Menunggu Babak Akhir Pembubaran BUMN Buntung

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 September 2021
Menunggu Babak Akhir Pembubaran BUMN Buntung

Kantor Kementerian BUMN. (Foto: bumn.go.id)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dari ratusan Badan Usaha Milik Negara yang beroperasi dan sebagian sudah digabungkan lewat holding, pemerintah segera membubarkan sedikitnya 7 BUMN yang selama ini sudah tidak beroperasi, mati suri ataupun terlilit hutang yang menumpuk.

Teranyar, restrukturisasi telah dilakukan pada PT Iglas dengan penyelesaian seluruh kewajiban kepada 429 eks karyawan PT Iglas lewat pengambilalihan aset. Wacana pembubaran bumn yang sudah tidak beroperasi ini,berhembus sejak era Presiden SBY tapi tidak pernah terealisasi.

BUMN yang menunggu untuk dibubarkan antara lain PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Glas (Persero) dan PT Kertas Leces (Persero), PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero) atau Insani, PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero) atau PANN.

Baca Juga:

BUMN Harus Gencar Bantu UMKM

"Sekarang yang perlu ditutup itu ada tujuh BUMN yang memang sudah lama tidak beroperasi, ini kan kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung," ujar Erick Thohir dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menegaskan, pembubaran ini telah menjadi bahan diskusi menarik saat bertemu dengan DPR RI, bahwa tentu dengan era pasar bebas digitalisasi keputusan harus semakin cepat. Restrukturisasi beberapa perusahaan BUMN membutuhkan waktu yang sangat lama yakni 9-12 bulan.

"Tentu karena ini lintas Kementerian yang dinilai sebagai bagian dari bagaimana saling menjaga. Tapi percepatan pengambilan keputusan itu sangat penting. Kalau tidak diambil keputusan cepat, itu nanti akan membuat perusahaan tersebut makin lama makin tidak sehat," katanya.

Ia menegaskan, untuk menutup perusahaan BUMN, Kementerian BUMN perlu proses panjang. Karena itu pihaknya, telah meminta, dukungan dari Presiden RI Joko Widodo dan semua menteri, serta DPR

"Berilah kepercayaan kepada kami sebagai Kementerian BUMN untuk bisa menutup dan menggabungkan (merger) perusahaan BUMN dengan cepat. Hal ini bertujuan supaya bisa mengantisipasi perubahan bisnis model yang terjadi saat Covid atau pascaCovid. Ini yang kita lakukan," katanya.

Selama ini, BUMN berkontribusi dalam konstribusi kepada negara melalui dividen, pajak, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dalam 10 tahun terakhir, BUMN berkontribusi sebesar Rp 3.295 triliun yang terdiri atas pajak sebesar Rp 1.872 triliun, PNBP sebesar Rp 1.035 triliun, dan dividen sebesar Rp 388 triliun.

Dividen BUMN pada 2020 tercatat hanya sebesar Rp 43 triliun. Sementara dividen untuk tahun 2021 ditargetkan mencapai Rp 30 triliun atau Rp 35 triliun dari target semula yang Rp 40 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: bumn.go.id)
Caption

Namun, pemerintah pula terus memberikan penyertaan modal negara mencapai Rp 147 triliun pada periode 2011-2020. PNM diberikan karena penugasan yang diberikan kepada BUMN selama ini hampir 81 persen PMN digunakan untuk melaksanakan penugasan pemerintah dan 6,9 persen untuk restrukturisasi.

Tercatat, PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) tengah melakukan berbagai tahapan restrukturisasi yang komprehensif terhadap 21 perusahaan BUMN dengan beberapa tahap, yaitu uji tuntas (due diligence) dan roadmap development, roadmap execution, sustainable business model, dan exit strategy.

Pada saat melakukan due diligence dan roadmap development, PT PPA dibantu oleh konsultan independen di antaranya konsultan strategic management, keuangan, hukum, dampak sosial dalam melakukan beberapa kajian, termasuk di antaranya, kajian mengenai prospek usaha, kemampuan perusahaan, kekuatan keuangan, persepsi pasar, keunggulan kompetitif, serta dampak sosial guna merumuskan roadmap penanganan dan menentukan solusi penyelesaian terhadap perusahaan BUMN Titip Kelola dengan mengedepankan tata kelola yang baik sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

PT PPA sendiri tengah bertransformasi bersama dengan PT Danareksa (Persero) dalam Klaster Danareksa–PPA menuju National Asset Management Company (NAMCO) di mana PT PPA berfokus kepada tiga pilar bisnis utama, yaitu restrukturisasi dan revitalisasi perusahaan BUMN Titip Kelola, pengelolaan NPL perbankan, serta solusi inovatif dan efektif Special Situations Fund (SSF).

