Menuju Hutan Mati Papandayan, Kegersangan yang Memikat Hati
Hutan Mati di Gunung Papandayan (Foto: Instagram/restumamaa)
HUTAN, tetapi tidak berpohon. Hanya dataran putih dengan batang dan ranting-ranting pohon yang telah kering. Itulah pemandangan kawasan Hutan Mati di Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Keeksotikan bekas letusan gunung tersebut menarik hati para pendaki Gunung Papandayan. Erupsi yang terjadi di tahun 2002 melalap habis puluhan hektar areal gunung api di sebelah tenggara Kota Bandung itu.
Suasana alam serba putih dan gersang yang memberikan kesan mistis pada hutan ini justru menjadikannya unik. Wisatawan mendaki khusus untuk berfoto di sini. Bahkan ada pula yang memanfaatkan keindahan panorama Hutan Mati sebagai latar foto pranikah.
Lokasinya tersembunyi, jauh dari pintu masuk utama kawasan Taman Wisata Alam Gunung Papandayan. Dulu, untuk menikmati keindahan alam Hutan Mati tidaklah mudah. Wisatawan harus berjalan kaki selama kurang lebih dua jam. Jauhnya jarak tempuh menuju Hutan Mati itu kerap membuat banyak wisatawan mengurungkan niatnya, apalagi bagi yang sudah berumur atau membawa anak.
Panorama itu pun sering kali hanya dinikmati oleh para pendaki yang melakukan perjalanan menuju bumi perkemahan Pondok Saladah atau Tegal Alun. Tentunya harus dengan kondisi fisik yang benar-benar fit karena jalannya yang terjal.
Namun, sejak dikelola PT Astri Indah Lestari (AIL), Hutan Mati itu menjadi mudah diakses, bahkan oleh berbagai para lanjut usia maupun anak-anak. Kini, perjalanan ke Hutan Mati mulai dari gerbang paling lama hanya sekitar setengah jam. Tinggal mengikuti jalan setapak yang telah disiapkan pengelola, lebih aman dan nyaman.
Tak perlu membawa berbagai macam peralatan, apalagi tas besar untuk menempuh perjalanan menuju Hutan Mati. Pengunjung cukup membawa sebotol air mineral untuk hilangkan dahaga selama berjalan. Jalur khusus ini pun aman dilalui anak-anak dan manula. Ada petugas keamanan di setiap pos.
Wisatawan yang hendak menikmati Hutan Mati cukup membayar sebesar Rp30 ribu per orang di gerbang utama Taman Wisata Gunung Papandayan. Selain hutan mati, gunung berketinggian 2.665 meter dari permukaan laut itu memiliki titik-titik wisata lainnya, seperti kawah, tebing, Pondok Saladah, dan taman edelweis.
Jadi, tunggu apa lagi? Sahabat MerahPutih dapat berwisata ke Hutan Mati Papandayan bersama keluarga. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen serta keunikan panorama Hutan Mati. (*)
Baca juga artikel mengenai hutan unik lainnya di sini: Aokigahara, Hutan Bunuh Diri Di Kaki Gunung Fuji.
Bagikan
Berita Terkait
Satgas PKH Kantongi Rp 5,27 Triliun Dari Denda 48 Perusahaan di Kawasan Hutan
Satgas PKH Tindak 23 Subjek Hukum Pemicu Bencana Sumatera
Melahirkan Sendiri dalam Hutan Maluku, Berahi Tega Habisi Nyawa Bayinya
Satgas PKH Identifikasi 12 Korporasi Penyebab Banjir Sumatera, Sanksi Berat Menanti
Prabowo Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan: Kita Lawan Penyimpangan Puluhan Tahun!
Satgas PKH Rebut 4 Juta Hektare Hutan, 20 Perusahaan Sawit dan 1 Tambang Ditagih Denda Rp 2,3 Triliun
Kemenhut Beri 'Lampu Hijau' Warga Aceh Hingga Sumbar Manfaatkan Kayu yang Hanyut Terbawa Banjir
Pemerintah Matangkan Penetapan Hutan Adat demi Kesejahteraan Masyarakat Pedalaman
Hutan di Sumbar Kian Menyusut, DPR Desak Rehabilitasi Hutan Bukit Barisan
Prabowo Perintahkan Menhut Cabut Izin Perusahaan Perusak Hutan