Pemilu 2019

Menteri Nyaleg, Pengamat: Bukti Kaderisasi Parpol Gagal

Eddy FloEddy Flo - Jumat, 20 Juli 2018
Menteri Nyaleg, Pengamat: Bukti Kaderisasi Parpol Gagal

Pengamat Poltik Ujang Komarudin (Foto: Twitter @UiUkom)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Masuknya nama sejumlah menteri dalam daftar bacaleg cukup menggambarkan kegagalan partai politik dalam melakukan pengkaderan.

Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Jumat (20/7).

Menurut dia, bertumpunya kekuasaan pada segelintir orang membuktikan bahwa parpol gagal melakukan pengkaderan.

"Hanya berorientasi pada kekuasaan dan hanya bertumpu pada orang itu juga, kalau gak DPR, pemerintahan atau kepala daerah," ujarnya.

Hal itu juga yang terjadi saat ini, ramai-ramai partai politik mencalonkan menteri sebagai calon anggota legislatif.

"Makanya proses kaderisasi harus jalan sehingga semuanya bisa nyaleg tidak itu lagi-itu lagi. Karena power centris itu," ucap dia.

Bendera Partai Politik
Bendera Partai Politik peserta Pemilu (Foto: kpu.go.id)

Kinerja Tidak Terganggu? Pemerintah Harus Objektif

Tak bisa disangkal, terdaftarnya nama menteri dalam bursa caleg akan memberikan pengaruh pada birokrasi.

Penurunan kinerja birokrasi menjadi taruhan manakala bosnya ikut bertarung di pileg mendatang.

"Walaupun Itu selalu dibantah tidak akan mengganggu, tapi secara objektif itu menggangu walaupun alasannya hanya Sabtu, Minggu saja," kata Ujang.

Karena bagaimanapun, menurut Ujang, bukan tidak mungkin birokrasi akan turut disertakan turun ke dapil untuk memenangkan caleg.

"Birokrasi kementerian itu pasti akan taat dan akan turun juga bantu bosnya, ini tentunya membuat suasana tidak kondusif, cuma selalu dibantah. Faktanya tidak kondusif," tukasnya.

Terkait hal itu, Dia pun berharap ada sikap tegas dari Presiden menyikapi fenomena tersebut.(Fdi)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: PKB Kesal Sejumlah Kadernya Tiba-Tiba Pindah Partai Jelang Pileg 2019

#Pengamat Politik #Partai Politik #Pendaftaran Caleg 2019 #Pemilu 2019
Bagikan
Ditulis Oleh

Fadhli

Berkibarlah bendera negerku, tunjukanlah pada dunia.

Berita Terkait

Indonesia
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
Gerakan Rakyat harus mengurus surat domisili tiap-tiap kantor partai, menetapkan kuota perempuan sebanyak 30 persen
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
 Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
Indonesia
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
PDIP memilih tema Satyam Eva Jayate, dengan sub tema Di Sanalah Aku Berdiri, untuk Selama-lamanya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Januari 2026
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Indonesia
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Pakar Hukum Tata Negara, Muhammad Rullyandi menyebutkan, bahwa kepimpinan Ketua Mahkamah Konstitusi, Suhartoyo, dianggap ilegal.
Soffi Amira - Kamis, 08 Januari 2026
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Indonesia
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Hanya 53,3 persen publik percaya partai politik bekerja untuk kepentingan rakyat, sementara 39,3 persen menyatakan tak percaya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Januari 2026
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Indonesia
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Presiden RI, Prabowo Subianto, sempat bercanda soal mengawasi gerak-gerik PKB. Menurut pengamat, hal itu bukanlah guyonan semata.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Indonesia
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditangkap oleh otoritas AS. Pengamat politik, Jerry Massie mengatakan, bahwa ini menjadi bukti dominasi politik dan militer AS.
Soffi Amira - Senin, 05 Januari 2026
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Indonesia
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Publik figur kini diminta untuk tidak menyebarkan narasi menyesatkan soal bencana Sumatra. Pengamat menilai, hal itu hanya memperpanjang penderitaan.
Soffi Amira - Senin, 08 Desember 2025
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Berita
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Pria yang akrab disapa Pram itu pun mengaku tidak peduli jika ia dikritik terkait keputusannya untuk membersihkan spanduk dan bendera partai di Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Desember 2025
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Indonesia
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Ketua Harian PSI Ahmad Ali mencontohkan sapaan Bro dan Sis tidak sesuai jika digunakan dalam konteks tertentu, misalnya saat berkunjung ke pondok pesantren.
Wisnu Cipto - Sabtu, 22 November 2025
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Indonesia
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Pemerintah harus membayar utang Whoosh senilai Rp 1,2 triliun per tahun. Pengamat pun mengatakan, bahwa ini bisa menjadi bom waktu.
Soffi Amira - Rabu, 05 November 2025
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu
Bagikan