Sebelumnya, Anggota DPR Nusron Wahid mendorong, untuk menciptakan legacy bersama antara pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN dan DPR, mengurangi beban BUMN pada masa lampau.

"Kami mengusulkan agar semua RDI dan SLA di semua BUMN dikonversi saja menjadi PMN. Sehingga semua bukunya BUMN ke depan menjadi sehat dan kredibel," katanya. (Asp)

Baca Juga:

7 Bank Selamatkan Keuangan BUMN Waskita Karya

#BUMN #Kinerja BUMN #Erick Thohir #Holding BUMN #Utang BUMN #Kerugian BUMN
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Olahraga
Indonesia Women's League 2026 Resmi Bergulir, Erick Thohir Bidik Piala Dunia
Liga sepak bola perempuan Tanah Air, Indonesia Women's League (IWL), telah resmi bergulir.
Yusuf Abdillah - Senin, 19 Oktober 2026
Indonesia Women's League 2026 Resmi Bergulir, Erick Thohir Bidik Piala Dunia
Indonesia
Pemerintah Dorong Percepatan Transportasi Bisnis Garuda, Kuatkan Rute Dalam Negeri
Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Pemerintah Dorong Percepatan Transportasi Bisnis Garuda, Kuatkan Rute Dalam Negeri
Indonesia
Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti Sementara
Suroso Isnandar kini menjadi Dirut baru PLN. Ia menggantikan Darmawan Prasodjo yang dicopot dari jabatannya, Rabu (14/10).
Soffi Amira - Rabu, 14 Oktober 2026
Darmawan Prasodjo Dicopot dari Dirut PLN, Suroso Isnandar Jadi Pengganti Sementara
Olahraga
PSSI: Klub yang Tak Bisa Kendalikan Suporter Siap-siap Kena Sanksi Pengurangan Poin
PSSI membuka kemungkinan menjatuhkan sanksi pengurangan poin kepada klub yang gagal menjaga perilaku suporternya.
Yusuf Abdillah - Selasa, 13 Oktober 2026
PSSI: Klub yang Tak Bisa Kendalikan Suporter Siap-siap Kena Sanksi Pengurangan Poin
Olahraga
Erick Thohir Ancam Larang Suporter Away Lagi, PSSI Beri Tenggat Sepekan
PSSI siap turun tangan, termasuk mempertimbangkan kembali kebijakan larangan suporter tandang.
Yusuf Abdillah - Selasa, 13 Oktober 2026
Erick Thohir Ancam Larang Suporter Away Lagi, PSSI Beri Tenggat Sepekan
Olahraga
Timur Tengah Memanas, Laga Timnas Indonesia vs Yordania Masih Jadi Tanda Tanya
Rencana pertandingan Timnas Indonesia melawan Yordania terancam berubah.
Yusuf Abdillah - Selasa, 13 Oktober 2026
Timur Tengah Memanas, Laga Timnas Indonesia vs Yordania Masih Jadi Tanda Tanya
Indonesia
Menko PM Cak Imin Perintahkan BUMN Lakukan Pemberdayaan, Harus Berikan Manfaat
Keberhasilan perusahaan negara tidak hanya dilihat dari kinerja bisnis, tetapi juga dari kemampuannya membuka kesempatan ekonomi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Menko PM Cak Imin Perintahkan BUMN Lakukan Pemberdayaan, Harus Berikan Manfaat
Olahraga
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Pemerintah terus mendukung National Paralympic Committee Indonesia untuk bisa terus mengirimkan atlet terbaik.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Menpora Erick Thohir Lepas 103 Atlet Asian Para Games Jepang, Tegaskan Bonus Sama dengan Asian Games
Indonesia
4 BUMN Karya Digabungkan Jadi Satu di November 2026, Beban Keungan Sudah Sangat Berat
Pada kasus WIKA, beban utang perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp 34 triliun yang tak diimbangi kecukupan aset penjamin (underlying assets)
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
 4 BUMN Karya Digabungkan Jadi Satu di November 2026, Beban Keungan Sudah Sangat Berat
Olahraga
Erick Thohir Ingatkan Perjuangan Timnas Indonesia Belum Selesai usai Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Masih Ada Piala Dunia
Erick Thohir mengingatkan bahwa perjuangan Timnas Indonesia belum selesai setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Erick Thohir Ingatkan Perjuangan Timnas Indonesia Belum Selesai usai Angkat Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Masih Ada Piala Dunia
Bagikan