Menyemai Kebaikan Mengajak Orang Terdekat Membantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Kamis, 05 Agustus 2021
Menyemai Kebaikan Mengajak Orang Terdekat Membantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Berbagi selagi bisa. (Foto: Unsplash/Joel Muniz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HUKUM tabur tuai seolah menjadi pondasi bagi sebagian orang berbuat kebaikan. Terlebih di masa pandemi selama penerpaan PPKM Level 4. Ojek online, pedagang, supir angkot, tukang parkir, sampai pekerja terdampak pun mengalami kesulitan ekonomi dan harus memutar otak untuk menafkahi keluarga.

Gambaran kesulitan masyarakat di masa PPKM Level 4 tampak baik di dunia nyara maupu maya. Perpanjangan PPKM dari berstaus Darurat sampai Level 4 dan tak tahu ujungnya tersebut membuat banyak orang semakin kesulitan mencari sesuap nasi. Kondisi tesebut memecut banyak masyarakat memiliki rejeki lebih berinisiatif membuat gerakan saling berbagi.

Sejak berstatis Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) di pertengahan 2020 lalu, rasa empati dan ingin melakukan wujud nyata membantu terdampak sudah mulai timbul di benak aku. Mengingat segala tantangan dihadapi sudah selesai dilakukan, seperti skripsi, lulus sidang skripsi, dan mengikuti ujian TOEIC di kampus. Selanjutnya, aku mulai berpikir, sepertinya ikini waktu paling tepat untuk membantu masyarakat mengalami kesulitan.

Baca juga:

Laporcovid-19 Sajikan Transparansi Data Agar Jagoan Negeri Aing Tak Pakai Peta Buta

pandemi
Proses mengemas sembako. (Foto: dok. pribadi)


Sekadar flashback, waktu zaman-zaman kuliah dulu dan sebelum ada pandemi, aku dan teman-teman satu sirkel memang sering berpartisipasi dalam kegiatan charity diadakan UKM atau organisasi. Bukan hanya sekadar mengincar poin demi kelulusan, kami memang merasa tergerak untuk membantu orang membutuhkan, seperti anak-anak di panti asuhan, para pedagang kaki lima, bahkan karyawan-karyawan di kampus memang perlu dibantu.

Setelah kami lulus dan masing-masing sudah bekerja, aku merasa rindu akan charity biasa dilakukan di kampus dulu. Di masa pandemi, Aku berpikir sepertinya jadi momen tepat untuk bisa kembali mewujudkannya. Aku lantas berinisiatif mengajak teman-teman lain melakukan penggalangan dana, berapa pun itu, untuk membantu masyarakat terdampak pandemi.

Dari sekian banyak orang aku ajak, hanya empat ingin berpartisipasi. Tidak masalah bagiku karena bukan seberapa banyak orang ikut, tapi seberapa besar niat baik mereka berpartisipasi. Memang sih nominalnya tidak sebanyak orang di luar sana, tapi setidaknya ingin kami bagikan bisa bermanfaat dan membuat masyarakat terdampak tersenyum.

Aku dan ibuku bertugas membeli sembako di pasar, seperti beras, mi instan, gula, minyak, hingga bumbu dapur lainnya karena teman-teman lain terlalu sibuk. Setelah semua sudah dibeli, giliran kami membaginya dalam kantong plastik dengan porsi sama rata.

Hari ditunggu-tunggu pun tiba. Kami mengelilingi lokasi menggunakan mobil dan memberikan paket sembako satu per satu kepada tukang parkir, tukang jual-beli barang bekas, tukang becak, hingga para pencari nafkah menggunakan kostum di lampu lalu-lintas. Entah kenapa hari itu aku merasa begitu tenang dan damai ketika melihat senyuman mereka saat menerima sembako dari kami. Kami pun saling mengucapkan terima kasih satu sama lain.

Beberapa bulan kemudian ketika aku lagi sibuk-sibuknya dengan pekerjaan di kantor, giliran teman-teman tersebut mengajak aku untuk kembali melakukan charity lagi. Hati mereka merasa tergerak setelah charity pertama lalu. Singkat cerita, kami pun kembali mengumpulkan dana dan membagikan kepada masyarakat terdampak.

Baca juga:

Kedai Kopi di Tangerang Sediakan Makan Siang Gratis Selama PPKM

pandemi
Mengelilingi beberapa titik menggunakan mobil. (Foto: dok. pribadi)

Di masa penerapan PPKM Darurat, membuat masyarakat seolah merasakan kembali masa-masa sulit, dalam grup chat WhatsApp kami, aku mengajak mereka untuk kembali berbagi tapi kali ini secara digital, mengingat kesibukan masing-masing, sehingga sulit bertemu.

Dalam kesepakatan kali ini, setiap individu bebas mau berbagi kapan saja dan tidak dibatasi. Aku sendiri punya prinsip setiap minggu harus berbagi dengan orang kesulitan di masa PPKM, baik secara digital atau langsung.

Sesekali terlintas dalam pikiran untuk ingin membagikannya di Instagram-ku sendiri, bukan bermaksud untuk pamer atau mendapat pujian, tapi agar suatu saat nanti bisa aku lihat kembali di Archive, dan paling penting agar orang lain ikut tergerak.

Beberapa hari lalu, aku mencoba membuat video bagaimana caraku berbagi makanan dengan ojek online. Caranya, aku pesan makanan di aplikasi pesan-antar, ketika makanan sudah siap, makanan tersebut diminta dibawa pulang saja untuk makan di rumah bersama keluarga pengemudi ojek. Mereka pun merasa senang dan mengucapkan terima kasih serta doa.

pandemi
Salah satu temanku yang ikut berbagi. (Foto: dok. pribadi)


Ketika video tersebut diunggah di Instagram Story, aku tidak menyangka tanggapan teman-temanku sangat positif dan mendukungku. Yang tak disangka-sangkanya lagi, mereka juga termotivasi untuk melakukan hal serupa saat itu juga.

Berbicara Jagoan di Negeri Aing, ada banyak orang berjasa di masa pandemi, seperti tenaga kesehatan, orang tua, para pedagang, pemerintah, bahkan pasien COVID-19. Namun, sering terlupa, diri kita sendiri sebenarnya juga termasuk jagoan. Kamu bisa menjadi jagoan dengan cara berbagi dari sedikit rezeki kepada orang membutuhkan. Mulai dari hal kecil saja dulu.

Ada baiknya isi hidup di dunia dengan melakukan hal bermakna, berjuang untuk membuat hidup lebih indah, dan berbuat baik tanpa ditunda-tunda. Ketika kita sudah tidak ada nantinya, kebaikan tersebut nantinya akan selalu diingat orang lain. (and)

Baca juga:

Saat Muka Politikus Lebih Besar Ketimbang Ucapan Kemenangan Ganda Putri Jagoan Negeri Aing

#Agustus Jagoan Negeri Aing #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan