Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Presiden RI, Prabowo Subianto, menargetkan 2.500 SPPG di Papua beroperasi pada 17 Agustus 2026. Foto: Dok. Setpres RI
MerahPutih.com - Presiden RI, Prabowo Subianto, mendorong pengembangan tanaman berbasis komoditas seperti kelapa sawit, tebu, dan singkong di Papua. Hal itu untuk mencapai swasembada energi melalui pengembangan energi terbarukan berbasis potensi lokal.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo pada saat acara pemberian pengarahan kepada Kepala Daerah se Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, di Istana Negara, Selasa (16/12).
Menurut Prabowo, Papua memiliki sumber daya alam yang sangat besar dan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menopang kemandirian energi nasional.
"Nanti kita berharap di daerah Papua pun harus ditanam kelapa sawit supaya bisa menghasilkan juga BBM dari kelapa sawit, juga tebu menghasilkan etanol, singkong cassava juga untuk menghasilkan etanol," kata Prabowo di Jakarta.
Baca juga:
Selain bioenergi, Prabowo juga menilai Papua memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru dan terbarukan lainnya, seperti tenaga surya dan tenaga air, terutama untuk wilayah-wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik secara optimal.
Kata Prabowo, pemanfaatan energi tersebut dinilai dapat menjadi solusi berkelanjutan bagi kebutuhan energi masyarakat setempat.
Presiden juga menargetkan swasembada energi dapat dicapai dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Ia menekankan pentingnya setiap daerah mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam memenuhi kebutuhan energinya.
“Kita rencanakan dalam lima tahun semua daerah bisa berdiri di atas kakinya sendiri,” katanya.
Baca juga:
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Menurut Prabowo, keberhasilan swasembada energi akan berdampak besar terhadap efisiensi anggaran negara. Saat ini, pemerintah menggelontorkan sekitar Rp 520 triliun setiap tahun untuk impor BBM.
"Jika ketergantungan impor dapat dikurangi, ratusan triliun rupiah anggaran subsidi dapat dihemat dan dialihkan untuk pembangunan daerah," tutur Prabowo.
Ia bahkan menyebut, penghematan tersebut berpotensi membuat setiap kabupaten/kota di Indonesia memperoleh ruang fiskal hingga Rp 1 triliun per tahun.
Dengan total 514 kabupaten/kota, dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo menegaskan, pemerintah tengah mengarahkan kebijakan nasional menuju swasembada energi dan menargetkan Indonesia tidak lagi mengimpor bensin dalam empat tahun mendatang. (Pon)
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Menteri PPN/Bappenas Sebut Program MBG Lebih Mendesak dari Lapangan Kerja
Isu Reshuffle Kabinet Menguat, PKB: Presiden Prabowo Pasti Punya Pertimbangan Matang
Habiburokhman Tegaskan Kapolri Listyo Sigit 100 Persen Loyal pada Prabowo, Sebut Jadi Saksinya
HNW Soroti Partisipasi Indonesia di Board of Peace, Ingatkan Amanat UUD 1945 soal Palestina
Profl Delapan Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan, Mulai dari Pakar Geofisika Legendaris Hingga Pendiri INDEF
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS
[HOAKS atau FAKTA]: Donald Trump Pindahkan 1 Juta Orang Israel ke Papua, Prabowo Sudah Oke