Menteri Nyaleg, Pengamat: Bukti Kaderisasi Parpol Gagal
Pengamat Poltik Ujang Komarudin (Foto: Twitter @UiUkom)
MerahPutih.Com - Masuknya nama sejumlah menteri dalam daftar bacaleg cukup menggambarkan kegagalan partai politik dalam melakukan pengkaderan.
Hal tersebut diungkapkan pengamat politik Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin, Jumat (20/7).
Menurut dia, bertumpunya kekuasaan pada segelintir orang membuktikan bahwa parpol gagal melakukan pengkaderan.
"Hanya berorientasi pada kekuasaan dan hanya bertumpu pada orang itu juga, kalau gak DPR, pemerintahan atau kepala daerah," ujarnya.
Hal itu juga yang terjadi saat ini, ramai-ramai partai politik mencalonkan menteri sebagai calon anggota legislatif.
"Makanya proses kaderisasi harus jalan sehingga semuanya bisa nyaleg tidak itu lagi-itu lagi. Karena power centris itu," ucap dia.
Kinerja Tidak Terganggu? Pemerintah Harus Objektif
Tak bisa disangkal, terdaftarnya nama menteri dalam bursa caleg akan memberikan pengaruh pada birokrasi.
Penurunan kinerja birokrasi menjadi taruhan manakala bosnya ikut bertarung di pileg mendatang.
"Walaupun Itu selalu dibantah tidak akan mengganggu, tapi secara objektif itu menggangu walaupun alasannya hanya Sabtu, Minggu saja," kata Ujang.
Karena bagaimanapun, menurut Ujang, bukan tidak mungkin birokrasi akan turut disertakan turun ke dapil untuk memenangkan caleg.
"Birokrasi kementerian itu pasti akan taat dan akan turun juga bantu bosnya, ini tentunya membuat suasana tidak kondusif, cuma selalu dibantah. Faktanya tidak kondusif," tukasnya.
Terkait hal itu, Dia pun berharap ada sikap tegas dari Presiden menyikapi fenomena tersebut.(Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: PKB Kesal Sejumlah Kadernya Tiba-Tiba Pindah Partai Jelang Pileg 2019
Bagikan
Berita Terkait
Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Daftar Februari 2026
PDIP Gelar Rakarnas 10 -12 Januari, Ini Tema dan Agenda Yang Dibahas
Soroti Putusan PTUN, Pakar Hukum Tata Negara Sebut Kepemimpinan Ketua MK Suhartoyo Ilegal
Mayoritas Pemilih Partai Politik Tolak Pilkada Dipilih DPRD
Pengamat Nilai Candaan Prabowo soal PKB Bukan Guyonan, Ada Pesan untuk Cak Imin
Nicolas Maduro Ditangkap AS, Jerry Massie Ungkap 2 Alasan Utama di Baliknya
Publik Figur Dinilai Hiasi Bencana Sumatra dengan Narasi Menyesatkan, Pengamat: Hanya Memperpanjang Penderitaan Korban
Pramono Perintahkan 2 Hari Setelah Acara Bendera dan Spanduk Partai Harus Diturunkan
Gimmick Baru PSI, Tinggalkan Sapaan Bro dan Sis Demi Kesan Lebih Egaliter
Pemerintah Harus Bayar Utang Whoosh Rp 1,2 Triliun per Tahun, Pengamat Sebut Bisa Jadi Bom Waktu