Minta 'New Normal' Disosialisasikan, Jokowi: Agar Rakyat Tahu Apa yang Dikerjakan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 27 Mei 2020
Minta 'New Normal' Disosialisasikan, Jokowi: Agar Rakyat Tahu Apa yang Dikerjakan

Pengunjung food court di Solo Grand Mal. Di masa pandemi ini SGM mengurangi kapasitas food court dari 500 kursi menjadi 300 kursi. (ANTARA/Aris Wasita)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajaran kementeriannya segera menyosialisasikan protokol tatanan normal baru secara masif ke masyarakat.

Protokol kesehatan beradaptasi dengan tatanan normal baru ini, yang sudah disiapkan Menteri Kesehatan, segera disosialisasikan secara masif kepada masyarakat.

"Sehingga masyarakat tahu apa yang harus dikerjakan,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas (Ratas) tentang persiapan pelaksanaan protokol tatanan normal baru produktif dan aman COVID-19 melalui video conference di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (27/4).

Baca Juga:

Kemenkes Terbitkan Protokol 'New Normal' Bagi Perkantoran dan Industri, Apa Saja Isinya?

Hal-hal yang harus disosialisasikan terus menerus, lanjutnya, di antaranya, mengenai bagaimana menjaga jarak yang aman ketika melaksanakan aktivitas dan pekerjaan, mengenakan masker, selalu mencuci tangan dan dilarang berkerumunan dalam jumlah orang yang banyak.

Dengan begitu, angka penyebaran bisa menurun. “Ini sudah bisa kita lihat di beberapa provinsi yang bisa kita kerjakan,” ujar Jokowi.

Namun masyarakat harus tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti menjaga jarak tidak berkerumun hingga menggunakan masker. "Kami akan meneruskan mengenai protokol tatanan normal baru yang produktif dan aman covid," ujarnya.

Petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung pusat perbelanjaan Plaza Indonesia di Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemeriksaan suhu tubuh tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras.
Petugas memeriksa suhu tubuh pengunjung pusat perbelanjaan Plaza Indonesia di Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemeriksaan suhu tubuh tersebut merupakan upaya untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pras.

Menurut Jokowi, aparat TNI dan Polisi diterjunkan di titik titik keramaian. Hal ini untuk membuat masyarakat lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di tempat umum. "Pertama kemarin sudah kita mulai sudah digelar pasukan aparat dari TNI yang diterjunkan ke lapangan ke titik-titik keramaian di 4 provinsi dan 25 kabupaten kota," jelasnya.

Menurut Jokowi, jika hal ini berhasil maka dirinya akan memperluas penetapan protokol kesehatan new normal di beberapa daerah lainnya. Namun tetap saja pemerintah akan melihat angka kurva dan fakta yang ada di lapangan. "Dalam rangka persiapan pelaksanaan tatanan normal baru yang akan kita lihat dari angka-angka dan fakta-fakta di lapangan RO. Apabila ini efektif kita akan gelar akan perluas lagi ke provinsi dan kabupaten lain," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menegaskan akan memperluas wilayah yang menerapkan pendisiplinan protokol kesehatan dengan menurunkan pasukan TNI dan Polri, bila kebijakan tersebut ternyata efektif menurunkan kurva jumlah kasus positif virus corona atau COVID-19 di suatu daerah.

Peningkatan pendisiplinan penerapan protokol kesehatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan protokol tatanan normal baru sehingga masyarakat Indonesia bisa produktif kembali namun tetap aman dari COVID-19.

Baca Juga:

Panduan Menkes Soal 'New Normal' Justru Jadi Alasan untuk Longgarkan PSBB

Ia akan melihat angka dan fakta di lapangan selama pendisiplinan protokol kesehatan yang diawasi oleh pasukan TNI/Polri di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota tersebut. Terutama yang berkaitan dengan data angka reproduksi (reproductive number/RNol) virus corona atau COVID-19 dibawah angka satu dan data angka reproduksi efektif (effective reproduction number/Rt) COVID-19.

Apabila peningkatan pendisiplinan protokol kesehatan dengan diawasi oleh pasukan TNI/Polri ini ternyata efektif menurunkan kurva COVID-19 di daerah tersebut, maka kebijakan ini akan diperluas ke provinsi, kabupaten dan kota lainnya. Sejak kemarin, Selasa (26/5/2020), Presiden Jokowi telah menetapkan empat provinsi dan 25 Kabupaten/Kota yang menerapkan pendisiplinan protokol kesehatan, dengan menurunkan 340.000 pasukan TNI/Polri di 1.800 titik. (Knu)

#New Normal #PSBB #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Indonesia
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Gejala umum ISPA yang harus diwaspadai meliputi batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam
Angga Yudha Pratama - Kamis, 16 Oktober 2025
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Lifestyle
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Gejala long COVID tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian mengalami hanya satu keluhan, seperti sesak napas atau kelelahan (fatigue), sementara yang lain menghadapi kombinasi beberapa gangguan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Agustus 2025
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
Indonesia
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Kemenkes menjabarkan saat ini ada 179 kasus COVID-19, dengan 1 kasus positif dari 32 pemeriksaan yang ditemukan
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Kemenkes Temukan 1 Kasus Positif COVID dari 32 Spesimen Pemeriksa
Indonesia
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Batuk-pilek disertai sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali dari Tanah Suci.
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
178 Orang Positif COVID-19 di RI, Jemaah Haji Pulang Batuk Pilek Wajib Cek ke Faskes Terdekat
Indonesia
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menegaskan bahwa situasi COVID-19 di Ibu Kota tetap terkendali
Angga Yudha Pratama - Jumat, 13 Juni 2025
Semua Pasien COVID-19 di Jakarta Dinyatakan Sembuh, Tren Kasus Juga Terus Menurun Drastis
Indonesia
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Ani mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 11 Juni 2025
Jakarta Tetap Waspada: Mengungkap Rahasia Pengendalian COVID-19 di Ibu Kota Mei 2025
Indonesia
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
KPK meminta bantuan BRI untuk memberikan informasi mengenai fasilitas kredit
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Juni 2025
KPK Minta Tolong BRI Bantu Usut Kasus Korupsi Bansos Presiden Era COVID-19
Bagikan