak lagi patuh menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan berbagai alasan, yakni jenuh sebanyak 61,2 persen.

Kemudian, tidak nyaman sebesar 46 persen, merasa situasi sudah aman 32 persen, yakin tidak tertular 24, persen dan tidak ada sanksi sebesar 22,7 persen, serta berbagai alasan lainnya.

Wiku mengatakan, hasil survei menunjukkan ketidakpatuhan masyarakat sangat disayangkan.

Mengingat memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan merupakan hal paling mudah murah dan efektif yang dapat dilakukan tiap individu demi menjaga kasus tetap rendah dan mempertahankan produktivitas ekonomi.

“Saya percaya bahwa kita bisa menjunjung tinggi kewajiban bersama tersebut dibandingkan ego pribadi seperti jenuh, tidak nyaman dan merasa yakin tidak tertular,” ucapnya, Kamis (17/3).

Selanjutnya, selain ketidakpatuhan prokes, Wiku menyebutkan, rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan testing. Hal ini, seiring dengan rendahnya angka testing di masa penyesuaian kebijakan.

Bahkan, berdasarkan hasil survei BPS pada Februari 2022, alasan utama masyarakat melakukan testing karena program kantor 51 persen, persyaratan perjalanan sebesar 38,1 persen dan program tracing 23,3 persen. Bahkan hanya 18,7 persen responden yang testing karena merasa tidak sehat.

“Penting untuk diingat tanpa testing, kita tidak akan bisa mengidentifikasi orang yang positif di antara orang lainnya. Tidak menutupi kemungkinan bahwa kita menjadi salah satu dari sumber penularan tersebut,” ucapnya.

Baca Juga:

Update COVID-19: Kasus Harian dan Aktif Alami Penurunan

Melihat data penurunan testing, menurut Wiku, masyarakat perlu meningkatkan kesadarannya agar tiga kunci utama, yaitu disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Ia meminta, protokol kesehatan perlu lebih diperkuat kembali mengingat turunnya testing berdampak pula pada kemampuan kita membedakan orang positif terlebih lagi mengingat kasus tanpa gejala yang tidak sedikit jumlahnya.

"Jangan sampai ketidaktaatan kita pada prokes justru menjadikan kita sumber penularan bagi orang lain, apalagi kelompok rentan,” kata Wiku.

Wiku juga menuturkan, masyarakat harus memiliki kesadaran tinggi untuk mengisolasi diri. Sebab, upaya kerja keras bersama untuk disiplin menjalankan prokes dan melakukan testing akan sempurna jika dibarengi dengan kesadaran tinggi dari orang yang teridentifikasi positif COVID-19 untuk mengevaluasi dirinya.

“Untuk itu, mohon kepada masyarakat yang positif untuk mengevaluasi dirinya sesuai dengan ketetapan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan demi keselamatan bersama terutama kelompok rentan,” sambungnya.

Menurut Wiku, situasi ini perlu disadari bersama bahwa setiap hal kecil yang dilakukan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, atau menghindari kerumunan, mencuci tangan serta melakukan testing dan isolasi diri jika positif merupakan jaminan produktivitas masyarakat. (Knu)

Baca Juga:

IDI Bangun Monumen Bangkitkan Spirit Pengabdian dan Perjuangan Lawan COVID-19

#COVID-19 #Kasus COVID-19 #Satgas COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Bagikan