MUI Tegaskan Masjid Tak Boleh Dijadikan Tempat Kampanye

Zulfikar SyZulfikar Sy - Kamis, 02 Februari 2023
MUI Tegaskan Masjid Tak Boleh Dijadikan Tempat Kampanye

Ilustrasi - Ribuan umat Muslim melaksanakan buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, (11/5/2019). (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pengurus masjid untuk menghindari kampanye-kampanye di tempat ibadah. Hal ini dirasa penting diantisipasi sejak awal untuk menyukseskan pelaksanaan Pemilu 2024.

Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis mengatakan, sejak awal MUI sudah mengeluarkan putusan, imbauan, dan edukasi kepada masyarakat. Khususnya agar tidak melakukan politik praktis di rumah ibadah seperti masjid dan musala.

Ia menerangkan, ketika tokoh-tokoh akan berceramah tentu akan mengundang terlebih dulu takmir masjid.

Baca Juga:

Bawaslu Akui Tak Mudah Cegah Politisasi Tempat Ibadah saat Pemilu

Cholil menekankan, sosialisasi salah satunya agar tidak mengundang orang-orang yang memiliki ketertarikan berpolitik praktis.

"Jangan sampai pilih itu, apalagi caleg itu begini, nah tidak boleh melakukan politik praktis seperti itu," ujar Cholil kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/2).

Jika nantinya ketika mendekati Pemilu 2024 tindakan seperti itu terjadi, Cholil meminta takmir-takmir masjid dapat tetap melakukan tindakan yang baik, terukur dan sopan santun. Sehingga, tidak sampai menimbulkan masalah nantinya.

Ia berharap sekaligus mengimbau takmir-takmir masjid dapat melakukan tindakan yang nyata mencegah hal-hal seperti itu agar tidak terjadi.

Terutama, tindakan politik praktis seperti kampanye-kampanye yang dilakukan di tempat ibadah.

Baca Juga:

Mahfud MD Ungkap Sumber Munculnya Isu Penundaan Pemilu

Mendekati 2024, Cholil mengungkapkan, banyak pula partai-partai yang mendatangi MUI.

Bahkan, ia menuturkan, ada pula orang-orang yang ingin membuat partai politik datang ke MUI meminta saran maupun masukan dan tetap diterima.

Ia menekankan, MUI mendoakan semua partai-partai maupun tokoh-tokoh yang datang karena sama-sama ingin membangun bangsa.

Serta, berpesan kalau kampanye tentu ada rambu-rambu, jangan dilanggar seperti berkampanye di tempat ibadah.

"Jangan kampanye di masjid, jangan jelek-jelekin yang lain, jangan menistakan agama yang lain, junjung tinggi etika berpolitik," ujar Cholil. (Knu)

Baca Juga:

Bawaslu Janji Permudah Pelaporan Pelanggaran Pemilu

#Pemilu #Pemilu 2024 #MUI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta Tetap Digelar, Sampaikan Pesan Perdamaian
Andrea Bocelli tetap menggelar konser di Borobudur dan Jakarta. Promotor pun menyampaikan pesan perdamaian.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta Tetap Digelar, Sampaikan Pesan Perdamaian
Dunia
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 26 Oktober 2026
Lula da Silva Menangkan Masa Jabatan Presiden Brasil ke-4
Indonesia
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Isu-isu strategis yang akan dibahas itu menjadi dasar bagi panja untuk mengundang pihak-pihak terkait guna menyampaikan saran dan masukannya terhadap sistem Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
10 Isu Strategis Dalam Rancangan Undang-Undang Pemilu
Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Komisi II DPR juga tetap memperhatikan sejumlah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal pemilu hingga masukan-masukan dari akademisi dan masyarakat sipil.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Ketum Partai Disebut Sepakat Ambang Batas Parlemen 4 Sampai 5 Persen.
Indonesia
Pengusaha Sound Horeg Asal Karanganyar Minta Maaf ke MUI, Hanya Bakal Layani Spek Normal
Kedepannya tidak akan mengeluarkan sound horegnya. Dia hanya akan mengeluarkan soundnya dengan spek normal.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pengusaha Sound Horeg Asal Karanganyar Minta Maaf ke MUI, Hanya Bakal Layani Spek Normal
Bagikan