MPR Tuding Papua Terus Bergejolak Ada yang Bermain

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 04 Maret 2020
MPR Tuding Papua Terus Bergejolak Ada yang Bermain

Ilustrasi aparat keamanan bertugas di Papua. (Humas Polda Papua)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - MPR RI menuding ada kelompok atau pihak yang ingin agar Papua tetap dinyatakan tidak aman. Bahkan, mereka disinyalir dengan terus berusaha melakukan berbagai upaya agar keamanan di bumi Cendrawasih itu terus bergejolak.

"Memang ada pihak yang ingin agar image Papua tidak aman," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, kepada wartawan, di Tembagapura, Rabu (4/3).

Baca Juga:

Pekerja PT Wika Ditembaki saat Pemeliharaan Jalan Trans Papua

Namun, Lestari meyakini upaya-upaya mengganggu keamanan Papua ini bisa diatasi. Terutama, lanjut dia, dengan adanya sinergi antara aparat dengan masyarakat.

"Kami sangat percaya masalah itu dapat diatasi dengan bahu-membahu semua pihak. Aparat keamanan pasti bisa menyelesaikannya," tutur politikus NasDem itu.

Wakil Ketua MPR Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat.
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. ANTARA/Evarukdijati

Lestari lebih jauh enggan menyebutkan siapa pihak-pihak yang dituduhnya. Namun, dia memastikan kehadiran rombongan MPR di Tembagapura membuktikan daerah ini aman sekaligus sebagai bentuk dukungan kepada semua pihak.

"Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia sehingga kami sebagai wakil rakyat akan selalu mendukung agar terciptanya situasi yang aman, " tutup pimpinan MPR itu.

Baca Juga:

PT Freeport Bayar Pajak Air Rp 1,4 Triliun ke Pemprov Papua

Sejak Selasa (3/3) kemarin, rombongan MPR melakukan kunjungan kerja ke Wamena dan Sentani untuk melihat langsung perkembangan pembangunan rumah dan ruko bagi warga korban kerusuhan Wamena dan Stadion Papua Bangkit.

Sebelumnya dilaporkan Antara, kembali terjadi kasus penembakan misterius di Papua. Karyawan PT Wijaya Kusuma (WIKA) yang melaksanakan pemeliharaan jalan di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, ditembaki orang tak dikenal (OTK) saat melintas dengan truk.

Insiden penembakan pada hari Senin (2/3) tersebut. Peristiwa itu mengakibatkan tiga karyawan dirawat di RSUD Oksibil. Akibat insiden tersebut, kegiatan pemeliharaan jalan dihentikan sementara.

"Benar ada penembakan terhadap rombongan karyawan PT WIKA yang sedang melakukan pemeliharaan Jalan Transpapua sepanjang 79 km yang menghubungkan Oksibil-Dekai, Ibu Kota Kabupaten Yahukimo," kata Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah X Provinsi Papua Osman Marbun di Jayapura. (*)

Baca Juga:

Operasional PT Freeport Tak Terganggu Serangan KKB

#Papua #Penembakan Misterius
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan