Aokigahara, Hutan Bunuh Diri di Kaki Gunung Fuji
Adegan dalam film "The Forest" yang menunjukkan mayat tergantung di pepohonan Hutan Aokigahara. (Foto: Bustle)
Anda sudah menonton film "The Forest" yang dirilis tahun 2016 lalu? Film horor Hollywood yang dibintangi Natalie Dormer ini merupakan hasil kerja sama AS dengan Jepang.
Film tersebut mengisahkan tentang hutan terangker di Jepang, yang sering dijadikan lokasi bunuh diri oleh masyarakat setempat, yakni Hutan Aokigahara. Ternyata, hutan ini benar ada dengan kisah yang sama.
Terletak di kaki Gunung Fuji, kurang dari 100 km dari sebelah barat Tokyo, hutan lebat ini diselimuti kabut, bahkan di siang hari. Setiap tahunnya, sejak 1950, banyak mayat ditemukan tergantung sampai membusuk di Aokigahara. Mereka adalah warga Negeri Sakura yang bunuh diri. Tak heran jika hutan ini dijuluki "Hutan Bunuh Diri".
Saat memasuki hutan, pengunjung akan menemui papan peringatan dalam huruf kanji Jepang bertuliskan, "Coba pikirkan sekali lagi tentang arti kehidupan yang diberikan kepada Anda, orang tua, saudara, dan anak-anak Anda. Jangan tanggung sendiri penderitaan Anda, tolong hubungi seseorang. (Nomor telepon hotline untuk pertolongan)".
Meski sudah terpampang jelas peringatan untuk tidak bunuh diri, tetap saja tidak mengurangi jumlah mayat yang ditemukan. Awalnya, jumlah rata-rata mayat 30 orang per tahun. Kemudian, di tahun 2002 meningkat sebanyak 78 mayat, tahun 2003 mencapai 100 mayat, dan tahun 2005 ditemukan 105 mayat. Tahun 2010 diperkirakan sekitar 200-an orang melakukan upaya bunuh diri, 54 di antaranya berhasil diselamatkan.
Sebagian mayat ada yang telah ditemukan keluarganya dan diboyong pulang, tetapi sebagian mayat hilang tanpa jejak. Sejumlah penampakan dan aktivitas paranormal sering dilaporkan oleh masyarakat sekitar maupun turis yang berkunjung.
Hutan Aokigahara ini sebenarnya tempat yang asyik untuk dikunjungi. Pemandangan hutannya indah dan alami, dengan hawa sejuk dan pepohonan rimbun. Hutan ini juga memiliki dua objek wisata gua, yaitu Gua Es dan Gua Angin.
Namun, jika ingin berkunjung ke sana, sebaiknya Anda melakukan persiapan dan mengikuti petunjuk jalan yang ada. Banyak dari wisatawan bahkan menggunakan pita kaset bekas untuk menandai jalur yang dilewati agar mereka tidak tersesat. (Bing)
Baca juga berita tentang hutan lainnya di sini: Suku Lingon, Suku Bermata Biru Di Pedalaman Hutan Halmahera.
Bagikan
Berita Terkait
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Gerard Butler dan Frank Grillo Adu Akting di Film 'Chopshop', Tayang di Netflix Februari 2026