Moka Pot, Solusi Ngopi yang Ringkas dan Berkualitas

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 16 September 2021
Moka Pot, Solusi Ngopi yang Ringkas dan Berkualitas

Ngopi mantap dengan metode koboi. (Foto: Unsplash/Elesban Landero Berriozábal)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KAMU bisa menyebutnya moka pot atau stovetop coffee makers. Alat pembuat ekspreso ringkas ini adalah alternatif dari mesin kopi mesin besar. Pembuat kopi ini pun diperuntukkan bagi kamu yang merasa rasa otentik dan kuat itu penting.

Namun, apakah moka pot sebenarnya lebih baik daripada pembuat kopi jenis lain? Mengapa pilih moka pot dan bukan french press, aeropress, atau mesin kopi elektrik seperti Nespresso?

Baca Juga:

3 Tips Mudah Membuat Es Kopi Rumahanmu Jadi Lebih Variatif

kopi
Moka pot diperuntukkan bagi kamu yang merasa rasa otentik dan kuat itu penting. (Foto: 123RF/viki2win)

Berikut informasi yang dirangkum dari Mail Online Best Buys seperti diberitakan dailymail.co.uk (6/8) yang dapat membantu kamu membuat pilihan untuk pembuat kopi terbaik.

Moka pot adalah cerek kecil untuk membuat kopi dengan proses seduh maksimal. Metode ini dikenal sebagai salah satu cara paling sederhana untuk menyeduh secangkir kopi, sehingga mendapat julukan metode koboi.

Proses di balik pembuat kopi dengan moka pot cukup sederhana, tetapi penggemar kopi sejati mungkin perlu mendedikasikan sedikit waktu dan kesabaran untuk mendapatkan rasa yang sempurna. Itu karena pot moka berisiko membakar kopi atau membuat minuman yang sedikit terlalu pahit.

Baca Juga:

Negeri Aing Surganya Es Krim Legendaris

kopi
Menyeduh kopi dengan moka pot mendapat julukan metode koboi. (Foto: 123RF/microgen)

Berikut cara kerja moka pot:
1) Moka pot dibagi menjadi tiga bagian: satu untuk air, satu untuk ampas dan satu untuk hasil akhir. Panci diletakkan di atas kompor, dan ruang bawah diisi dengan air panas yang mulai mendidih saat kompor memanas.


2) Pastikan kamu memilih kompor yang tepat, karena beberapa moka pot tidak akan berfungsi di kompor listrik. Kalau pun bisa ditaruh langsung di atas kompor, ada yang memerlukan tambahan penyangga karena ukurannya kecil. Selain itu, ada beberapa jenis moka pot yang akan meleleh jika kamu meletakkannya di atas api kompor yang bukan induksi. Bila bingung untuk masalah kompor ini, ada pilihan moka pot yang satu set dengan kompor listrik.


3) Tekanan uap kemudian mendorong air ke atas melalui bubuk kopi dan kopi yang diekstraksi kemudian dikirim melalui cerat dan disemprotkan ke bagian atas pot. Hasil seduhan kopi terkumpul di bagian teratas, siap untuk dituang.

Baca Juga:

Jajanan Khas Indonesia, Namanya Sering Disingkat

kopi
Kamu bisa mendapat krim keemasan yang bagus di atas kopi seperti espresso buatan barista. (Foto: 123RF/grafvision)


4) Moka pot biasanya menghasilkan kopi yang sangat terkonsentrasi, dan jika mendapatkan pengukuran dan suhu dengan benar, kamu akan mendapatkan krim keemasan yang bagus di atasnya seperti yang biasanya bisa didapatkan dari espresso buatan barista. Namun, jika kamu menambahkan lebih sedikit kopi dan lebih banyak air, kamu akan mendapatkan americano, kopi hitam yang lebih encer dan kurang kuat.

5) Kamu dapat menambahkan susu atau krim dari kopi yang berasal dari moka pot seperti pada kopi lain seperti biasa. Kamu bisa membuat latte atau cappuccino atau white coffee sederhana.

Dibandingkan alat penyeduh kopi lain, moka pot punya banyak kelebihan. Antara lain: tidak perlu peralatan mewah dan rumit, kopi yang kuat dan kental, sistem penyeduhan tingkat tinggi, mudah untuk dibersihkan, umumnya harga cukup terjangkau, kopi tetap hangat lebih lama.

Sementara, kekurangan moka antara lain: kopi bisa pahit; membutuhkan lebih banyak waktu daripada metode lain; dan tidak seperti mesin pembuat kopi, kamu membutuhkan lebih banyak usaha daripada metode lain karena perlu diawasi. (aru)

Baca Juga:

Nyes, Minuman Segar Peredam Dahaga

#Kopi #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Roemah Koffie Bawa Aroma Kopi Nusantara ke Trade Expo Indonesia 2026
Pengunjung mencicipi segelas kopi di Booth Roemah Koffie di Gelaran Trade Expo Indonesia 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (17/10/2026).
Didik Setiawan - 25 menit lalu
Roemah Koffie Bawa Aroma Kopi Nusantara ke Trade Expo Indonesia 2026
Indonesia
Café & Brasserie Expo 2026 di NICE PIK 2: Ajang Terbesar untuk Pelaku dan Pencinta Industri Kopi
Kunjungi Café & Brasserie Expo (CBE) 2026 pada 9-11 Oktober 2026 di NICE PIK 2. Temukan pameran kopi, pelatihan barista, peluang bisnis kafe, dan promo spesial BCA.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Oktober 2026
Café & Brasserie Expo 2026 di NICE PIK 2: Ajang Terbesar untuk Pelaku dan Pencinta Industri Kopi
Berita Foto
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Petugas memilah biji kopi dari kebun kopi Sangga Buana di Kawasan Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (23/9/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 23 September 2026
Kebun Kopi Sangga Buana dan Upaya Menjaga Ruang Hijau Jakarta
Fun
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Cing Cangkeling merupakan kopi single origin Mandalagiri, Garut, dari varietas Yellow Bourbon dengan notes stone fruit, anggur, beri, dan gula merah.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 18 September 2026
Dari Kebun Keluarga di Garut, 'Cing Cangkeling' Roemah Koffie Bawa Karakter Buah dan Gula Merah
Lifestyle
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Berbeda dari sekadar menghadirkan varian kopi baru, Roemah Koffie membawa cerita kebun keluarga yang dirawat dan dikembangkan petani kopi asal Garut.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Kisah Keluarga Petani dari Mandalagiri Garut dalam Biji Kopi Cing Cangkeling Roemah Koffie
Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Fun
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Dari Rambadia hingga Cublak Suweng, kopi Indonesia dibawa Roemah Koffie ke panggung dunia. Klik untuk detail kisahnya!
Wisnu Cipto - Minggu, 06 September 2026
Bukan Sekadar Kopi, Roemah Koffie Meracik Rasa dan Kisah Nusantara
Bagikan