Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terluka, Pidato Pertama Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Ditunda

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Maret 2026
Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terluka, Pidato Pertama Sebagai Pemimpin Tertinggi Iran Ditunda

Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Foto: Instagram

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Serangan yang terus berlanjut oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran, membuat pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei, dikabarkan terluka. Otoritas Iran melansir kabar tersebut, namun dalam kondisi yang baik.

"Dia (Mojtaba) terluka, tetapi kondisinya baik. Saya tidak tahu kapan dia akan menyampaikan pidato pertamanya (sebagai pemimpin tertinggi Iran)," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei kepada surat kabar Corriere della Sera.

Terkait syarat gencatan senjata, Baghaei mengatakan bahwa pihaknya saat ini fokus pada upaya perlindungan integritas teritorial dan kedaulatan Iran.

"Pada Juni 2025, setelah 12 hari, Amerika Serikat dan Israel mengatakan, 'Mari kita berhenti'; dan kami berhenti. (Ajakan) Gencatan senjata itu adalah sandiwara lucu. Itulah mengapa seluruh negeri sekarang bertekad untuk membela diri," kata Baghaei.

Baca juga:

Mina al-Fahal Mencekam, Kapal Tanker Oman Kabur Hindari Eskalasi Perang AS-Israel-Iran

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik AS di Timur Tengah.

Amerika dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Ayatollah Ali Khamenei, ayah Mojtaba, tewas pada hari pertama operasi militer Amerika dan Israel itu. Republik Islam Iran menyatakan 40 hari masa berkabung.

Sebelumnya, tiga atau empat orang bersaing untuk menempati posisi sebagai pemimpin tertinggi Iran, tambah Baghaei, tetapi mayoritas Majelis Pakar telah memilih Khamenei Jr. (*)

#Iran #Perang #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
ShowBiz
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dugaan kepemilikan zat terlarang dan obat resep ilegal kembali mencoreng reputasi Sean 'Diddy' Combs di penjara.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Dari Brooklyn ke Fort Dix, Sean 'Diddy' Combs Tetap Jadi 'Raja' Meski Terjerat Kasus Prostitusi
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Bagikan